Lombok Utara, Gontornews — Pascagempa dangkal 6,4 SR di titik episentrum dekat Lombok Timur, sedikitnya empat kali gempa susulan juga mengguncang kuat Kabupaten Lombok Utara, Ahad (29/7) pagi. Empat kali gempa susulan di Lombok Utara terjadi masing-masing pada pukul 06.06 WIB, 06.15 WIB, 08.50 WIB, dan 09.20 WIB.
Mengutip laman gempa bumi terkini BMKG, empat kali gempa susulan di Lombok Utara terjadi pada magnitudo di antara 5,0 – 5,7 SR. Gempa juga terjadi di kedalaman yang dangkal, hanya 10 km di bawah permukaan.
Imbas gempa dangkal dan guncangan cukup kuat yang terasa di wilayah Lombok Utara, kerusakan infrastruktur dilaporkan juga terjadi di beberapa wilayah Lombok Utara. Mengutip paparan BNPB, hingga Ahad sore, sudah terdata 4.470 kepala keluarga terdampak langsung gempa di Lombok Utara.
Lalu Alfian dari Aksi Cepat Tanggap Nusa Tenggara Barat (NTB) mengatakan, warga di Lombok Utara sudah diimbau untuk tetap berada di luar ruangan, mencegah terjadinya runtuhan akibat gempa susulan.
“Tim Emergency Response ACT NTB juga sudah berada di Lombok Utara, melakukan pendataan korban dan mencari opsi agar kebutuhan mendesak bisa dikirimkan segera, khususnya kebutuhan untuk tidur malam ini dan kebutuhan makanan,” ujar Alfian
Sodaqo buka tenda darurat
Hingga Ahad (29/7) sore, pergerakan Tim Emergency Response ACT di Lombok Utara berada di Dusun Dasan Gerisak, Desa Anyar, Kecamatan Bayan.
“Kondisi terkini dari lokasi di Bayan, sebagian besar rumah warga mengalami kerusakan. Tim Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) – ACT Lombok Utara malam ini akan stand by di Bayan, menyiapkan kebutuhan darurat para pengungsi,” ujar Kusmayadi, koordinator Emergency Response ACT.
Untuk menyiapkan kebutuhan logistik, Alfian menjelaskan, ACT NTB berkolaborasi dengan Sodaqo dari PT Hydro Perdana Retailindo. Sebagai perusahaan wakaf di bawah Global Wakaf Corporation, PT Hydro menerapkan konsep bahwa, hasil wakaf produktif pun bisa untuk merespons kebencanaan, terlebih di fase tanggap darurat.
“ACT dan Sodaqo akan membangun tenda darurat untuk istirahat pengungsi di Dusun Dasan Gerisak, Desa Anyar, Kecamatan Bayan. Sementara dapur umum dan kebutuhan logistik akan disuplai distribution center Sodaqo yang dimiliki oleh PT Hydro,” jelas Alfian.
Syahru Aryansyah selaku CEO PT Hydro Perdana Retailindo menjelaskan, Sodaqo bersama Tim ACT bergerak bersama di Dusun Dasan Gerisak, salah satu wilayah terdampak gempa cukup parah di Lombok Utara.
“Sodaqo Ahad (29/7) malam mendistribusikan paket makanan dan minuman sebagai pertolongan pertama bagi korban gempa. Bantuan itu meliputi air mineral, obat-obatan, biskuit, beras, kopi, popok bayi, susu, minyak goreng, gula dan kebutuhan lainnya,” papar Syahru Aryansyah.
Hingga Ahad (29/7) malam, saluran listrik dan air bersih juga dikabarkan masih terputus. Kebutuhan pangan pun belum sepenuhnya terpenuhi di Dusun Dasan Gerisak.
“Malam Ahad dari distribution center Sodaqo akan dikirimkan makanan dan air untuk warga Gerisak. Bantuan sudah diterima langsung oleh perangkat Desa Anyar, untuk didistribusikan ke 10 titik pengungsian” ujar Alfian.
Menerangkan tentang konsep Sodaqo, PT Hydro sebagai perusahaan wakaf menggunakan konsep sociopreneur dalam mengembangkan bisnis minimarket Islami bernama Sodaqo.
“Selain bisnis bisnis juga memperhatikan unsur sosial. Dengan artian bahwa setiap transaksi di Sodaqo ada nilai sedekah yang dapat dirasakan masyarakat luas, termasuk bantuan langsung tanggap bencana gempa di Lombok Utara ini. In syaa Allah,” pungkas Syahru Aryansyah, Ahad (29/7). [Al Hafidh]






















