Bogor, Gontornews — Yayasan Raudhah Al-Gontory (YRG) adalah wujud panggilan hati dari para pejuang senyum kebahagiaan 100 ribu anak yatim. Berawal dari keprihatinan atas mereka yang tengah kesulitan, hingga menjadi rangkaian gerakan kebaikan yang terus berkembang dengan mengutamakan pendidikan karakter untuk anak-anak yatim.
Ustadz Apriliza Muhammad Noer SFilI sudah sejak tahun 2011 mengawali aksi sosialnya dalam membantu anak-anak yatim dhuafa. Meski demikian, Yayasan Raudhah Al-Gontory baru resmi didirikan pada tahun 2018. Bersama sang istri, Ustadzah Ghina Puspita, dan keluarga besar, alumnus Pondok Modern Darussalam Gontor 2003 itu pun dengan ikhlas dan tekun mengembangkan serta meluaskan manfaat YRG.
Visi dan misi YRG sendiri ialah menjadikan kegiatan ini sebagai ladang amal untuk umat Islam dengan jalan membahagiakan, mensejahterakan, dan memperhatikan anak-anak yatim, serta selanjutnya membidik daerah/tempat lain untuk pengembangan cabangnya.
Berkantor pusat di kawasan Tajurhalang Bogor, pria kelahiran Jakarta, 19 April 1984, itu pun menjelaskan bahwa beberapa kegiatan yang biasa dilakukan yakni pengajian dan santunan, serta memberikan dukungan berbentuk motivasi untuk para yatim setiap bulan secara terjadwal di setiap cabang. Selain itu, ia juga menjenguk anggota yang sakit serta memberikan hadiah bagi para yatim berprestasi, baik akademis maupun bukan.
“Ke depannya, program yang akan dijalankan bisa berupa karya wisata/study tour ke tempat tempat bersejarah Islam dan nasional sebagai bentuk hiburan dan penambah wawasan,” harap Ustadz Apriliza, Ketua YRG.
Doa Restu dan Arahan Kiai Gontor
Perjalanan perjuangan sosial ini ternyata tak luput dari doa restu, arahan, perintah, juga tatapan tajam almarhum Dr (HC) KH Abdullah Syukri Zarkasyi MA (Pimpinan Gontor) yang pernah berbincang langsung dengan April ketika izin pulang ke rumah, setelah menyelesaikan masa pengabdian di tahun 2011. Hingga akhirnya, April mantap untuk terus melangkah dan melewati beberapa kerikil tajam dalam perjuangannya.
Dikisahkan sebelumnya, bahwa pada awal perintisan, yayasan ini hanya memiliki lima orang anak yatim binaan yang berada di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, dan disokong oleh keluarga pendiri yakni Buya Faisal Abdullah (alumnus Gontor 1980). Selain itu, masyarakat sekitar juga ada yang menganggap bahwa kegiatan ini berorientasi materi/komersil dan ada tidaklah diperlukan.
Namun, bermacam cibiran dan ketidaksukaan pihak luar tersebut, tidaklah mematahkan semangat para pejuang sosial YGR. Terbukti dari hasil pencapaian secara umum dengan bertambahnya tujuh cabang YRG yang berjumlah 270 anak yatim dan yatim piatu, pengembangan program tambahan Bantuan Jompo Tua Dhuafa (BJTD) berjumlah 21 jompo dhu’afa, dan juga Suport Guru Ngaji (SGN) sebanyak 21 guru ngaji. “Alhamdulillah kini sudah ada tujuh cabang YRG di kawasan Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, dan Sumatera Barat,” info April.
Ustadzah Ghina, Wakil YRG dan alumnus Gontor Putri 2005 pun turut berpesan kepada masyarakat khususnya umat Islam dalam berkhidmat agar meluruskan niatnya dan menjadikan semua perjuangan ini sebagai bentuk kebahagiaan di akhirat kelak. Semoga dengan cita-cita mulia memperjuangkan kebahagiaan 100.000 yatim ini, harapannya ke depan YRG bisa lebih banyak lagi membantu dan merangkul masyarakat yang membutuhkan dengan membuka cabang yang baru.
Teruslah semangat berbuat baik lebih dan lebih. Sebagaimana pesan KH Abdullah Syukri Zarkasyi MA, “Bergerak meggerakkan, hidup menghidupkan, dan jangan numpang hidup.” [Edithya Miranti]



















