Lamongan, mendengar kota ini disebut, sepintas yang tebersit dalam benak adalah kuliner soto Lamongan. Memang, soto khas daerah Lamongan ini cukup terkenal dan banyak yang menyukai karena kelezatannya. Selain soto, Lamongan menyimpan destinasi wisata yang tak kalah menarik dengan kota lain.
Kabupaten Lamongan merupakan salah satu wilayah yang masuk dalam kawasan metropolitan Surabaya, yaitu Gerbang Kertosusila—Gresik, Bangkalan, Mojokerto, Surabaya, Sidoarjo, dan Lamongan.
Pusat pemerintahan Kabupaten Lamongan terletak 50 kilometer sebelah barat Kota Surabaya, ibukota Provinsi Jawa Timur.
Lamongan berbatasan dengan Laut Jawa di utara, Kabupaten Gresik di timur, Kabupaten Mojokerto dan Kabupaten Jombang di selatan, serta Kabupaten Bojonegoro dan Kabupaten Tuban di barat.
Berbagai macam tempat wisata dan kuliner membuat Lamongan masuk dalam daftar wisata kota di Jawa Timur.
Saat ini ada banyak wisata di Lamongan yang menjadi daya tarik para wisatawan untuk mengunjungi salah satu kota di Jawa Timur tersebut.
Jadi, bukan hanya makanannya yang diminati, tapi wisata yang ada di Lamongan pun mulai dilirik banyak wisatawan. Ada beberapa daftar tempat wisata di Lamongan, mulai dari wisata alam hingga wisata kuliner.
Lamongan menjadi destinasi menarik wisatawan lokal dan mancanegara karena aksesnya juga dekat dengan Kota Surabaya. Ada beberapa tempat wisata yang bisa dikunjungi wisatawan selama di Lamongan, baik itu wisata alam, wisata sejarah dan kuliner. Berikut beberapa destinasi wisata yang ada di Lamongan.
- Wisata Bahari Lamongan (WBL)
Wisata Bahari Lamongan biasa disebut WBL. Tempat ini menjadi wisata yang sangat direkomendasikan untuk Anda yang datang ke Lamongan, khususnya bersama keluarga. Berada di wilayah Kecamatan Paciran, tempat wisata yang satu ini berada di sekitar pantai. Tentu, pemandangan pantai bisa Anda nikmati di sini.
Dulu, WBL ini dikenal dengan wisata Lamongan Tanjung Kodok. Kemudian, berubah namanya menjadi WBL dengan penambahan objek wisata sehingga menarik wisatawan yang datang ke WBL.
Kini, WBL menghadirkan berbagai macam wahana yang menarik, seperti Istana Bawah Laut, Gua Insectarium, Istana Bajak Laut, Rumah Kaca, Anjungan Wali Songo, Tambak Ikan, Texas City, Waterboom, Space Shuttle, Paus Dangdut dan Wahana anak-anak lainnya.
WBL terbilang wisata unik, kombinasi antara nuansa alam, budaya, dan arsitektur yang apik.
WBL memiliki luas sekitar 17 hektare dan didukung beberapa fasilitas yang siap membuat wisatawan betah berlama-lama.
Pemandangan alam pesisir yang menghampar dan batu alam menyerupai katak di WBL pernah digunakan sebagai tempat pengamatan gejala astronomi gerhana matahari oleh NASA.
- Napak Tilas di Makam Sunan Drajat
Bagi yang ingin berlibur napak tilas sejarah Sunan Drajat, Anda bisa berkunjung ke petilasan Sunan Drajat.
Makam yang terletak di Drajat, Paciran, Lamongan ini memang sangat cocok digunakan untuk pecinta wisata religi.
Sunan Drajat adalah putra dari Sunan Ampel dan diperkirakan lahir pada tahun 1470 Masehi.
Nama kecilnya adalah Raden Qasim, yang mendapat gelar Raden Syarifudin. Sunan Drajat mendirikan Pesantren Dalem Duwur di Desa Drajat, Paciran, Kabupaten Lamongan. Daerah ini diberi oleh Kerajaan Demak. Beliau juga diberi gelar sebagai Sunan Mayang Madu oleh Raden Patah pada tahun 1442 Saka/1520 Masehi.
Makam Sunan Drajat memiliki banyak sekali spot foto yang bisa dicoba, tak heran jika tempat wisata yang satu ini selalu ramai dikunjungi pelancong saat liburan.
Tempat wisata religi yang satu ini sangat recommended buat yang ingin berkumpul bersama keluarga dan pemburu spot selfie kekinian.
Pada tahun 1992, dilakukan pemugaran cungkup makam, pembangunan Gapura Paduraksa,
dan pembangunan kembali Masjid Sunan Drajat. Pada tahun 1993-1994, dilakukan pembenahan dan pembangunan Makam Sunan Drajat yang dilanjutkan dengan pembangunan pagar kayu berukir, renovasi paseban, bale rante, dan Cungkup Sitinggil.
- Monumen Van der Wijck
Terinspirasi dari kisah Tenggelamnya Kapal Van der Wijck. Seorang ulama, Buya Hamka, yang sekaligus adalah seorang sastrawan menulis roman berjudul Tenggelamnya Kapal Van der Wijck. Kisah yang terjadi pada 28 Oktober 1936 di pesisir Pulau Jawa, tepatnya di Perairan Brondong.
Kapal ini dimiliki oleh Koninklijke Paketvaart Maatschappij, sebuah perusahaan kapal yang ada di Amsterdam, Belanda. Sedangkan pembuatan kapal ini pada tahun 1921 di Feijenoord
Rotterdam, Belanda. Digadang-gadang kisah kapal ini disamakan dengan kisah Titanic, bedanya hanya ada di Indonesia. Kisah kapal ini akhirnya ditulis oleh sastrawan Buya Hamka.
Kemudian dibuat monumen untuk mengenang tenggelamnya kapal ini. Lokasi monumen berada di Pelabuhan Brondong Lamongan. Dekat dengan lokasi tenggelamnya kapal tersebut.
- Goa Maharani
Masih di Paciran, menyajikan keindahan Goa Maharani. Goa ini berada di kedalaman 25 meter dari permukaan tanah dan memiliki rongga seluas 2500 meter persegi. Goa yang
terkenal sebagai Goa Istana Maharani ini tidak sengaja ditemukan oleh enam penggali tanah koral bahan fosfat dan pupuk dolomit yang dipimpin oleh mandor Sunyoto.
Goa ini diresmikan sebagai obyek wisata oleh Bupati Lamongan saat itu, Muh. Faried pada tanggal 10 Maret 1994.
Nama Maharani lahir dari mimpi istri Sunyoto, sang mandor. Malam sebelum ditemukannya goa, dia bermimpi melihat cahaya bunga-bunga yang sangat indah berwarna-warni yang dijaga oleh dua ekor naga raksasa bermahkota.
Dua ekor naga tersebut kini divisualisasikan berbentuk dua patung naga dengan dua burung garuda penjaga pintu masuk goa yang disebut Gerbang Paksi Tatsoko. Goa Maharani merupakan goa dengan keindahan alam yang unik daripada goa wisata lain. Hal ini dilihat dari stalaktit dan stalagmit di goa ini masih bertumbuh dan memancarkan cahaya warna-warni saat terkena cahaya.
- Waduk Gondang
Waduk ini digadang-gadang menjadi kebanggaan masyarakat Lamongan. Panorama waduk yang memesona membuat waduk ini menjadi destinasi wisata favorit. Waduk ini berada di barat kota Lamongan dan berjarak sekitar 19 kilometer dari pusat kota.
Luas waduk ini sekitar 6,60 hektare dan memiliki kedalaman sekitar 29 meter. Waduk ini diresmikan tahun 1987 oleh Presiden Soeharto.
Pemandangan panorama waduk yang eksotis membuat obyek wisata Waduk Gondang ini selalu ramai.
Para wisatawan yang datang ingin menikmati indahnya waduk ini. Di sekitar waduk juga terdapat situs bersejarah, yaitu Makam Dewi Sekardadu. Dewi Sekardadu ini adalah Ibunda Sunan Giri atau Jaka Samudra yang merupakan tokoh sejarah Lamongan.[]



















