Idlib, Gontornews — Meski batas waktu untuk penyanggah zona di Idlib telah berlalu, namun para pejuang Suriah bertekad untuk tetap berperang melawan Rezim Bashar al Assad dan sekutu.
Dikutip laman Aljazeera, salah satu kelompok pejuang, Hayet Tahrir al-Sham (HTS), aliansi yang dipimpin oleh bekas afiliasi Suriah al-Qaeda menyatakan, pihaknya akan tetap melakukan perang demi mencapai revolusi di Suriah.
“Kami belum akan meninggalkan jihad yang menjadi pilihan kami dan berjuang untuk melaksanakan revolusi kami,” katanya.
Dalam referensi nyata ke Turki, HTS juga mengatakan jika pihaknya sangat menghargai seluruh pihak, baik dalam maupun luar negeri yang berupaya dalam menciptkan kedamaian di Bumi Suriah termasuk Idlib.
Tetapi lanjutnya, HTS mencoba untuk menperingatkan tentang tipu daya Rusia yang merupakan sekutu Bashar al Assad.
Penyangga zona Idlib merupakan syarat terakhir dari perjanjian Rusia dan Turki untuk tidak melakukan serangan di dekat Zona yang telah ditentukan, Idlib.
Dalam kesepakatan tersebut, Kelompok-kelompok bersenjata seharusnya mundur dari zona penyangga. Namun hanya beberapa jam sebelum batas waktu berakhir, para pejuang memutuskan untuk terus berjuang.
Tujuh tahun menjadi perang saudara yang telah mengakibatkan ratusan ribu orang meninggal dunia dan jutaan orang lainnya terlantar.[Devi Lusianawati]




















