pesanan-baju-kaos
30 °c
Pecenongan
Wed
Thu
Tuesday, 13 October, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Inpirasi Mujahid

NAMAKU KHABIB ABDUL MANAPOVICH

Dedi Junaedi by Dedi Junaedi
19 October 2018
in Mujahid
0
NAMAKU KHABIB ABDUL MANAPOVICH

Namaku Khabib Abdulmanapovich Nurmagomedov. Anak dari seorang veteran bernama Abdul Manap Nurmagomedov. Aku bukanlah orang Rusia seperti yang kalian kenal. Aku adalah Avars, generasi yang terlahir dari para pengembara di Kaukasus.
Lalu Takdir menaruhku di tanah Dagestan, wilayah jalur sutra yang menjadi perebutan berbagai suku, kelompok, dan bangsa hingga rezim tanpa Tuhan.

Ya, revolusi komunis Bolshevik telah menancapkan kendalinya agar kami menjadi wilayah otonom Soviet di bawah naungan federasi Rusia. Pada akhirnya orang-orang Dagestan harus menerima bahwa wilayahnya adalah bagian dari Rusia bagian selatan.

Islam telah menjejak di tanah Dagestan sejak abad ke-5. Banyak ulama dan pejuang Islam yang dilahirkan di tanah ini. Salah satunya adalah Imam Shamil, pejuang kebanggaan kami yang gagah melawan kekaisaran Rusia bersama masyarakat Checnya di abad ke-19.

Wilayahku rentan terhadap berbagai konflik. Selain konflik yang terjadi antara Rusia dan Dagestan, konflik antar suku juga pernah terjadi. Berebut tentang “Siapa yang paling pribumi” diantara kami, meski pada akhirnya masyarakat kami kembali bersatu di bawah panji Islam.

BACA JUGA

Nyai Hj Fatmah Noor Salim: Setia di Jalan Pengabdian, Menjaga Api Perjuangan

KH Salman Al-Farisi: Cahaya dari Cilengsi Nyalakan Lentera Qur’aniy

Yayasan Raudhah Al-Gontory Siap Muliakan Seratus Ribu Yatim Dhuafa

Srikandi Gontor Putri Dirikan Pondok di Pelosok Negeri

Drs KH Yadi Suryadi: Jejak Dakwah dari Belukar ke Menara Ilmu

Sejak dulu, labelisasi teroris pun kerap dilekatkan. Membuat para penguasa republik semena-mena menempatkan operasi anti teroris dimana-dimana.

Berpuluh bilangan sudah ketegangan terjadi. Rumah-rumah dibakar, senjata diletuskan, bom diledakkan, penduduk sipil dibunuh. Semua serangan itu hanya berdasar asumsi fiktif terorisme yang sesungguhnya sama sekali tidak ada di wilayah kami.

Ibu-ibu kami tidak pernah melahirkan teroris dan penjahat ke Dagestan, tapi mereka terus menuduh tanah kami sebagai sarang para teroris.

Maka itu, semua ayah Dagestan mewajibkan anak lelakinya memperkuat diri dengan belajar pertarungan. Tentu saja, karena kami ingin melindungi keluarga, istri, anak, juga kampung halaman sendiri dari perebutan atau perundungan yang suatu saat mungkin menimpa kami.

Gulat dipilih sebagai olah raga favorit dan kebanggaan semua pemuda Avars. Sampai-sampai orang menamai bela diri itu sebagai produk ekspor tradisional Dagestan.

Aku ingat, saat kecil, ayah menghadirkan teman bermain untukku. Selain sepupuku, dia satu-satunya lawan gulat yang membuatku menjadi sangat kuat.

Seekor beruang. Ya seekor beruang cokelat.

Kau tak percaya ?

Akupun pada awalnya demikian. Kufikir berbahaya sekali jika manusia kecil sepertiku harus bejibaku dengan makhluk berkuku tajam dan bergigi runcing seperti itu.

Lalu aku bertanya pada ayah lewat sorot mata ingin tahu, yang segera dijawabnya dengan ucapan penuh ketegasan.

“Mahluk itu bukan bonekamu. Dia datang untuk membuatmu semakin kuat.”

Aku ingin memprotes ayah, tapi kuurungkan. Sekalipun keraguan masih tersisa di hati. Bagaimana jika aku terluka, sedangkan umurku baru tujuh dan aku anak-anak yang bertenaga anak-anak.

“Nak, manusia itu punya ini dan ini.” Ayah menggerakan telunjuknya ke arah kepala lalu turun menunjuk bagian dada.

“Jangan hanya mengandalkan insting seperti hewan. Maka pakailah hati dan fikiranmu untuk membuatmu menang.” Ucapnya menegarkan.

Belakangan, aku mengakui keputusan ayah memang tepat. Setelah berbagai kemenangan teraih, aku merasakan jiwaku kian menguat, yakin, dan tak mudah goyah. Karakterku terasah tajam, keberanian semakin menebal, dan keraguan enyah sama sekali.

“Bukan karena kau meraih banyak medali dan gelar juara maka kau menjadi terhormat. Bela diri yang kau pelajari adalah benar-benar untuk membela dirimu dan kehormatanmu.”

Aku menyimak betul kata-kata ayah. Kelak jika kehormatanku terancam, maka kalimat yang ayah rajah di hatiku akan kutikamkan pada siapa saja yang berani melecehkannya.

“Siapa pegulat favoritmu?” tanya Ayah suatu ketika.
Dengan bangga aku menyodorkan selembar foto bersama seorang pegulat hebat dunia, asal Irlandia, “Mc Gregor.” Ucapku tersenyum tipis.

Rasa kagum itu tidak hanya kuberitahukan pada ayah, bahkan di lini masa Twitter, aku sengaja mengupload foto tersebut sebagai ungkapan keberuntungan bisa bersanding dengannya.

Hingga suatu ketika, setelah berbagai kemenangan bela diri kuraih; Sambo, Judo, Kickboxing, dan Gulat, Allah SWT memberiku kesempatan untuk benar-benar bersanding dengan Mc Gregor. Bukan sebatas bersanding sebagai fans dengan idolanya, tetapi rekan sparing dalam satu Ring.

Tentu saja bagiku itu mengejutkan.

Keraguan sempat menelikung hati, apakah aku bisa.

Sekalipun mengidolakan, namun ada satu hal yang kubenci dari lelaki bertato itu, yaitu mulut besarnya.

Benar saja! Saat tiba masa aku dijadwalkan bertanding dengan Gregor, semakin banyak ulah yang ditujukannya padaku dan seluruh tim.

Seminggu sebelum pertandingan, bus yang kami tumpangi diserang Gregor dan kawanannya. Batu berlesatan memecah kaca. Banyak yang terluka, hingga dua rekanku mengalami kritis.

Emosi? Jelas saja. Kami diancam, diteror, dilukai secara fisik. Ingin rasanya segera kubalaskan perangai buruknya lewat bogem keras tepat ke wajahnya yang sombong.

Namun saat semua terasa merisaukan, ayah menghubungiku. Menasihati agar tetap tenang dan fokus menghadapi pertandingan.

“Cukup bagimu Allah,” suara di sebrang sana terdengar melalui lubang-lubang kecil mikropon telepon kabel, sungguh terasa meneduhkan batin.

“Mau Wishky?”
Aku hampir tak mendengar riuhnya manusia yang menghadiri press confrence selain tawa bajingan yang membahana di depanku.

“Aku tidak minum.” Emosiku masih terkendali.

“Kamu tidak pernah merasakan bagaimana melayangnya menikmati minuman ini hai teroris terbelakang.”

Deg!

Julukan itu! Julukan yang kerap dilekatkan dengan daerah kelahiranku semasa aku tumbuh.

Hasbiyalllah.. Hasbiyallah.

Aku memekik pertolongan sekuat mungkin pada Allah SWT dalam hati agar setan tidak mengerumuni telingaku dengan hasutan dendam yang membuatku bereaksi melawannya.

Pertandingan mengundang teriakan-teriakan manusia.
Semua orang menjagokan Gregor. Tak ada yang percaya, jika seorang pemuda dari daerah pegunungan sepertiku, bisa melumpuhkan sang “Notorious”. Sang jagoan tak terkalahkan.

Pandangan sebelah mata dan mengecilkan tertangkap pengamatanku sepanjang aku berjalan memasuki arena pertandingan T-Mobile. Kucamkan dalam hati, “Kau bukan sekedar seorang pegulat! Kaulah The Eagle! Kau pemenang sesungguhnya!”

Dan Kun Fayakun.

Allah mendengar setiap bisikan doaku.

Aku merasa sangat kuat. Sampai-sampai berhasil melilitkan cekikan pada Gregor, yang membuatnya sengap, membungkam.

Wasit menghitung mundur. Hingga bilangan dua dia masih bergeming. Mengerucut menjadi satu, dan dia tetap diam.

Allahu Akbar aku menang!

Tapi sekali lagi, kemenanganku harus terpapar polusi caci maki, yang disemburkan dari mulut bajingan lain. Dillon Danish. Rekan Gregor yang terdengar meneriakan penghinaan pada ayahku, juga pada agamaku !

“Hai Teroris! Tikus Muslim !”

Dadaku menderu amarah. Kata-kata ayah tentang kehormatan, dan membela diri demi kehormatan berterbangan memutari isi kepala. Ini mungkin saat yang tepat!

Aku berbalik, menyalangkan mata ke arah tribun. Bergerak dengan hati diterbangi bola api liar yang ingin segera kulemparkan menuju suara penghina, dan..

Ring berhasil kulompati.

Braak!

Aku menendangnya, meninju mukanya, mencengkram mulutnya.

Semua manusia berteriak. Hanya saja teriakan kali ini berbeda, bukan teriakan semangat yang diserukan supporter untuk para jagoan. Tapi teriakan kaget dan kepanikan. Sisa-sisa penonton di barisan bangku depanpun berlari menghindar.

Apakah aku terpancing? TIDAK!

Bukan karena aku terpancing lalu aku melawan.

Bahkan, seperti yang kubilang, seminggu sebelum pertandingan pihak lawan melakukan hal yang lebih memuakan dan tercela; mengancam nyawa, melukai banyak kawan.

Tapi aku tak sudi mendengar agamaku dilecehkan. Aku tak terima ayahku dihina. Aku harus bertindak. Demi kehormatan. Demi harga diri seperti yang pernah ayah katakan. Agar tak ada bajingan-bajingan bermulut besar lainnya yang dengan semena-mena membusungkan dada dan menghina agamaku sekenyang lidah mereka.

Ampuni aku Allah.. Ampuni Aku Allah..

Semoga aku termasuk orang yang menolong agama Allah, sebagaimana aku percaya Allah pun akan selalu menolong dan meneguhkan kedudukanku di dunia. (QS Muhammad ayat 7)
[PORTAL ISLAM/DJ]

Tags: KehormatanKhabibMembela Agama
Share83Tweet52Send
Previous Post

Abdullah Faqih bin Umar, Ulama Pejuang dari Ujung Timur Pulau Jawa

Next Post

Terkait Rilis Kuasa Hukum Lippo, Denny Minta Maaf ke KPK

Dedi Junaedi

Dedi Junaedi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
DAS Jadi Ruang Tumbuh Santri Darrurohmah Cirebon

DAS Jadi Ruang Tumbuh Santri Darrurohmah Cirebon

8 October 2026
Ciptakan Rumah Tangga Sakinah, Berikut Lima Tipsnya!

Ciptakan Rumah Tangga Sakinah, Berikut Lima Tipsnya!

6 October 2026
Pondok Pesantren Syafa’atul Qur’an Jember Dorong Pemanfaatan Media Sosial

Pondok Pesantren Syafa’atul Qur’an Jember Dorong Pemanfaatan Media Sosial

12 October 2026
Magnet Rezeki Center Undang Majalah Gontor Ikuti Seminar Hybrid Serentak di Beberapa Kota

Magnet Rezeki Center Undang Majalah Gontor Ikuti Seminar Hybrid Serentak di Beberapa Kota

8 October 2026
Pondok Harus Berdiri Atas Dasar Keterpanggilan Hati

Pondok Harus Berdiri Atas Dasar Keterpanggilan Hati

12 October 2026
Feri Amsari Hadiri Bedah Buku ‘Politik Kaum Tertindas’

Feri Amsari Hadiri Bedah Buku ‘Politik Kaum Tertindas’

0
IQT UNIDA Gontor Dalami Epistemologi Al-Qur’an di Universitas PTIQ Jakarta

IQT UNIDA Gontor Dalami Epistemologi Al-Qur’an di Universitas PTIQ Jakarta

0
ILKOM UNIDA Gontor Undang Praktisi Pemasaran Bahas AI Visibility

ILKOM UNIDA Gontor Undang Praktisi Pemasaran Bahas AI Visibility

0
IQT UNIDA Gontor Pelajari Tafsir Kontemporer di Pusat Studi Al-Qur’an

IQT UNIDA Gontor Pelajari Tafsir Kontemporer di Pusat Studi Al-Qur’an

0
AFI UNIDA Gontor Perdalam Tasawuf di Raudlatul Muhibbin Surakarta

AFI UNIDA Gontor Perdalam Tasawuf di Raudlatul Muhibbin Surakarta

0
IQT UNIDA Gontor Pelajari Tafsir Kontemporer di Pusat Studi Al-Qur’an

IQT UNIDA Gontor Pelajari Tafsir Kontemporer di Pusat Studi Al-Qur’an

13 October 2026
IQT UNIDA Gontor Dalami Epistemologi Al-Qur’an di Universitas PTIQ Jakarta

IQT UNIDA Gontor Dalami Epistemologi Al-Qur’an di Universitas PTIQ Jakarta

13 October 2026
AFI UNIDA Gontor Perdalam Tasawuf di Raudlatul Muhibbin Surakarta

AFI UNIDA Gontor Perdalam Tasawuf di Raudlatul Muhibbin Surakarta

13 October 2026
Kuatkan Jejaring Akademik Tingkat Internasional, UNIDA Gontor Terima Kunjungan Universitas Malaya

Kuatkan Jejaring Akademik Tingkat Internasional, UNIDA Gontor Terima Kunjungan Universitas Malaya

13 October 2026
Gontor Putri Kampus 3 Karangbanyu Gelar Pelatihan Bahasa ‘Lingo Zone’

Gontor Putri Kampus 3 Karangbanyu Gelar Pelatihan Bahasa ‘Lingo Zone’

13 October 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Telah terbit dan bisa dipesan
Majalah Gontor Edisi Oktober 2026
pemesanan bisa ke nomor :
081234160133untuk edisi khusus 100 tahun gontor bisa dipesan melalui link dibawah ini
https://bit.ly/pesan-majalah#majalahgontor
#gontornews
#pesanmajalah
  • Bismillah, bagi yang ingin mempromosikan usahanya di Majalah Gontor edisi November silahkan daftar dan cek paketnya pada link https://bit.ly/pasang-iklan-mg atau scan barcode pada gambar.#majalahgontor #gontornews
  • Bismillah.
Paket Perpustakaan.
EDISI TAHUN 2020 - 2025Hanya : Rp. 149.000,-
Didapatkan:
1. Isi 20 Eksemplar
2. Edisi Tahun Acak
3. + SUBSIDI ONGKIR 10.000,-Pesan Via WhatsApp
0812 3416 0133, 0858 1760 8802Website : www.gontornews.com
Instagram : @gontornews#majalahgontor
#majalahgontor
  • Bismillah.
tersedia baju kaos lengan panjang atau pendek. Warna putih dan hitam. Degan Sablon DTF.Ukuran : S, M, L, XLLink Pembelian : https://tinyurl.com/pesan-baju#majalahgontor
#gontornews
  • Edisi Khusus Bulan September 2026 spsial 100 tahun .Pesan sekarang
https://bit.ly/pesan-majalah#majalahgontor
#gontornews
  • Bismillah, kami kembali membuka kesempatan kepada Alumni Gontor ataupun Pondok Alumni yang memiliki usaha yang ingin diperkenalkan melalui Majalah Gontor pada bulan oktiober ini.
Kami membuka 3 paket pilihan :
1. 1/4
2. 1/6
3. Iklan MiniLink pendaftaran : https://bit.ly/pasang-iklan-mgatau bisa lihat di link Bio.#majalahgontor #gontornews
  • Alhamdulillah Majalah Gontor Edisi Khusus Bulan September spesial100 tahun Gontor telah tersedia. Stok edisi khusus semakin menipis pula (Juli - September). Bagi yang belum memiliki bisa Langsung pesan melalui link berikut :
https://bit.ly/pesan-majalahJangan sampai kehabisan.Untuk Baju kaos bisa juga pesan melalui link ini : https://tinyurl.com/pesan-bajukontak bagian penjualan :
0812-3416-0133
#majalahgontor #gontornews #gontor #alumnigontor
  • Tersedia Ukuran:
S, M, L, XL, XXLWarna : Hitam dan Putih
Sablon : DTF
  • Kumpul-kumpul alumni di acara puncak 100 Tahun gontor boleh juga ini. Silahkan yang mau pesan bisa langsung ke link berikut : https://tinyurl.com/pesan-kaos
atau bisa pesan ke nomor yang ada pada flyer.Bahan : Cotton Combed 24s
Warna tersedia : Hitam dan Putih
Tersedia lengan pendek dan lengan panjang.
Ukuran : S, M, L, XL, XXL.Catatan:
Gambar yang ada pada katalog ini mungkin tidak 100% akurat dengan aslinya. Hal tersebut disebabkan adanya faktor perbedaan cahaya dan tampilan pada media elektronik yang digunakan.#gontornews #majalahgontor

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
▲
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result