Islamabad, Gontornews — Ledakan pada saat kampanye politik di Provinsi Balochistan, Pakistan, menewaskan puluhan orang. Di tempat terpisah, ledakan juga menghantam acara kampanye di bagian utara Pakistan. Sedikitnya empat orang tewas.
Dua insiden yang menewaskan sedikitnya 129 orang pada hari Jumat (13/7), itu telah menimbulkan kekhawatiran terhadap peningkatan kekerasan menjelang pemilihan umum (Pemilu) di negara itu.
Seperti dirilis Aljazeera, di Kota Dringarh, sekitar 35 kilometer selatan ibukota Provinsi Balochistan, Quetta, seorang pembom bunuh diri menyerang kampanye Partai Balochistan Awami (BAP), menewaskan sedikitnya 123 orang.
Setidaknya 73 mayat dibawa ke Rumah Sakit Sipil di Quetta, kata pejabat rumah sakit Ali Mardan. Sebanyak 37 mayat lainnya dibawa ke Rumah Sakit Nawab Ghaus Baksh di Mastung, kata pejabat setempat Qaim Lashari.
Dua belas mayat dibawa ke Kompleks Medis Bolan Quetta dan satu lagi di Rumah Sakit Militer Gabungan.
Pada hari Sabtu (14/7), para pejabat mengatakan korban tewas bertambah dua orang karena luka-luka mereka.
“Itu adalah pembom bunuh diri,” kata menteri dalam negeri Agha Omar Bangulzai.
Calon BAP, Siraj Raisani, mencalonkan diri untuk pemilihan majelis provinsi di distrik tempat tinggalnya di Mastung, tempat serangan itu terjadi.
Daerah itu telah menjadi lokasi beberapa serangan oleh kelompok bersenjata Lashkar-e-Jhangvi (LeJ), meskipun mereka kebanyakan menargetkan para peziarah Muslim Syiah yang menuju Iran.
Nasionalis etnis Baloch, yang berjuang untuk kemerdekaan dari Pakistan, juga telah mengklaim beberapa serangan terhadap kandidat pemilihan di wilayah itu dalam beberapa hari terakhir.
Namun belum ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas serangan itu.
Pakistan akan menggelar Pemilu pada 25 Juli mendatang. [Rusdiono Mukri]


















