Jakarta, Gontornews — Pariwisata halal atau pariwisata yang ramah Muslim semakin berkembang merupakan pernyataan yang tidak dapat disangkal. Bahkan wisata ramah Muslim ini dapat dikatakan sebagai fenomena yang tak terbantahkan.
Buktinya, pariwisata halal menyumbang 11 persen dari industri pariwisata global. Wisata halal ditaksir menghasilkan sebesar € 140,7 juta (sekitar Dh632.6 juta) pada tahun 2016 dan akan tumbuh menjadi € 284 juta pada 2022. Demikian situs GulfNews Ahad (29/04/2018) mengabarkan.
Masih dari sumber yang sama, dalam laporan Mastercard-Halal Trip Muslim Millennial Travel Report 2017, diproyeksikan total pengeluaran wisatawan milenium Muslim akan melampaui 100 miliar dolar AS (sekitar Rp 1,3 triliun) pada 2025.
Segmen ini terdiri dari para pelancong yang ingin bepergian dua sampai lima kali setahun untuk rata-rata empat hingga enam hari per perjalanan. Dengan demikian, perjalanan Muslim adalah bisnis global yang besar. [Muhammad Khaerul Muttaqien]
























