Astronom Australia belum lama ini dilaporkan menemukan blackhole raksasa di galaksi Bima Sakti. Dapat menelan matahari dalam dua hari, lubang hitam supermasif ini berpotensi menjadi monster yang menakutkan.
Adik-adik tahu, apakah Blackhole? Blackhole atau Lubang Hitam merupakan bagian fenomena antariksa. Dia obyek luar angkasa yang maha padat dan maha dahsyat. Benda langit ini memiliki gravitasi yang sangat kuat sehingga dapat menghisap dan menekan semua benda langit di sekitarnya. Bulan, planet, dan bintang-bintang dapat disedotnya. Bahkan cahaya atau materi berkecepatan cahaya pun tidak bisa kabur dari terkamannya.
Teori Relativitas Umum Alberi Einstein memprediksi, butuh massa besar untuk menciptakan sebuah lubang hitam muncul dalam dimesi ruang waktu. Di sekitar Lubang Hitam ada permukaan yang disebut Event Horizon. Objek ini disebut “hitam” karena menyerap apapun yang berada disekitarnya dan tidak dapat kembali lagi, termasuk cahaya.
Secara teoretis, lubang hitam dapat memliki ukuran apa pun, dari mikroskopik sampai ke ukuran raksasa alam raya. Teori Medan Quantum dalam ruang-waktu melengkung memprediksi bahwa Event Horizon memancarkan radiasi di sekitarnya dengan suhu yang terbatas. Suhu ini berbanding terbalik dengan massa lubang hitam, sehingga sulit mengamati lubang hitam bermassa tinggi.
Teori adanya lubang hitam pertama kali diajukan pada abad ke-18 oleh John Michell and Pierre-Simon Laplace, selanjutnya dikembangkan oleh astronom Jerman bernama Karl Schwarzschild, pada tahun 1916, dengan berdasar pada teori relativitas umum dari Albert Einstein, dan semakin dipopulerkan oleh Stephen William Hawking. Istilah lubang hitam sendiri dipopulerkan oleh John Archibald Wheeler tahun 1967.
Berdasarkan ukurannya, ada tiga jenis lubang hitam. Yang pertama, Lubang Hitam kelas stellar. Ini merupakan black hole terkecil dibandingkan dua lainnya. Kelompok terbentuk dari sebuah bintang (berukuran lebih besar dari matahari) mati. Meski ukurannya relatif kecil, namun obyek ini begitu padat. Bayangkan sebuah obyek yang berukuran satu kota besar di bumi namun memiliki massa tiga kali lipat lebih besar dari matahari, seperti itulah lubang hitam stellar. Ilmuwan meyakini bahwa ada ratusan juta lubang hitam seperti ini di galaksi kita.
Kedua, lubang hitam miniatur. Ilmuwan memprediksi bahwa lubang hitam jenis ini terbentuk sesaat setelah terjadinya Big Bang, yang dipercaya menjadi awal mula terbentuknya alam semesta 13,8 miliar tahun yang lalu. Sampai sekarang belum ada yang mampu menemukan lubang hitam jenis ini.
Yang ketiga, lubang hitam super masif dan dipercaya sebagai lubang hitam raksasa. Contohnya Sagitarius A yang sudah non aktif dan lubang hitam supermasif yang ditemukan tim astronm ANU dari Australia bulan Mei. Belum ada penelitian yang menyebutkan secara persis bagaimana lubang hitam ini dapat terbentuk. Ukurannya mulai dari puluhan hingga miliaran matahari. Lokasinya berada tepat di jantung semua galaksi, termasuk galaksi kita Milky Way atau Bima Sakti.
Pada mulanya, bintang terbentuk dengan kondisi dimana tingkat radiasi dan gravitasinya seimbang. Saat bintang kehabisan bahan bakar untuk melakukan fusi, tingkat radiasi keluar semakin melemah dibanding dengan gaya gravitasi ke dalam. Dari sana, bintang mengalami kolaps, dan kemudian mengalami sebuah ledakan supernova. Dalam ledakan ini, ada dua kemungkinan hasilnya. Salah satu diantaranya adalah lubang hitam.
Menggunakan data dari Chandra X-ray Observatory NASA, para astronom telah menemukan bukti ada ribuan lubang hitam yang tersebar dekat pusat galaksi Bima Sakti. Karena obyek ini menyerap apapun yang ada di sekitarnya, termasuk cahaya, maka keberadaannya sulit terdeteksi. Namun, kajian terbaru menyebutkan bahwa ada satu lubang hitam yang paling dekat dengan bumi.
Salah satu lubang hitam dekat matahari diberi kode V616 Mon (A0620-00). Dia terletak di rasi bintang Monoceros dan berjarak 3.000 tahun cahaya. Memiliki massa sekitar 13 kali matahari.
Studi teoritis tentang dinamika bintang di galaksi telah menunjukkan bahwa populasi besar lubang hitam dengan massa sekitar 20.000 bintang setara matahari bisa hanyut ke dalam dan mengumpul selama ribuan tahun pada kawasan sekitar Sgr A, lubang hitam supermasif yang pertama ditemukan.
Lubang hitam akan mati melalui proses Radiasi Hawking. Proses ini sederhananya seperti membongkar bagian per bagian dari lubang hitam. Selama berjalannya waktu, lubang hitam akan terus mengecil dan mengecil, hingga akhirnya mengalami ledakan super besar, bahkan ribuan kali lebih besar daripada ledakan bom Hiroshima dan Nagasaki. Akan tetapi, proses ini cenderung memakan waktu cukup lama. Sedangkan ukuran lubang hitam pastilah besar. Maka bisa jadi kita sebagai manusia mungkin tidak sempat akan menyaksikan apa-apa dari peristiwa luar biasa ini.
[Dedi Junaedi]





















