Juba, Gontornews – Sebanyak 19 orang tewas di Sudan Selatan ketika sebuah pesawat kecil yang membawa penumpang dari Bandara Internasional Juba menuju kota Yirol jatuh pada hari Ahad (9/9).
Menteri Informasi Sudan Selatan Taban Abel Aguek mengatakan kepada kantor berita Anadolu bahwa tiga orang, termasuk satu anak dan seorang co-pilot, selamat dalam kecelakaan itu.
Seperti dikutip Aljazeera, Aguek mengatakan, 22 orang naik ke pesawat 19 kursi itu.
Dia mengatakan pihak berwenang sedang menyelidiki penyebab kecelakaan pesawat itu.
“Kami belum membuat rincian lengkap,” kata Aguek kepada kantor berita AFP.
“Ketika tiba cuaca sangat berkabut dan ketika mencoba mendarat jatuh.”
Salah satu korban selamat, seorang dokter Italia yang bekerja untuk badan amal, dalam kondisi stabil dan diterbangkan ke Juba setelah menjalani operasi di Yirol.
Menurut Aguek, Uskup Anglikan dari Yirol, Simon Adut, termasuk di antara korban tewas.
Stasiun radio Perserikatan Bangsa-Bangsa, Radio Miraya, juga melaporkan hanya ada tiga orang yang selamat. Di akun Twitter-nya, radio itu dan mengunggah gambar reruntuhan pesawat yang terendam dalam air.
Sejumlah kecelakaan telah terjadi di Sudan Selatan yang dilanda perang dalam beberapa tahun terakhir. [Rusdiono Mukri]






















