Lombok Timur, Gontornews— Alarm Peringatan Dini Tsunami Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) berbunyi lantang, pemicunya datang dari Lombok Timur. Tercatat gempa cukup kuat dan dangkal menggetarkan Pulau Lombok, Ahad (5/8) sore selepas waktu Maghrib.
Melansir Sutopo Purwo Nugroho, kepala Pusat Data dan Humas BNPB, gempa Lombok 7,0 SR Ahad (5/8) menyalakan Alarm Peringatan Dini Tsunami di sebelah utara Pulau Lombok.
βStatusnya waspada. Gempa berpotensi tsunami. Lebih besar dari gempa yang terjadi Ahad pekan lalu,β ujar Sutopo.
Sutopo menegaskan, waspada potensi tsunami berlaku bagi warga di wilayah pantai Lombok Barat bagian utara dan Lombok Timur bagian utara.
βWarga Lombok di perairan bagian utara segera menjauhi pantai. Mengevakuasi diri menuju ke tempat yang lebih tinggi. Kemungkinan air laut naik tidak akan melebihi tinggi satu setengah meter,β ujar Sutopo.
βGuncangannya sangat besar, mungkin dampak kerusakannya akan lebih masif daripada pekan lalu. Dan kali ini, termasuk gempa dangkal yang berpotensi tsunami,β jelas Sutopo.
Pemutakhiran laporan terkini, Dwikorita Karnawati, kepala BMKG mengatakan, tsunami yang pertama telah terjadi setinggi 13,5 cm dan ketinggian 10 cm.
βTsunami tertinggi diperkirakan setengah meter. Seluruhnya terjadi di perairan bagian utara Lombok. Laporan masuk terjadi tsunami 13,5 cm terjadi di Desa Carik di Lombok Utara,β ujar Dwikorita.
Sementara itu, dari data tingkat guncangan gempa, Sutopo mengatakan bahwa gempa Lombok 7,0 SR Ahad (5/8) berada di skala guncangan 8,0 MMI (Modified Mercalli Intensity). βSkala guncangan Gempa Lombok 7,0 SR ini lebih tinggi dibandingkan gempa Ahad pekan lalu. Kemungkinan akan banyak lagi bangunan yang roboh,β tulis Sutopo seperti di lansir dari laman ACT. [Al Hafidh]





















