Mekkah, Gontornews — Tidak hanya di Gontor, Ponorogo, Jawa timur, sekitar 50 alumni Pondok Modern Gontor yang sedang melaksanakan haji berikut para muqimin (sebutan warga yang bermukim di Saudi Arabia), turut memanjatkan rasa syukur dengan menggelar sujud syukur di depan Ka’bah, Masjidil Haram, Mekkah, Ahad (4/9) pukul 8.30 waktu setempat.
Turut hadir dalam acara tersebut, Wakil Direktur KMI Gontor Ustadz Farid Sulistyo, perwakilan IKPM Eropa Hamdi Rofioeddin (alumni 1960), perwakilan IKPM Australia Muhammad Ali Abdullah (alumni 2010), Pimpinan Pesantren Sohor Tasikmalaya KH Deni (alumni 1999), guru-guru senior Gontor; Ustadz Zakwan, Ustadz Ansharul Adhim dan puluhan jamaah haji alumni Gontor yang berasal dari berbagai marhalah (sebutan angkatan di Gontor), mulai angkatan 1960 hingga 2013.
“Di luar dugaan, alhamdulillah, ternyata kita menjadi orang-orang yang oleh Allah terpilih untuk memanjatkan rasa syukur 90 Tahun Gontor di tempat suci, Mekkah Al Mukarramah. Dan saya tidak mengira akan kumpul alumni sebanyak ini”, ungkap Ustadz Farid Sulistyo, sambil terisak haru dengan mata berkaca-kaca saat menyampaikan sambutan sebelum melaksanakan sujud syukur bersama di pelataran Masjidil Haram.
Acara yang dipandu Pimpinan Pondok Modern Tazakka Batang, KH Anang Rikza Mashadi, itu berlangsung khidmat.
Ustadz Misbahul Munir, alumnus 1983 asal Surabaya, dipersilakan Ustadz Farid untuk memimpin sujud syukur bersama disambung dengan doa yang berlangsung sekitar 10 menit. Terdengar isak tangis dan rintihan saat doa terpanjat di kala sujud dan mengangkat kedua tangan ke langit langsung di depan Ka’bah yang mulia.
Selepas sujud syukur, acara dilanjutkan dengan ramah tamah sesama alumni Gontor. Mereka tampak menyatu, menanggalkan segala atribut pangkat yang disandang, tidak ada perbedaan tua-muda, senior-junior, semua membaur menjadi satu sebagai sesama alumni Gontor.
Pada sesi ini, perwakilan IKPM Eropa, Hamdi Rofioeddin, yang dikenal dengan panggilan Ustadz Danon, memaparkan pandangannya mengenai Indonesia dilihat dari kacamata Eropa.
“Meski saya sudah menjadi warga negara Belanda, tapi hati saya Gontor. Darah saya Indonesia dan mari kita rebut Indonesia melalui Gontor. Itu tanggung jawab kita sebagai alumni Gontor,” ungkapnya dengan nada patriotis.
Sementara itu Muhammad Ali Abdullah, IKPM Australia, menyampaikan sambutannya dengan nada yang kalem. Alumnus asli Sydney perawakan bule itu menceritakan kisahnya saat menuntut ilmu di Gontor, berbaur dan menjadi santri Gontor hingga tamat pada tahun 2010. Karena kemampuan bahasa Indonesia, Arab dan Inggris, kini ia dipercaya salah satu travel haji umrah di Sydney sebagai pembimbing ibadah haji, memimpin jamaahnya yang berasal dari beragam etnis dan warga negara.
Sebagai penutup, sebelum bersalam-salaman, alumni muqimin, diwakili Nordin Hidayat menyampaikan ungkapan tarhib kepada semua alumni yang sedang melaksanakan haji.
“Kita doakan terus Gontor dan para pejuangnya dari tanah suci, dan Insya’Allah semua alumni yang sedang berhaji, mendapatkan haji mabrur,” ungkapnya seraya diamini serentak semua hadirin.
Acara syukuran 90 Tahun Gontor di Saudi akan dilanjutkan pada 7 September 2016, di area pelataran Masjid Bin Baz, Aziziah-Mekkah, dengan pokok acara Tajammu’, kumpul dan makan-makan khas ala Gontor. [Mohamad Deny Irawan/Rus]




















