Teheran, Gontornews — Pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, mengecam Amerika Serikat dan menuduhnya memprovokasi Arab Saudi untuk konflik dengan Iran.
Dalam pernyataan yang disiarkan televisi pemerintah, Senin (30/4), Ayatollah Ali Khamenei menegaskan kembali seruannya agar AS ‘meninggalkan’ Timur Tengah.
Sebagaimana dikutip Aljazeera, ia mengatakan, setiap kekuatan yang berusaha untuk menantang Iran akan dikalahkan.
“Salah satu cara untuk menghadapi Iran adalah memprovokasi para penguasa kawasan yang tidak berpengalaman,” kata Khamenei merujuk kepada putra mahkota Arab Saudi yang berusia 32 tahun, Mohammed bin Salman.
“Orang Amerika mencoba memprovokasi Arab Saudi melawan Teheran … Tujuan mereka adalah untuk menciptakan lebih banyak krisis regional … untuk mendorong perang di antara sesama umat Islam,” ujarnya seperti dikutip Aljazeera.
“Jika pemerintah-pemerintah ini mendapatkan lebih banyak kebijaksanaan, mereka tidak akan menghadapi Iran. Jika mereka menghadapi Iran, mereka akan dikalahkan,” papar Khamenei.
Dia mengatakan, Iran tidak berniat membatasi pengaruhnya di Timur Tengah. “Orang Amerika yang harus pergi … Timur Tengah, Asia barat, dan Teluk Persia adalah rumah kita.”
Teheran dan Riyadh telah lama terjebak dalam perang proksi, bersaing untuk memperebutkan supremasi regional dari Irak ke Suriah dan Libanon ke Yaman. Presiden AS Donald Trump mendukung Arab Saudi dalam upayanya untuk melawan pengaruh Iran.
Televisi Pemerintah Iran, mengutip juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Bahram Qasemi, mengatakan Teheran akan terus mendukung teman-temannya di wilayah itu meskipun ada tekanan AS untuk mengekang pengaruhnya.
“Kerjasama antara Amerika dan Arab Saudi akan semakin mengacaukan Timur Tengah dan akan menyebabkan lebih banyak krisis di kawasan itu,” kata Qasemi.
“Selama pemerintah yang sah dari negara-negara regional membutuhkan bantuan kami, Iran akan tetap berada di negara-negara itu.”
Para pejabat Iran pada hari Senin menegaskan kembali bahwa Teheran tidak berniat menangguhkan kemampuan rudalnya yang defensif.
“Dengan menuduh Iran, orang-orang Amerika ingin membenarkan kehadiran mereka di kawasan itu dan menjual senjata ke negara-negara kawasan,” kata wakil kantor berita Tasnim dan wakil kepala elite Revolusi Iran, Hossein Salami. [Rusdiono Mukri]





















