Sumenep, Gontornews — Ketua DPR RI Ade Komarudin menegaskan komitmen pemerintah dan DPR untuk menjaga dan mengembangkan pendidikan pondok pesantren. Bahkan menurutnya, pondok pesantren adalah ‘Soko Guru’ pendidikan di Indonesia.
“Pesantren merupakan soko guru pendidikan di Indonesia. Dari pondok pesantren, para santri akan mendapatkan banyak hal. Mulai ilmu pengetahuan, pendidikan agama, pendidikan karakter, kemandirian, kesederhanaan, juga qanaβah,” paparnya saat membuka rangkaian Kesyukuran 64 Tahun Pondok Pesantren Al-Amien, Preduan, Sumenep, Sabtu (8/10).
Pria yang biasa disapa Akom tersebut menjelaskan pondok pesantren merupakan sistem pendidikan pertama yang ada di Indonesia yang dibangun oleh para ulama, yang diawali dari sanggar dan surau pada masa lampau. Selanjutnya berkembang menjadi pondok pesantren. Oleh karena itu, ia menilai pondok pesantren adalah fondasi pendidikan. Di dalamnya, santri mendapatkan ragam ilmu pengetahuan, mulai dari ilmu agama dan umum.
Sebagai orang yang pernah mengenyam pendidikan di pondok pesantren, maka ia mempunyai komitmen untuk membesarkan dan mengembangkan lembaga tersebut.
“Kami di DPR RI telah berkomitmen untuk memperhatikan dan memajukan pondok pesantren. Komitmen kami agar pondok pesantren bisa dijaga dan dikembangkan dengan baik,” tandasnya.
Ia menambahkan, sebagai pondok pesantren modern, Al-Amien diminta untuk tidak begitu saja meninggalkan nilai-nilai luhur pendiri bangsa, melainkan disesuaikan dengan perkembangan zaman.
“Kami berharap lulusan Al-Amien ini bisa menularkan modernisasi ke seluruh Indonesia. Tapi ingat, modernisasi bukan berarti meninggalkan nilai-nilai luhur bangsa dan agama,” ucapnya.
Ponpes Al-Amien sendiri memiliki kurang lebih 8.000 santri. Ponpes ini terletak di empat lokasi di Prenduan, Sumenep. Dua merupakan Ponpes khusus putra dan dua Ponpes khusus Putri. Selain itu, Ponpes ini juga memiliki perguruan tinggi Islam bernama Institut Dirosat al Islamiyah Al-Amien. [Fathurroji/Rus]





















