Tripoli, Gontornewsย — Sekitar 400 tahanan melarikan dari penjara Ain Zara di Tripoli Libya, Senin (3/9). Sebelumnya, Libya telah dilanda konflik tidak berkesudahan antara pemerintah Libya dengan pemberontak yang kabarnya didukung NATO sejak mantan Perdana Menteri Libya, Muammar Qaddafi, tewas pada 2011 silam.
Seorang pejabat, yang tidak mau disebutkan namanya, melaporkan bahwa para penjaga penjara tidak mampu menghentikan sejumlah narapidana yang berhasil membuka pintu penjara secara paksa.
Penjara Ain Zara sendiri berada di daerah Tripoli Selatan sebuah wilayah di mana terjadi pertempuran sengit antara kelompok pemberontak dengan Pemerintah Libya. Bahkan, terjadi persaingan kekuasaan politik antara kelompok yang berdiam di Tobruk dan di Tripoli.
Secara terpisah, sebuah rudal jatuh di kamp Al-Fallah di kota Misrata sebelah Barat, Ahad (2/9). Roket tersebut menghantam hotel Waddan di pusat kota Tripoli yang berdekatan langsung dengan Kedutaan besar Italia untuk Libya. Akibatnya, 3 orang dikabarkan cedera.
Selain itu, perusahaan minyak negara, NOC, juga menyebut bahwa salah satu depot diesel yang digunakan untuk pembangkit listrik juga terkena roket, Sabtu (1/9).
Pemerintah Libya yang mendapatkan dukungan dari PBB mengumumkan bahwa ibukota Libya berada dalam situasi darurat. Untuk mengakhiri pertempuran ini, perwakilan PBB di Libya mengusulkan kepada beberapa pihak agar peduli dengan keadaan Libya serta mengusulkan untuk mengadakan dialog yang diadakan terhadap kedua belah pihak yang bertikai. [Mohamad Deny Irawan]






















