Palembang, Gontornews — Pondok Modern Darussalam Al Madani terletak di Jalan Diponegoro, Desa Purnamasari, Kecamatan Kikim Barat, Kabupaten Lahat, Provinsi Sumatera Selatan, 31453. Pondok di pelosok daerah ini merupakan pondok alumni Gontor yang menjadi saksi sejarah perjuangan pendirinya, sepasang suami istri, Ustadzah Dewi Wahyuni MPd (alumnus Gontor Putri 2005) dan Ustadz Ahmad Riyadloh Najib SH MPd (alumnus Gontor Putra 2001).
Kabupaten Lahat, tempat PM Darussalam Al Madani berdiri, sebelumnya merupakan daerah yang marak akan aksi kristenisasi. Sejak tahun 1980-an telah berdiri tiga gereja di sana dan kehidupan masyarakat sekitar juga masih diwarnai dengan beragam bentuk kemaksiatan seperti judi, pencurian, dan minum-minuman keras.
Untungnya, sebelum daerah tersebut semakin dikuasai para misionaris, khususnya dalam pendirian gereja, ibunda Dewi berhasil membeli sebidang lahan seluas tiga hektare yang kini telah diwakafkan untuk pengembangan pendidikan Islam di Lahat yang dikelola oleh Dewi dan keluarga.
Perjuangan Pendirian Pondok
Berangkat dari semangat menebarkan agama Allah dan berkat iringan doa restu orangtua, Dewi dan suami akhirnya memantapkan hati untuk merintis lembaga pendidikan al-Qur’an di Lahat. Keduanya sepakat untuk berjuang menyelamatkan warga kampung dari aksi kristenisasi dan kemungkaran lainnya.
Pasangan yang telah menikah sejak tahun 2006 tersebut, pada tahun 2007 mulai mendirikan Taman Pendidikan Al-Qur’an dan Taman Kanak-kanak Darussalam. Awalnya, masjid demi masjid telah menjadi saksi bisu atas penolakan dan pengusiran sejumlah warga yang tak setuju dengan gerakan Qur’aniy yang dibina oleh Dewi juga suami yang tentunya menyasar anak-anak di lingkungan tersebut. “Anak-anak yang biasanya Ahad berada di gereja, setelah adanya gerakan mengaji dari kami justru jadi sering berangkat ke TPA,” ingat Dewi.
Di saat hujatan tak henti melukai, lanjutnya, Dewi sempat keguguran putra pertama. Sempat terpikir ingin pergi dari desa ini, namun ketika itu Dr KH Ahmad Hidayatullah Zarkasyi MA menasihatinya, “Nak, jangan beranjak satu langkah pun dari tempat perjuanganmu saat ini. Itu bumi perjuangan. Jangan pernah lari dari perang, in syaa Allah malam ini kami akan doakan bersama anggota Badan Wakaf Gontor, semoga kelak menjadi lautan ilmu.” Nasihat itulah yang menguatkan Dewi untuk tetap bertahan.
Alhamdulillah, tahun-tahun berikutnya perkembangan pergerakan dakwah Dewi semakin membaik, hingga pada tahun 2009 mereka berhasil mendirikan MI/SD Darussalam dan tahun 2015 didirikanlah PM Darussalam Al Madani. “Bersamaan dengan itu, kami juga mendirikan SMPIT Darussalam berbasis asrama dan tahun 2020 diresmikan SMA Darussalam Al Madani,” ujar Muslimah kelahiran Ngawi, 6 Mei 1986, itu.
Kini pondok yang awalnya hanya diramaikan 12 santri yang mulai berasrama (2015), alhamdulillah tahun 2025 telah mencapai 366 santri dengan perincian 220 santri dan 146 santriwati.
Menyemai hikmah atas perjalanan perjuangannya, kepada Gontornews.com, Dewi menyampaikan, “Bersabarlah, sesungguhnya dalam setiap kesulitan ada hikmah dan pertolongan Allah.” Hidup sekali hiduplah yang berarti dan sebaik-baik manusia yang bermanfaat untuk manusia lainnya. “Karena itu, janganlah pernah takut dan bersedih karena Allah senantiasa bersama kita,” pungkasnya. [Edithya Miranti]





















