New York, Gontornews — Menteri Luar Negeri Suriah, Walid al-Moualem, dalam sidang Majelis Umum PBB di New York, Sabtu (29/9), meminta pasukan AS, Prancis dan Turki segera mundur dari negaranya. Dia juga meminta pengungsi Suriah untuk pulang ke negaranya.
Moualem, yang juga menjabat sebagai wakil perdana menteri, mengatakan pasukan asing berada di Suriah secara ilegal, dengan dalih memerangi terorisme, dan mereka “akan ditangani dengan tepat.”
“Mereka harus segera mundur tanpa syarat apa pun,” katanya kepada majelis sebagaimana dikutip hurriyetdailynews.com.
Moualem bersikeras bahwa “perang melawan teror hampir berakhir” di Suriah, di mana lebih dari 360.000 orang telah meninggal sejak 2011, dengan jutaan warga mengungsi dari rumah-rumah mereka.
Dia mengatakan, Damaskus akan terus bertempur “sampai kita membersihkan semua wilayah Suriah dari kelompok teror dan kehadiran pasukan asing yang ilegal.”
Amerika Serikat memiliki sekitar 2.000 pasukan di Suriah, terutama memberi pelatihan dan nasihat kepada pasukan Kurdi dan orang Arab Suriah yang menentang Presiden Bashar al-Assad.
Sedangkan Prancis memiliki lebih dari 1.000 tentara di negara yang dilanda perang itu. [Rusdiono Mukri]


















