New York, Gontornews — Sidang Dewan Keamanan PBB hari Sabtu (8/10) membahas dua resolusi untuk Suriah. Resolusi pertama yang dirancang oleh Prancis menyerukan diakhirinya serangan udara oleh pemerintah Suriah dengan dukungan Rusia. Sedangkan resolusi kedua yang dibuat oleh Rusia mendesak diberlakukannya gencatan senjata namun tidak menyebutkan menghentikan pemboman.
Rusia memveto resolusi yang dirancang Prancis, yang akan menuntut segera diakhirinya serangan udara dan penerbangan militer atas kota terbesar kedua di Suriah, Aleppo. Resolusi ini juga mendesak diberlakukannya gencatan senjata, serta akses bantuan kemanusiaan di seluruh negeri.
Ini adalah kelima kalinya Rusia memveto resolusi PBB tentang Suriah selama konflik lebih dari lima tahun.
Sebelumnya empat kali Rusia didukung oleh Cina, namun pada sidang hari Sabtu kemarin Cina absen dari pemungutan suara.
Sebelas dari 15 Anggota Dewan memilih mendukung resolusi rancangan Prancis ini. Sebuah resolusi PBB memerlukan sembilan suara dukungan dan tidak ada veto untuk bisa diadopsi. Lima negara yang mempunyai hak veto adalah Amerika Serikat, Prancis, Inggris, Rusia dan Cina.
Setelah veto Rusia, Dewan beralih membahas resolusi kedua yang disusun Rusia. Namun resolusi ini gagal mengumpulkan suara yang cukup untuk lolos.
“Ini adalah hari drama tingkat tinggi di Dewan Keamanan,” kata James Bays, editor Al Jazeera, melaporkan dari markas besar PBB di New York.
“Duta besar Rusia menyebutnya sebagai ‘tontonan’. Saya berbicara dengannya beberapa saat yang lalu ketika ia meninggalkan sidang. Katanya tidak ada yang menang dan kami harus kembali ke diplomasi.”
Setelah usulan Rusia gagal mengumpulkan cukup suara, Matthew Rycroft, duta besar Inggris untuk PBB, meminta Rusia untuk “menghentikan pemboman di Aleppo sekarang”.
“Pemboman warga sipil di Aleppo sangat memuakkan dan barbar. Hentikan sekarang,” ujarnya.
Mengomentari Rycroft ini, Vitaly Churkin, duta besar Rusia untuk PBB, mengatakan, “Sebaliknya Inggris harus berhenti mendukung teroris.” [Rusdiono Mukri]




















