Kuala Lumpur, Gontornews – Mantan Deputy Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, berencana untuk mencari investor asing pengganti investor asal Tiongkok sebagai bentuk upaya pengurangan hutang luar negeri Malaysia. Malaysia tengah terancam bangkrut setelah terjadi skandal 1Malaysia Development Berhad (1MDB) yang merugikan negara miliaran ringgit Malaysia.
Sebagaimana dilansir Bloomberg, Anwar menjelaskan bahwa peninjauan kembali terhadap sejumlah proyek yang disepakati oleh pemerintahan sebelumnya merupakan bagian dari upaya penyelamatan negara dan bukan bentuk penghinaan terhadap Tiongkok sebagai investor.
“Ini terbatas pada perusahaan-perusahan tertentu saja,” ungkap Anwar yang disebut-sebut akan menggantikan posisi Mahathir Mohamad sebagai Perdana Menteri Malaysia dalam rentang 2 tahun mendatang.
“Mahathir mengambil inisiatif dengan mengunjungi Tiongkok dan meyakinkan bahwa hubungan bilateral, perdagangan dan investasi dengan Tiongkok harus dan akan terus berlanjut,” tambah Anwar.
Sebelumnya, PM Mahathir memutuskan untuk melakukan peninjauan ulang terhadap sejumlah proyek bernilai fantantis yang disepakati oleh pemerintah di era PM Najib Razak. Sejumlah mega proyek seperti pembangunan kereta cepat Singapura-Malaysia terpaksa diundur demi menyetabilkan kondisi keuangan negara.
“Mahathir mewakili sentimen di Malaysia untuk pertama kalinya bahwa kita tidak dapat melanjutkan proyek raksasa ini sementara kita tengah berjuang menyeimbangkan ekonomi negara,” kata Anwar yang bergabung dengan Mahathir Mohamad dalam partai Pakatan Harapan dalam pemilu lalu.
“Ya. Posisi ekonomi kami saat ini sangat lemah dibandingkan kondisi ekonomi 2 tahun lalu. Tapi bukan berarti, kondisi ekonomi kami sangat lemah dan rapuh,” jelasnya.
Anwar Pun berujar bahwa kolaborasinya dengan Mahathir merupakan sejarah penting dalam upaya penyelamatan negara. “Kami telah menerima fakta bahwa negara harus diselamatkan dan kepentingan negara diutamakan.”
“Kerja tim semacam ini sangat penting baginya untuk terus mendapatkan ruang tanpa beban apapun.”
“Mahathir melakukan apa yang ia janjikan sebelum pemilihan dan melakukannya dengan sangat baik,” pungkas pria berusia 71 tahun tersebut. [Mohamad Deny Irawan]




















