Surabaya, Gontornews — Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini, membatalkan acara Festival Rujak Uleg. Pembatalan kegiatan tahunan tersebut menyusul peristiwa pengeboman di tiga gereja di Surabaya.
Kabag Humas Pemkot Surabaya M. Fikser menjelaskan, dalam perjalanan usai menghadiri acara kedinasan di Arab Saudi, Risma langsung memberikan instruksi untuk membatalkan kegiatan tersebut.
“Ibu Risma langsung terbang ke Surabaya dari Bandara Soekarno Hatta,” jelasnya seperti dikutip Antara.
Ia melanjutkan, walikota membatalkan kegiatan lantaran keprihatinannya atas pengeboman yang terjadi di tiga gereja yakni Gereja Santa Maria Tak Bercela (SMTB) di Ngagel, GKI Diponegoro dan GPPS Sawahan Arjuna.
Sementara itu, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Surabaya menyatakan pihaknya langsung menyampaikan perihal pembatalan kegiatan kepada semua peserta Festival Rujak Uleg 2018 baik di tingkat organisasi perangkat daerah (OPD), kecamatan, kelurahan hingga warga.
“Kami punya data pesertanya dan langsung kami informasikan,” ujarnya.
Hari ini, Ahad (13/5), telah terjadi pemboman di tiga gereja di Surabaya. Pihak kepolisian mengungkapkan, ledakan yang terjadi di Gereja Santa Maria Tak Bercelah Ngagel terjadi pukul 07.30 WIB, di GKI Jalan Diponegoro pukul 07.35 WIB, dan Gereja Pantekosta Jalan Arjuna pukul 08.00 WIB.
Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera mengatakan sebanyak delapan orang tewas, termasuk pelaku dan 38 orang luka-luka dan langsung dilarikan ke Rumah Sakit setempat.
“Kami lihat terjadi upaya bunuh diri yang sudah diidentifikasi satu orang meninggal dunia,” kata Barung.Β (Devi Lusianawati)





















