Depok, Gontornews — Diantara akibat salah memanfaatkan jejaring sosial adalah munculnya kasus perselingkuhan. Mulai dari sekedar berkenalan dengan lawan jenis, berbagi kisah hidup, hingga akhirnya berani berbagi kasih dalam tali cinta terlarang.
Tidak bisa dipungkiri, bermain medsos (media sosial) memang cukup mengasyikkan. Sayangnya, banyak pasangan suami istri (pasutri) yang entah secara sadar atau tidak, justru menyalahgunakan medsos itu sendiri.
Beberapa pakar bahkan setuju bahwa melakukan flirting di medsos bisa disebut sebagai perselingkuhan. Dalam penelitian yang dilakukan oleh pakar hubungan dan penulis buku The Monogamy Myth’ Peggy Vaughan, sebanyak 56 persen hubungan online berubah menjadi perselingkuhan dalam kehidupan nyata hanya dalam waktu satu minggu.
Menurut Psikolog Klinis Dewasa, Wulan Ayu Ramadhani, MPsi, “Jika ada yang ditutupi oleh pasangan dan hubungan telah dipenuhi dengan kebohongan, maka itu termasuk bentuk perselingkuhan.”
Berikut kenali fakto-faktor pemicu perselingkuhan:
- Lemahnya keimanan.
- Minimnya komitmen berumah tangga dan kedewasaan berpikir dalam mempertahankan pernikahan.
- Ketidakpuasan terhadap pasangan selama berumahtangga.
- Tidak bisa menjaga pandangan terhadap lawan jenis.
- Kepribadian narsistik (Narcissistic Personal Disorder/NPD). Penderita NPD kerap memiliki rasa penghargaan diri yang rendah, sehingga berusaha mencari pengakuan, pujian, dan penghargaan dari orang lain.
- Adanya sikap Dayyuts adalah pria yang tidak memiliki rasa cemburu. Terlebih cemburu yang syar’i yakni cemburu jika keluarganya melakukan perbuatan kemungkaran seperti selingkuh.
- Bosan dengan pasangan. Ini adalah hal wajar karenanya pasutri harus cerdas mensiasati dengan selalu melakukan penyegaran cinta dan saling instropeksi diri. <Edithya Miranti>





















