Jakarta, Gontornews — Kementerian Perindustrian mendorong industri pengolahan susu untuk menjalin kerjasama dengan peternak sapi perah dalam negeri. Program kemitraan ini dalam upaya peningkatan daya saing industrinya karena didukung dengan pemenuhan bahan baku susu segar yang berkesinambungan dan berkualitas baik.
”Melalui program kemitraan tersebut, diharapkan para peternak memperoleh manfaat positif,” kata Dirjen Industri Agro Kemenperin Panggah Susanto dalam siaran persnya, Ahad (9/10).
Manfaat itu, antara lain pendampingan mengenai manajemen produksi susu, perbaikan sarana dan prasarana produksi, serta peningkatan kualitas dan produktivitas susu. Hal ini secara langsung akan berdampak pada peningkatan produksi susu dan kesejahteraan peternak sapi perah.
Karenanya, Kemenperin memberikan apresiasi kepada PT Nestlé Indonesia karena selama lebih dari 40 tahun terus mengembangkan program kemitraan yang melibatkan sebanyak 27 ribu peternak sapi perah di Provinsi Jawa Timur. Program ini telah meningkatkan penyerapan produksi susu sebesar 500 ribu liter setiap harinya untuk diolah di pabrik susu Kejayan.
Sementara itu, Direktur Sustainability Agriculture Development & Procurement PT Nestlé Indonesia Wisman Djaja menjelaskan, model kerjasama ini telah berhasil memastikan Nestlé mendapatkan pasokan bahan baku yang berkualitas dari peternak. Pada saat yang sama, peternak akan mendapatkan kemudahan akses pasar yang diperlukan untuk meningkatkan pendapatan.
“Nestlé membangun kemitraan dengan para peternak melalui koperasi-koperasi susu yang ada di Jawa Timur dengan memberikan pendampingan teknis serta pelatihan tentang praktik-praktik peternakan yang berkelanjutan, dan tentunya bantuan finansial,” paparnya.
”Selain itu, kami harapkan PT Nestlé Indonesia tetap berkomitmen untuk dapat menyerap susu segar dalam negeri serta terus mengembangkan program kemitraan yang telah dijalankan menjadi lebih baik lagi,” tuturnya. [Muhammad Khaerul Muttaqien/Rus]

















