Dera Ismail Khan, Gontornews — Pembom bunuh diri menewaskan seorang kandidat pemilihan umum (Pemilu) Pakistan di Kota Dera Ismail Khan.
Ikramullah Gandapur tewas setelah konvoinya diserang di daerah kota Kulachi pada hari Ahad (22/7), kata polisi.
Partai Gandapur, Pakistan Tehreek-e-Insaf, mengutuk serangan itu, tetapi kampanye berlanjut menjelang jajak pendapat hari Rabu.
“Sedih mengetahui Ikram Gandapur tewas,” kata kepala partai Imran Khan. “Doa saya untuk keluarganya. Semoga Allah memberi mereka kekuatan untuk menanggung cobaan ini.”
Dera Ismail Khan, yang terletak berdekatan dengan distrik Waziristan Selatan, yang dulunya merupakan kubu dari Tehreek-e-Taliban Pakistan (TTP), sering mengalami serangan seperti itu dalam beberapa tahun terakhir.
Pada hari Ahad, TTP mengaku bertanggung jawab atas serangan itu.
“Ikram Gandapur dicari karena bertanggung jawab atas pembunuhan puluhan anggota Taliban,” kata Muhammad Khurasani, juru bicara TTP, dalam sebuah pernyataan yang dirilis ke media.
Baru kali ini terjadi serangan di Dera Ismail Khan dengan target kandidat Pemilu atau tim sukses kampanye.
Dalam tiga minggu menjelang pemungutan suara, setidaknya 179 orang telah tewas dalam serangan di seluruh Pakistan, khususnya di Provinsi Balochistan barat dan Khyber Pakhtunkhwa.
Pada 11 Juli, seorang kandidat dari saingan PTI, Awami National Party (ANP) di Khyber Pakhtunkhwa tewas dalam serangan bunuh diri bersama 19 orang lainnya, dalam sebuah ledakan pada unjuk rasa di Peshawar.
Dua hari kemudian, seorang pembom bunuh diri menargetkan demonstrasi politik di Kota Mastung, menewaskan lebih dari 154 orang, kata polisi dan pejabat rumah sakit. Serangan itu merupakan yang paling mematikan kedua dalam sejarah Pakistan.
Lebih dari 800.000 personel keamanan – termasuk lebih dari 370.000 tentara – akan dikerahkan untuk keamanan pada hari pemilihan, Komisi Pemilihan Pakistan mengatakan pekan ini.
Lebih dari 106 juta pemilih akan memilih 272 kursi di majelis rendah parlemen negara itu, serta untuk empat majelis provinsi di negara itu. [Rusdiono Mukri]





















