Surabaya, Gontornews—Alhamdulillah, kepedulian terhadap gempa Lombok terus berdatangan dari berbagai kalangan, baik dari komunitas, instansi, perusahaan maupun perorangan.
Memasuki fase pemulihan gempa Lombok, dua pekan lalu ACT telah mulai membangun kompleks hunian sementara terpadu (Integrated Community Shelter (ICS) serta pengiriman bantuan logistik. Upaya tindak lanjut pada masa pemulihan, ACT Jawa Timur (Jatim) kembali memberangkatkan bantuan tahap kedua untuk Lombok, Ahad (2/9).
Ponco Sri Ariyanto selaku Kepala Cabang ACT Jatim mengatakan, pihaknya akan terus mengajak masyarakat Jatim untuk selalu mendoakan dan mendampingi korban gempa di Lombok meski tak harus berada di lokasi bencana.
“Hari ini, sebagai upaya membantu masyarakat Lombok sekaligus menyampaikan amanah dari masyarakat Jawa Timur, ACT akan mengirimkan bantuan logistik dan memberangkatkan relawan kemanusiaan tahap kedua. Semoga upaya ini dapat mempercepat proses pemulihan di titik-titik terdampak gempa,” tambahnya.
Acara pemberangkatan bantuan ini dilepas langsung oleh perwakilan dari Kementerian Sosial dan Ketua MUI Jatim KH Abdussomad Buchori.
ACT Jatim memberangkatkan 12 Truk Kemanusiaan yang membawa bantuan logistik berisi paket sembako, pakaian baru, perlengkapan sanitasi, tenda, selimut, tempat tidur, serta kebutuhan pokok lainnya.
“Dari persiapan yang kami lakukan, dari Malang sudah siap memberangkatkan 5 truk, sementara dari Surabaya 7 truk, jadi total 12 truk. Semoga perjalanan bisa lancar sampai ke gudang logistik utama ACT di Mataram,” pungkas Ponco.
Setelah pelepasan, 12 truk ini akan berangkat dari Masjid al Akbar dengan dikawal patrol pengawal (patwal) dari kepolisian. Selain dikawal oleh patwal, konvoi truk kemanusiaan ini juga akan dikawal oleh komunitas RX King Sidoarjo melalui rute Jalan A. Yani menuju Bundaran Waru kemudian masuk tol selanjutnya akan meneruskan perjalanan darat sampai ke Gudang logistik ACT yang berada di pusat Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat.
Selain membawa bahan logistik, keberangkatan bantuan ini juga membawa setidaknya 15 relawan dengan berbagai keterampilan.
Muhammad Romadhoni, mahasiswa Jurusan Perkapalan yang memiliki keterampilan medical first aid dan penyelamatan ini mendaftarkan diri untuk menjadi relawan selama dua pekan di Lombok. “Saya mengikuti kata hati untuk terjun di dunia kemanusiaan ini. In syaa Allah saya siap lahir batin untuk turut membantu korban gempa di Lombok,” tukas pemuda yang akrab dipanggil Dhoni ini.
Sementara itu, tak hanya relawan laki-laki yang berangkat bersama truk kemanusiaan ini, namun juga ada relawan dari kaum hawa. Balqis Nabila Nirmala, relawan dari komunitas Life For Ummah ini mengaku ingin sekali bisa berkontribusi dalam masa pemulihan pascagempa di Lombok. Ia bergabung dengan tim trauma healing dan Dapur Umum.
“Untuk bisa ke Lombok dan bergabung dengan relawan kemanusiaan ACT di sana, saya sudah mengajukan izin untuk tidak kuliah selama dua pekan. Alhamdulillah, orangtua juga sudah memberi ijin, jadi bisa berangkat dengan mantap,” ujar Cici, sebutan akrab Balqis Nabila Nirmala.
Dalam menghimpun sampai dengan memberangkatkan bantuan ini, ACT Jatim menggandeng komunitas-komunitas yang ada di Surabaya. Gabungan komunitas ini bernama Sinergi Jatim Peduli Lombok.
Mereka terdiri dari Masyarakat Relawan Indonesia, Life For Uummah Surabaya, KAHF Surabaya Hijrah, Risma Al Falah Surabaya, Komunitas Mahasiswa Pendidikan, Ransel Santri, Better Youth Foundation, SWAT, Nawa.
Sebelumnya, pada 12 Agustus 2018, ACT Jatim telah mengirimkan bantuan logistik tahap pertama untuk Lombok sebanyak 6 truk. Bantuan kemanusiaan yang tiba di Pelabuhan Lembar Lombok setelah sehari perjalanan, langsung mendapat sambutan hangat dari Dinas Perhubungan, TNI serta mendapat pengawalan polisi hingga sampai di posko logistik utama ACT.
Pemberangkatan bantuan ini tidak lepas dari kerjasama dan kontribusi seluruh lapisan masyarakat Jawa Timur. ACT bersama masyarakat Indonesia akan terus menggalang bantuan untuk Lombok sampai masa pemulihan pascabencana benar-benar membangkitkan kehidupan masyarakat Lombok menjadi lebih baik.






















