Kuala Lumpur, Gontornews — Low Taek Jho, pengusaha Malaysia yang buron di pusaran skandal korupsi besar-besaran yang menjatuhkan pemerintah Najib Razak, telah dituduh dengan delapan tuduhan pencucian uang.
Keputusan hari Jumat (24/8) itu dipandang sebagai langkah kunci untuk mengekstradisi Low Taek Jho, yang juga dikenal sebagai Jho Low, tokoh kunci dalam dugaan korupsi dana negara 1MDB.
Laporan mengatakan, Low saat ini berada di daratan Cina, setelah diduga melarikan diri dari Macau.
Sementara itu mantan Perdana Menteri (PM) Malaysia, Najib Razak, yang dituduh melakukan pencucian uang dibebaskan dengan uang jaminan.
Tuduhan korupsi merupakan penyebab utama kekalahan Najib, yang mengatur dan mengawasi 1MDB, dalam pemilihan umum pada bulan Mei lalu.
Amar Singh, kepala polisi unit kejahatan komersial, mengatakan kepada kantor berita AFP bahwa pengusaha itu dituduh dengan delapan dakwaan di pengadilan absentia di ibukota administratif, Putrajaya.
Tuduhan itu berada di bawah undang-undang antipencucian uang dan anti-terorisme. Ayah Low juga dituntut dengan satu tuduhan mentransfer uang kepada putranya.
Laporan mengatakan, langkah itu akan membuka jalan bagi pihak berwenang untuk mengekstradisi Low, karena keduanya harus hadir di pengadilan untuk persidangan selanjutnya.
Juru bicara Low mengatakan, dia mengaku tidak bersalah.
“Sangat jelas bahwa tidak mungkin bagi Mr Low untuk mendapatkan keadilan di pengadilan Malaysia, di mana pemerintah telah membuktikan berulang kali bahwa mereka tidak tertarik pada aturan hukum,” kata juru bicara itu, dalam sebuah pernyataan melalui pengacara Low.
Najib dan kroni-kroninya dituduh menjarah miliaran dolar dari 1MDB, dan Perdana Menteri baru Mahathir Mohamad telah membuka kembali penyelidikan atas kontroversi tersebut.
Departemen Kehakiman AS, yang berusaha memulihkan aset yang diduga dibeli dengan uang korupsi, menuduh Najib dan kroni-kroninya mencuri US$ 4,5 miliar.
Low, yang tidak memegang peran resmi di 1MDB tetapi diyakini memiliki pengaruh besar atas dana tersebut, diduga bertanggung jawab atas banyak pembelian properti bernilai besar. Ini termasuk kapal pesiar mewah senilai US$ 250 juta yang dikembalikan ke Malaysia awal bulan ini setelah ditangkap di Indonesia.
Pada hari Jumat, sebuah pengadilan Malaysia menyetujui permintaan oleh pemerintah untuk menjual kapal Equanimity 90 meter, yang memiliki kolam renang, helipad dan bioskop itu.
Pengadilan akan memutuskan siapa nanti yang akan menerima uang hasil penjualan itu.
Sementara itu, pesawat pribadi senilai US$ 35 juta, yang diyakini milik Low, telah ditahan selama berbulan-bulan di bandara Singapura.
Pekan lalu, Singapura mengatakan bahwa permintaan resmi belum diajukan oleh Malaysia untuk membebaskan jet Bombardier Global 5000 itu.
Sejak kekalahan pemilihannya, Najib telah ditangkap dan didakwa atas skandal itu. Namun dia menyangkal keterlibatannya. [Rusdiono Mukri]




















