Jakarta, Gontornews –Dalam upaya menindaklanjuti hasil Kongres Ekonomi Umat Majelis Ulama Indonesia (MUI) pada 22-24 April 2017 lalu, melalui Pusat Inkubasi Bisnis Syariah (PINBAS) MUI menggandeng Perhutani, Medco Energy dan Garuda Food memberdayakan petani jagung dan kacang di Jawa Timur.
Dalam hal ini PT Perhutani dan Garuda Food, PINBAS meluncurkan program Agribisnis Kacang Nasional (AGRIKAS) di Bojonegoro, Jawa Timur. Direktur PINBAS MUI, Azrul Tanjung menjelaskan, program kemitraan bersama petani jagung dan kacang tersebut melibatkan stakeholder berbasis Ormas Islam dan Pondok Pesantren.
Lanjut Azrul mengatakan program ini menitikberatkan pada pemberdayaan ekonomi umat dengan melibatkan banyak unsur. “Antara lain Perhutani, Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH), Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) Islam dan Pondok Pesantren,”jelasnya kepada Gontornews.com
Sedangkan realisasi tahap pertama kemitraan telah dilaksanakan melalui kegiatan tanam perdana kacang tanah di Desa Dander, Kecamatan Dander Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur pada 31 Oktober 2017 lalu. Setelah tiga bulan, kegiatan tanam perdana kacang tanah telah bermetamorposis menjadi kegiatan panen perdana kacang tanah pada 5 Pebruari 2018 lalu.
Hasil panen dari total luas 6.5 hektar sebagai pilot projek awal ini menghasilkan sekitar 3 ton/hektar kacang tanah. Hasil ini, jelas Azrul, sepenuhnya akan dipergunakan untuk bibit kacang tanah yang kemudian akan ditanam di lahan seluas 2.200 hektar di lahan Perhutani, dengan target hasil kotor sekitar 18 juta rupiah per hektar. “Dari rencana 2.200 hektar tersebut saat ini telah tertanam seluas 26 hektar,” jelasnya. [Muhammad Khaerul Muttaqien]



















