Kabul, Gontornews — Taliban meluncurkan serangkaian serangan di Provinsi Ghazni , Afghanistan. Sebanyak 14 petugas kepolisian, termasuk kepala polisi distrik dan komandan unit cadangan, tewas.
Serangan mematikan itu terjadi beberapa hari setelah kelompok bersenjata itu mengumumkan amnesti bersyarat kepada pasukan keamanan Afghanistan.
Pejuang Taliban menyerbu beberapa pos pemeriksaan keamanan di Dih Yak dan distrik Jaghatu di Provinsi Ghazni pada Senin (21/5) malam. Pertempuran dengan pasukan keamanan itu berlanjut hingga Selasa (22/5).
Aljazeera merilis, tujuh polisi tewas di Dih Yak, termasuk kepala polisi distrik Faizullah Toofan dan komandan cadangan Haji Baraket. Tujuh polisi lainnya tewas di distrik Jaghatu.
Juru bicara Taliban Zabihullah Mujahid, dalam sebuah pernyataan kepada media, mengaku bertanggung jawab atas serangan itu. Dia mengklaim markas distrik Jaghatu serta beberapa pos pemeriksaan polisi di Dih Yak berhasil dikuasai.
Taliban juga mengeluarkan pernyataan yang mengingatkan warga ibukota, Kabul, untuk menghindari pusat militer dan intelijen karena mereka berencana menargetkan mereka sebagai bagian dari serangan musim semi mereka.
Sejak mengumumkan serangan mereka pada bulan April, pejuang Taliban telah meningkatkan serangan terhadap pasukan keamanan Afghanistan dan pejabat pemerintah di seluruh negeri. [Rusdiono Mukri]






















