10
Tonton Selengkapnya
pesanan-majalah-edisi-khusus
26 °c
Pecenongan
Sun
Mon
Saturday, 25 July, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Saintek Sains

PaperTerakhir Stephen Hawking: Dari Universe ke Multiverse

Oleh Dedi Junaedi

Dedi Junaedi by Dedi Junaedi
10 September 2018
in Sains
0
PaperTerakhir Stephen Hawking: Dari Universe ke Multiverse

Gajah mati meninggalkan gading. Ilmuwan wafat menyisakan jasa. Sebelum anumerta, Stephen Hawking sempat mewariskan makalah ilmiah. Ini kontribusi terakhirnya tentang multiverse alam semesta.
Empat belas miliar tahun yang lalu, Big Bang berdentum pertama kali. Ledakan maha besar menggerakkan semua materi dan energi dan membentuk alam semesta kita. Sesuatu yang luar biasa pun sekonyong-konyong terjadi. Tatanan ruang dan waktu itu dimulai dan seketika menyebarluas dengan laju lebih cepat daripada kecepatan cahaya.
‘’Saat itulah “inflasi kosmik” mulai terjadi,’’ ungkap Stephen Hawking dalam jurnal High Energy Physics terbaru (3 Mei 2018). Sebagaimana hasil perhitungan simulai dan pengamatan para fisikawan, alam semesta telah dan terus terkembang dengan luasan yang lebih besar dari yang pernah bisa kita amati. Inflasi kosmik memastikan adanya wilayah-wilayah ruang semesta ketika ekspresi cahayanya belum lagi mencapai wilayah amatan kita. Itu berarti selalu ada sesuatu yang terjadi di luar batas alam semesta yang teramati, wilayah yang tidak dapat dilihat oleh teleskop manusia.

Dalam makalah A Smooth Exit from Eternal Inflation? [ditulis bersama Thomas Hertog], kosmolog besar itu menyampaikan pandangannya, adanya fakta jagat raya terkembang di luar batas perkiraan memunculkan tesis adanya semesta yang jamak. Konsep universe (semesta junggal) tak lagi valid diperthankan. Sudah waktunya kita berpikir adanya semesta yang multiverse.
Beberapa model teori Big Bang memprediksi bahwa inflasi yang merentang ruang pada awal waktu juga menghasilkan jumlah ‘alam semesta saku’ (universe pocket) yang tak terbatas, dipisahkan oleh daerah-daerah yang tidak dapat dilewati satu sama lain.
Dalam pandangan ini, eksistensi menyebar seperti gambar fraktal, dan ada sudut yang tak terhitung jumlahnya di mana alam semesta saku dapat berada. Di alam semesta tersebut, iterasi yang tak terhitung jumlahnya hadir dalam perjalanan waktu dan berkembangnya seluruh jagat raya, masing-masing memiliki sedikit varian berbeda dari yang lainnya. Ekspresi semesta saku itu beragam warna dan karakteristiknya. Ada yang tampak hijau. Ada yang putih, ada yang tampak seperti pizza. Sementara itu, hukum-hukum fisika dasar sepertinya tidak lagi berlaku.
Semua itu menimbulkan beberapa kebingungan. Untuk itu, Stephen Hawking, yang meninggal pada 14 Maret, menawarkan jalan keluar dari konsep inflasi abadi (eternal inflation) agar kita dapat memahami alam semesta secara rasional dengan pandangan fisika.
Dalam makalah terakhirnya, Hawking berpendapat bahwa keberadaan multiuniverse dapat lebih sederhana. Ruang maha luas itu tidak menelurkan dunia yang terpisah dengan jumlah yang tak terhitung. ‘’Mungkin ada lebih dari satu alam semesta, tetapi bukan jumlah yang tak terbatas,’’ tegasnya. Dan temuan terakhir ini, sebenarnya dia sangat berharap: para fisikawan lain dapat memiliki kesempatan untuk memahami hukum alam kita secara lebih dalam.

Kasus Hawking Melawan Multiverse
Melalui makalahnya, Hawking menyadari kemungkikan tesis multiverse menimbulkan pro dan kontra di dunia ilmiah. Untuk itu, dia mengawali argumennya dengan mengungkapkan: “Saya tidak pernah menjadi penggemar dari multiverse.” Meskipun demikian, fakta menunjukkan bahwa beberapa karyanya di bidang kosmologi meramalkannya. Dia tidak suka multiverse, sebagai teori, karena sedikit anti-ilmiah. Pada kesempatan lain, dia pernah menyebut bahwa multiverse mewakili akhir dari pencarian sains.
Mengapa tesis multiverse tidak populer? Jawaban ringkasnya, kata Hawking dan Hertog, oleh karena teori multiverse memprediksi hal-hal yang tidak bisa kita lihat atau diamati secara langsung. ‘’Jika teori ilmiah Anda memprediksi sesuatu yang tidak pernah bisa diuji, ia berhenti menjadi sains. Itu filosofinya,’’ jelas Hawking.
Multiverse tidak memuaskan dari kacamata nalar ilmiah biasa. Ini menunjukkan bahwa hukum yang mengatur alam semesta kita tidak lagi memiliki makna istimewa Mereka hanya satu permutasi acak pada fraktal realitas tak terbatas.
“Jelas itu sangat tidak memuaskan,” tambah Thomas Hertog, seorang fisikawan di Universitas Katolik Leuven di Belgia yang ikut menulis makalah bersama dengan Hawking. “Mengapa tidak memuaskan? Karena hukum alam yang kita amati di alam semesta kita menjadi tidak banyak berfungsi. “Menerima konsep multiverse berimplikasi kita menyerah pada pencarian untuk memahami tentang spesialisasi alam semesta kita,’’ tegasnya.
‘’Beberapa orang menyukai [multiverse] sebagai penjelasan, dan kami tidak puas dengan itu,” kata Hertog. Model matematis Big Bang memprediksi multiverse menunjukkan “teori itu tidak baik.’’ Maka, kata mereka, ‘’kami kembali ke teori Big Bang dengan revisi perbaikannya. ”

Harapan Terakhir Hawking
Sebagai jalan keluar dari jabatan konsep inflasi abadi, fisikawan Hawking dan Hertog membuat simulasi model matematika tingkat tinggi. Keduanya memadukan pendekatan matematika euclidan, fractal dan supersimetri yang terbilang sangat rumit.

BACA JUGA

Risiko Depresi Karena Asupan Garam Tinggi

Komunitas Psikiatri Dunia Soroti Tingginya Angka Kematian Akibat Bunuh Diri

Syamsuddin Arif: Iman, Sains dan Budaya Harus Saling Dipadukan

Ilmuwan AS Temukan Metode Cegah Pemutihan Karang

Terungkap, Ular Derik Nyaman Bersama Koloninya

Tetapi, ringkasan dasarnya sebagai berikut. Ada konsep dalam fisika yang disebut holografi, yang menemukan bahwa alam semesta tiga dimensi kita dapat direpresentasikan dalam dua dimensi. Dan dalam representasi dua dimensi, semua model matematika yang membantu menjelaskan hukum alam kita masih dapat berlaku. Sebelumnya, kita mungkin pernah mendengar tentang gagasan bahwa alam semesta adalah hologram. Ini adalah konsep yang muncul dari teori string atau supersimetri.
Model holografi, kata Hertog, memingkinkan Hawking dan dirinya merombak model matematika Big Bang. Dan dengan pendekatan matematika baru ini, pola fraktal dari semesta-semesta ‘saku’ menjadi hilang. Eksistensi ketidakterbatasan model menjadi “lebih terbatas, lebih seragam,” katanya.
Pendeknya, dengan revitalisasi model Big Bang, keduanya menyimpulkan bahwa mungkin masih ada lebih dari satu alam semesta, tetapi bukan jumlah yang tak terbatas. Dalam model Big Bang terbaru ini, eksistensi multiverse menjadi lebih bisa diatur, lebih bisa diketahui, meski harus diakui alam semesta masih tetap dipenuhi misteri yang belum tersungkap.
Meskipun simulasi model matematika dari makalah tersebut telah diperiksa, kesimpulannya masih jauh dari terbukti. “Lebih banyak pekerjaan diperlukan untuk membuktikan dugaan ini,” kata Hertog. Dia mengatakan apa yang dilakukan oleh dua fisikawan ini baru berupa “garis besar” perlu paradigma baru memahami Big Bang.
Untuk membuktikan tesis barunya, mereka mengaku membutuhkan bukti langsung dari jejak-jejak Big Bang, yang mungkin masih terekam dalam gelombang gravitasi. Gelombang gravitasi sejatinya merupakan ekspresi dari jejak rekam dani dinamika riak dalam ruang dan waktu dari alam semesta.
Seperti diketahui, beberapa tahun lalu (2016/2017), para ilmuwan berhasil mendeteksi secara eksperimental adanya gelombang gravitasi dari sebuah peristiwa ledakan bintang yang bertumbukan sekitar 3 miliar tahun yang lalu. Mereka, para ahli fisika dan kosmologi, belum berhasil mendeteksi banyak gelombang gravitasi primordial yang lebih tua, meskipun pencarian gelombang kuno itu sedang berlangsung.
Kelak, jika ekspresi gelombang gravitasi berhasil ditemukan, garis besar paradigm baru Big Bang bisa dilengkapi dengan garis halus dan arsirannya. Dengan begitu, dapat pula diuji sebera sahih tesis baru multiverse yang diajukan Hawking dalam makalah terakhirnya.
Sebelum menutupi makalahnya, Hertog menginformasikan bahwa makalah tersebut merupakan hasil berkolaborasinya dengan Hawking selama beberapa decade hingga maut menjembutnya. Dia menerbitkan makalah ilmiah itu sebagai kengan teralkhir mereka,
Tentang Hawking, Hertog berkomentar: “Dia selalu memiliki ide-ide baru dan tajam. Di balik raganya yang rapuh, selalu adasemangat tim yang luar biasa hidup menyala. Seluruh kolaborasi itu telah menjadi pengalaman yang unik dan menginspirasi. Di satu sisi, saya sedih ini sudah berakhir. Dan dia tidak di sini untuk melihat publikasinya.’’ Tapi, di sisi lain, dia percaya: sains akan hidup terus. Warisan ilmiah pun akan terus hidup sepanjang massa.
Dedi Junaedi

Tags: MultiverseStephen HawkingUniverse
Share77Tweet48Send
Previous Post

Pesawat Sudan Selatan Jatuh di Sungai: 19 Tewas

Next Post

Lubang Hitam

Dedi Junaedi

Dedi Junaedi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Al-‘Afwu dan Al-Maghfirah: Hierarki Ampunan dalam Perspektif Spiritual Islam di Akhir Ramadhan

Kiat-Kiat Agar Anak Betah di Pesantren: Sebuah Rangkuman Pidato Masyayikh Gontor

3 May 2026
kh fauzi tidjani djauhari

Pesantren Al-Amien Prenduan akan Gelar Idul Khotmi Nasional Tarekat Tijaniyah Ke-234

13 July 2026
Akhlak dan Adab sebagai Fondasi Peradaban: Perspektif Imam Al-Ghazali, Ibn Miskawaih, Syed Muhammad Naquib Al-Attas, dan KH Imam Zarkasyi untuk Menyongsong Abad Kedua Gontor

Akhlak dan Adab sebagai Fondasi Peradaban: Perspektif Imam Al-Ghazali, Ibn Miskawaih, Syed Muhammad Naquib Al-Attas, dan KH Imam Zarkasyi untuk Menyongsong Abad Kedua Gontor

12 July 2026
Raker SDIT Insantama Leuwiliang 2026/2027 Fokus Perkuat Kolaborasi dan Inovasi Pembelajaran Berbasis Teknologi

Raker SDIT Insantama Leuwiliang 2026/2027 Fokus Perkuat Kolaborasi dan Inovasi Pembelajaran Berbasis Teknologi

12 July 2026
Tetap Jujur Meski Berhadapan dengan Kepentingan

Tetap Jujur Meski Berhadapan dengan Kepentingan

13 July 2026
Bentengi Generasi Sejak Dini: Siswa Kelas VI SDIT Insantama Leuwiliang Ikuti Penyuluhan Bahaya Narkoba

Bentengi Generasi Sejak Dini: Siswa Kelas VI SDIT Insantama Leuwiliang Ikuti Penyuluhan Bahaya Narkoba

0
Waka BAZNAS Apresiasi Kepedulian Pemkab Pasaman Barat terhadap Zakat

Waka BAZNAS Apresiasi Kepedulian Pemkab Pasaman Barat terhadap Zakat

0
FORBIS Isi Pembekalan Mental Wirausaha di Muaskar Wisuda Ke-46 UNIDA Gontor

FORBIS Isi Pembekalan Mental Wirausaha di Muaskar Wisuda Ke-46 UNIDA Gontor

0
200 Lebih Alumni Angkatan 2005 Ramaikan Reuni Akbar Gontor Putri

200 Lebih Alumni Angkatan 2005 Ramaikan Reuni Akbar Gontor Putri

0
Sarasehan Guru Besar Alumni UNIDA Gontor Bukti Penguatan Misi Menuju World Class University

Sarasehan Guru Besar Alumni UNIDA Gontor Bukti Penguatan Misi Menuju World Class University

0
Waka BAZNAS Apresiasi Kepedulian Pemkab Pasaman Barat terhadap Zakat

Waka BAZNAS Apresiasi Kepedulian Pemkab Pasaman Barat terhadap Zakat

17 July 2026
Bentengi Generasi Sejak Dini: Siswa Kelas VI SDIT Insantama Leuwiliang Ikuti Penyuluhan Bahaya Narkoba

Bentengi Generasi Sejak Dini: Siswa Kelas VI SDIT Insantama Leuwiliang Ikuti Penyuluhan Bahaya Narkoba

17 July 2026
200 Lebih Alumni Angkatan 2005 Ramaikan Reuni Akbar Gontor Putri

200 Lebih Alumni Angakatan 2005 Ramaikan Reuni Akbar Gontor Putri

16 July 2026
FORBIS Isi Pembekalan Mental Wirausaha di Muaskar Wisuda Ke-46 UNIDA Gontor

FORBIS Isi Pembekalan Mental Wirausaha di Muaskar Wisuda Ke-46 UNIDA Gontor

16 July 2026
Sambut Tahun Baru Islam 1448 H, PC IKPM Gontor Lampung Gelar Silaturahmi Perdana Bersama Alumni

Sambut Tahun Baru Islam 1448 H, PC IKPM Gontor Lampung Gelar Silaturahmi Perdana Bersama Alumni

16 July 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • ✨ Seabad Mendidik Bangsa. Kini saatnya menjadi bagian dari sejarah.📖 Majalah Gontor Edisi Khusus 100 Tahun Gontor – September 2026 hadir mengangkat kisah sukses ribuan Pondok Alumni Gontor yang tersebar di seluruh penjuru Indonesia.⏳ Stok terbatas! Jangan menunggu sampai stok menipis.🛒 Pesan sekarang:
https://bit.ly/pesan-majalah#100tahungontor #majalahgontor #gontor #gontornews #pondokmoderngontor #pesantren #pondokalumni #pesansekarang
  • 100 Tahun Gontor bukan sekadar peringatan, tetapi sejarah yang layak disimpan.Miliki Majalah Gontor Edisi Khusus 100 Tahun Gontor yang terbit selama Juli–September 2026.📚 Koleksi terbatas.
⏳ Jangan menunggu sampai kehabisan.📲 Pesan sekarang:
https://bit.ly/pesan-majalah#majalahgontor #gontornews #100tahungontor #gontor
  • Miliki Majalah Gontor Edisi Khusus 100 Tahun Gontor sebelum kehabisan.📖 Edisi Juli ✅
📖 Edisi Agustus ✅
📖 Edisi September 🔜🔥 Jangan sampai orang lain sudah punya, sementara Anda kehabisan.📲 Pesan sekarang:
👉 https://bit.ly/pesan-majalah#100tahungontor #majalahgontor #gontornews #gontormendunia #unidagontor #mediaperekatumat #koleksibersejarah #edisikhusus #pesansekarang #jangansampaikehabisan
  • Stok terbatas!
Sudah punya Edisi Agustus?Edisi spesial ini mengupas perjalanan UNIDA Gontor Mendunia dan hanya hadir dalam rangka 100 Tahun Gontor.Banyak yang sudah memesan. Jangan sampai Anda tertinggal.Pesan sekarang:
https://bit.ly/pesan-majalah#100TahunGontor #unidagontor #majalahgontor #gontornews
  • 100 Tahun Gontor bukan sekadar peringatan, tetapi sejarah yang layak disimpan.Miliki Majalah Gontor Edisi Khusus 100 Tahun Gontor yang terbit selama Juli–September 2026.📚 Koleksi terbatas.
⏳ Jangan menunggu sampai kehabisan.📲 Pesan sekarang:
https://bit.ly/pesan-majalah#100TahunGontor #MajalahGontor #Gontor #PondokModern #DarussalamGontor #MediaPerekatUmat #GontorMendunia #KoleksiBersejarah #alumnigontor #gontornews #majalahgontor
  • Jangan sampai koleksi Majalah Gontor Edisi Khusus 100 Tahun Gontor Anda kehabisan.Pre-Order telah dibuka!💰 Harga: Hanya Rp 15.000 / eksemplarMengingat kuota cetak yang terbatas, amankan eksemplar Anda sekarang juga sebelum sistem tertutup otomatis.Amankan Pemesanan Anda di sini:
👉 https://bit.ly/pesan-majalah
  • Repost from @ikpmmadiun
Bagi keluarga besar Gontor, setiap nasihat Pimpinan adalah bekal sepanjang perjalanan hidup. 🤍Kali ini, mari kita luangkan waktu sejenak untuk kembali mendengarkan petuah dari K.H.Hasan Abdullah Sahal (Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor)Insya Allah apa yang kita dengar bukan hanya menambah ilmu, tetapi juga menguatkan niat untuk terus berkhidmat kepada umat.🤲 Jangan berhenti di kita. Bagikan agar semakin banyak yang memperoleh manfaat.💬 Antum Alumni Gontor angkatan berapa? Share di kolom komentar.
  • Jangan sampai koleksi Majalah Gontor Edisi Khusus 100 Tahun Gontor Anda kehabisan.Menuju Peringatan 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor, Majalah Majalah Gontor menerbitkan Edisi Spesial 100 Tahun Gontor.Mumpung BELUM terlambat, Pre-Order Edisi Agustus & September resmi dibuka!💰 Harga: Hanya Rp 15.000 / eks eksemplar
⏳ Batas Waktu PO Edisi Agustus: 10 Juli 2026, Pukul 11:59 WIB (Tinggal menghitung hari!)Mengingat kuota cetak yang sangat ketat, amankan eksemplar Anda sekarang juga sebelum sistem tertutup otomatis.Amankan Slot Pemesanan Anda di Sini:
👉 https://bit.ly/pesan-majalah
  • Repost from @unida.gontor and @miladunidagontor
Bismillahirrahmanirrahim
👋Sampai jumpa di Kampus UNIDA Gontor!
Tabligh Akbar bersama Ustadz Dr. (H.C.) Adi Hidayat, Lc., M.A.Dalam rangka memperingati Milad UNIDA Gontor ke-63, Hadirilah Tabligh Akbar Universitas Darussalam Gontor:✨ Tema: Pentingnya Pesantren
👤 Bersama: Al Ustadz Dr. (H.C.) Adi Hidayat, Lc., M.A.
🗓️ Hari/Tanggal: Kamis, 9 Juli 2026
🕗 Waktu: 20:00 WIB – Selesai
🏛️ Tempat: Universitas Darussalam Gontor (Jl. Raya Siman, Ponorogo, Jawa Timur)Link Pendaftaran:
bit.ly/tablighakbar_unidagontorAcara ini terbuka untuk umum dan menyediakan doorprize menarik bagi jemaah yang beruntung.Mari jadikan momentum ini sebagai sarana memperkuat ukhuwah serta meningkatkan kapasitas keilmuan kita.#MiladUNIDAGontor63 #UstadzAdiHidayat #PesantrenPerekatUmat #TablighAkbarPonorogo #unidagontor
#majalahgontor #gontornews

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
▲
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result