Jakarta, Gontornews – Menyusul pernyataan Ustadz Abdul Somad dalam akun instagramnya yang mengatakan ada upaya intimidasi serta pembatalan secara sepihak di beberapa derah, Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat, Hidayat Nur Wahid, menyerukan kepada semua pihak yang keberatan dengan acara tabligh akbar maupun ceramah Ustadz Abdul Somad agar melaporkannya kepada pihak kepolisian.
Hidayat lantas meminta agar tidak ada lagi ormas yang mengancam orang untuk berceramah atau tidak berceramah.
“Harusnya tidak ada ormas apapun yang melakukan persekusi melakukan sweeping. Tidak ada yang mengancam orang yang berceramah atau tidak berceramah. Harusnya, kalau ada yang berkeberatan disampaikan kepada polisi, biar polisi yang menyelesaikan,” ungkapnya di gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Senin (3/9).
Hidayat pun meminta agar pihak kepolisian agar menjaga netralitas dalam menghadapi permasalahan ini. “Saya kira kepolisian harus betul-betul menjadi institusi negara yang netral dan menegakkan hukum dan jangan membiarkan persekusi semacam ini,” sebut politisi Partai Keadilan Sejahtera itu.
“Kalau Pancasila diamalkan, itu orientasinya adalah persatuan Indonesia, bukan orientasinya memecah belah anak bangsa. Orientasinya permusyawaratan bukan melakukan orientasi semacam itu,” tambah Hidayat.
Sebelumnya akun instagram @UstadzAbdulSomad membuat pernyataan yang berisi tentang pembatalan sejumlah agenda ceramah di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Berikut pernyataan lengkap Ustadz Abdul Somad:
Assalamua’alaikum warahmatullah wabarakatuh
Beberapa ancaman, intmidasi, pembatalan, dan lain-lain terhadap taushiyah di beberapa daerah seperti di Grobogan, Kudus, Jepara dan Semarang.
Beban panitia yang semakin berat
Kondisi psikologis jamaah dan saya sendiri.
Maka, saya membatalkan beberapa janji di daerah Jawa Timur, Jawa Tengah dan Yogyakarta:
- September di Malang, Solo, Boyolali, Jombang, Kediri;
- Oktober di Yogyakarta;
- Desember janji dengan ustadz Zulfikar di daerah Jawa Timur;
Mohon maaf atas keadaan ini, harap dimaklumi, dan mohon didoakan selalu.
Wassalamu’alaikum warahmatullah wabarakatuh
Al-faqiir ilaa rabbih, Abdul Somad
[Mohamad Deny Irawan]



















