Kabul, Gontornews — Dua pembom bunuh diri Taliban meledakkan dirinya dekat Kementerian Pertahanan Afghanistan di Kabul sore hari saat jam sibuk. Ledakan itu sedikitnya menewaskan 24 orang dan melukai 91 lainnya, menurut pejabat Kementerian Kesehatan.
“Itu terjadi di pusat kota, sekitar pukul 4 sore, waktu yang sangat sibuk,” kata Jennifer Glasse, Al Jazeera, melaporkan dari Kabul.
“Kementerian Pertahanan, Kementerian Keuangan, dua markas polisiΒ ada di area itu. Di sana juga terdapat penjual pakaian, makanan dan buah segar.”
Ledakan yang terjadi Senin (5/9) itu berlangsung cepat, dan tampaknya ditujukan untuk menimbulkan korban massal para pegawai pemerintah setelah pulang kerja.
“Saksi mata mengatakan ada ledakan pertama,” kata Glasse. “Ketika orang-orang datang untuk membantu korban terluka atau melihat apa yang terjadi di sana, ledakan kedua meledak.”
Jurubicara Taliban, Zabihullah Mujahid, mengatakan di Twitter bahwa Kementerian Pertahanan adalah obyek serangan pertama, sementara polisi menjadi sasaran dalam ledakan kedua.
Jumlah korban bisa bertambah, kata Mohammad Ismail Kawousi, jurubicara Kementerian Kesehatan Masyarakat.
“Ledakan pertama terjadi di sebuah jembatan di dekat Kementerian Pertahanan. Ketika tentara, polisi dan warga sipil bergegas ke tempat kejadian, ada ledakan kedua,” kata juru bicara Kementerian Pertahanan Mohammad Radmanish kepada kantor berita AFP.
Presiden Ashraf Ghani sangat mengutuk serangan itu.
“Musuh-musuh Afghanistan kehilangan nyali di medan pertempuran dengan pasukan keamanan,” kata Ghani dalam sebuah pernyataan. “Itulah mengapa mereka menyerang jalan raya, kota, masjid, sekolah, dan orang-orang biasa.” [Rusdiono Mukri]





















