Nablus, Gontornews — Khaled Walid Tayeh (22), warga Palestina dari Irak al-Tayeh, dekat Kota Nablus, Tepi Barat yang diduduki, tewas dalam bentrokan dengan tentara Israel.
Staf di Rumah Sakit al-Najah mengatakan kepada kantor berita Palestina Wafa, ia tewas setelah ditembak di dada pada hari Selasa (6/2).
Sedikitnya 40 lainnya luka-luka dalam kekerasan tersebut, yang terjadi setelah tentara Israel memasuki kota untuk melakukan penangkapan, kantor tersebut melaporkan.
Wafa mengatakan enam warga Palestina berada dalam kondisi kritis, termasuk seorang pria yang dikejar oleh jip tentara Israel dan yang lainnya ditembak di paha.
Serangan tentara tersebut dilakukan sebagai bagian dari pencarian tersangka dalam sebuah penusukan yang menewaskan seorang pemukim Israel di dekat Nablus awal pekan ini, media Israel dan Palestina melaporkan.
Seorang juru bicara tentara Israel mengatakan kepada Aljazeera bahwa pihaknya sedang menyelidiki dan tidak dapat mengonfirmasi laporan tersebut.
Pemukim Israel tewas pada hari Senin setelah diserang di luar pemukiman ilegal Ariel, di Tepi Barat bagian utara.
Tentara Israel melancarkan pemburuan untuk menangkap tersangka di daerah tersebut pada hari Selasa, kata kantor berita Maori, Bethlehem.
Mereka memblokir jalan utama dan menutup pos pemeriksaan Huwwara, Wafa melaporkan.
Juga pada hari Selasa, tentara Israel menembak dan membunuh seorang warga Palestina berusia 22 tahun, Ahmad Jarrar dalam serangan menjelang fajar di kota Jenin, Tepi Barat bagian utara.
Israel telah menuduh Jarrar, yang telah bersembunyi selama beberapa minggu, membunuh seorang pemukim Israel pada awal Januari. [Rusdiono Mukri]



















