Melbourne, Gontornews–Warga Muslim asal Indonesia di Australia yang tergabung dalam berbagai kelompok sepakat membentuk forum komunikasi di antara mereka. Forum ini dibentuk dalam Muktamar Umat Islam Indonesia di Australia yang digelar di Melbourne, 23-25 September 2016.
Muktamar ke-1 bertema Living in Harmony ini digelar oleh Indonesian Muslim Commmunity of Victoria (IMCV) dan dibuka oleh Dubes RI untuk Australia Nadjib Riphat Kesoema, Sabtu (24/9).
Presiden IMCV Neil Siregar mengatakan, pembentukan forum komunikasi ini merupakan tidak lanjut acara muktamar.
“Umat Islam Indonesia di sini mampu menjadi contoh dalam menjalin persaudaraan secara damai dengan komunitas masyarakat dari berbagai latar belakang di Australia, terutama pada saat umat Muslim menjadi soroton dan kadang dianggap sebagai ancaman oleh sebagian orang,” katanya seperti dilansir laman australiaplus.
Menurut Dubes Nadjib yang juga Ketua Asosiasi Duta Besar Negara-negara Anggota Organisasi Kerjasama Islam (OKI) di Canberra, muktamar ini melengkapi rangkaian langkah yang dilakukan para Dubes negara OKI di Australia yang dipimpinnya dalam mendorong citra Islam yang ramah.
“Indonesia pantas berbangga karena dari perspektif historis, orang Indonesialah, melalui pedagang dari Makassar yang memperkenalkan agama Islam secara damai ke suku Aborigin di Australia,” terangnya.
Sejumlah tokoh hadir dalam muktamar ini, di antaranya dari Australia dan New Zeland Dr Zacharia Matthews, Abdushahhed Drew dan Mustapha Sarakibi. Hadir pula Ketua Parlemen Negara Bagian Victoria Bruce Atkinson dan mantan peragawati asal Indonesia Ratih Sanggarwati.
Panitia sepakat menamai forum komunikasi ini “Forum of Indonesian Muslim Community -Australia & New Zealand” (FIMCAZ). Untuk menguatkan program ke depan, rencananya akan kembali digelar Muktamar ke-2 di Sydney tahun 2018 mendatang. [Ahmad Muhajir]




















