10
Tonton Selengkapnya
Prof Syam
28 °c
Pecenongan
Thu
Fri
Wednesday, 22 July, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Pendidikan Risalah

Menjadi Dayak dan Muslim: Perjalanan Identitas Oloh Salam

Disertasi Dr M Irfan Wahid Lc MSi, Sekolah Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Edithya Miranti by Edithya Miranti
14 January 2026
in Risalah
0
Menjadi Dayak dan Muslim: Perjalanan Identitas Oloh Salam

Bisakah seorang Dayak tetap disebut Dayak setelah memeluk Islam? Atau, apakah agama otomatis menghapus jejak etnis yang diwarisi sejak leluhur? Pertanyaan ini bukan sekadar wacana akademik, melainkan pengalaman nyata yang dihidupi komunitas Oloh Salam di Kalimantan Tengah.    

 Di tengah silang sejarah kolonial, pengaruh Kesultanan Banjar, hingga misi Kristen, mereka merangkai identitas yang tak tunggal: Dayak sekaligus Muslim. Inilah kisah tentang bagaimana identitas dinegosiasikan, diperdebatkan, dan dihidupkan kembali dalam ruang-ruang sosial yang terus berubah.

Disertasi terbaru karya M Irfan Wahid mengangkat tema yang jarang disentuh: Konstruksi Identitas Oloh Salam, sebutan bagi Dayak Islam di Kalimantan Tengah. Penelitian ini berangkat dari keresahan akademik terhadap anggapan bahwa identitas Dayak selalu identik dengan animisme atau Kristen. Sementara mereka yang memeluk Islam dianggap “turun Melayu.”

Dengan mengacu pada teori konstruksi identitas budaya Joel S. Kahn, penelitian ini menekankan bahwa identitas Oloh Salam bukan warisan statis, melainkan hasil dari proses artikulatif yang panjang. Identitas tersebut lahir dari negosiasi berlapis antara adat Dayak, ajaran Islam, serta dinamika sosial politik lokal. Perspektif ini menempatkan Oloh Salam sebagai aktor aktif dalam pembentukan identitasnya.

BACA JUGA

Pendidikan Inklusif Membentuk Sikap Toleransi (Kajian Etnografi di Pondok Modern Darussalam Gontor)

Bahtsul Masail dalam Perspektif Pembelajaran Berbasis Masalah

Implementasi Birokrasi terhadap Peningkatan Budaya Mutu Guru Madrasah Ibtidaiyyah Kabupaten Bogor

Pembaharuan Pemikiran Keagamaan Menurut al-Qaradawi dan Relevansinya bagi Rekonstruksi Peradaban Islam (Kajian Filsafat)

Integrasi Zakat dan Wakaf untuk Pemberdayaan Masyarakat di Wilayah Perdesaan

Dua hal utama yang diperdebatkan dalam penelitian ini adalah: pertama, asumsi bahwa identitas Dayak intrinsik melekat pada satu agama tertentu, kedua, klaim bahwa identitas Dayak bersifat homogen. Disertasi ini membongkar kedua asumsi itu dengan menunjukkan bagaimana Oloh Salam merawat identitas Dayak sekaligus Islam melalui ruang-ruang hibrida. Sejarah panjang pertemuan dengan Kesultanan Banjar, kolonial Belanda, dan misi Kristen turut memperkaya artikulasi identitas tersebut.

“Penelitian ini menegaskan bahwa hibriditas tidak berarti kehilangan otentisitas, melainkan justru strategi bertahan,” terang Dr Irfan, alumnus Pondok Modern Darussalam Gontor tahun 2006 itu. Disebutkan dalam penelitiannya bahwa Oloh Salam ditampilkan sebagai komunitas yang lihai menavigasi batas-batas identitas.

Pertanyaan sentral penelitian ini sederhana, namun fundamental yakni tentang bagaimana identitas Oloh Salam terbentuk, dinegosiasikan, dan dipertahankan dalam lintasan sejarah, sosial, dan politik Kalimantan Tengah? Pertanyaan itu sekaligus menjadi kritik terhadap penelitian terdahulu yang cenderung mengabaikan dinamika internal masyarakat Dayak Islam. Dengan cara tersebut, penelitian ini tidak hanya mendeskripsikan tetapi juga menginterogasi bagaimana identitas dibangun, diakui, atau bahkan ditolak oleh komunitas lain.

Penelitian ini mengajukan kritik bahwa kerja artikulatif dalam Islam tidak hanya menyangkut aspek pengetahuan atau sanad epistemik, tetapi juga berkaitan dengan ethical embodiment. Artikulasi Islam harus dipahami dalam horizon etika—diterjemahkan ke dalam akhlak, adab, dan kepekaan terhadap sesama serta lingkungan (antroposen). “Dengan demikian, identitas Oloh Salam tidak hanya dibangun secara genetik (nasab) dan epistemik (sanad), tetapi juga secara etis-teleologis melalui praktik takhalluq bi makarim al-akhlaq,” tekan pria asal Palangka Raya itu.

Selain Kahn, penelitian ini juga merujuk pada pemikiran antropolog seperti Fredrik Barth tentang batas-batas etnis, serta konsep third space Homi Bhabha. Identitas Oloh Salam dipahami sebagai ruang perjumpaan yang menghasilkan bentuk-bentuk baru, bukan sekadar asimilasi. Dalam konteks ini, agama dan budaya tidak ditempatkan sebagai entitas yang saling meniadakan, melainkan sebagai unsur yang saling mengisi. Dengan kerangka ini, penelitian menunjukkan bahwa identitas Dayak Islam lahir dari artikulasi yang kreatif sekaligus strategis.

Temuan penelitian ini memperlihatkan bahwa identitas Oloh Salam bukanlah hasil pasif dari konversi agama, melainkan konstruksi aktif yang dipengaruhi oleh peristiwa sejarah besar. Kolonialisme Belanda, penetrasi Kesultanan Banjar, dan aktivitas misi Kristen membentuk medan negosiasi yang harus dihadapi Oloh Salam. Dalam situasi itu, Oloh Salam tidak sekadar menjadi objek, tetapi juga subjek yang menentukan arah identitasnya. Bahkan, mereka memanfaatkan ruang sejarah tersebut untuk menegaskan posisi sosial-politik mereka.

Diskusi juga menyoroti bagaimana Oloh Salam memainkan peran penting dalam rekonsiliasi pasca-konflik Dayak–Madura di Kalimantan Tengah. Identitas keislaman mereka, yang berkelindan dengan budaya Dayak, memungkinkan terciptanya jembatan sosial di tengah ketegangan. Mereka menjadi mediator, baik dalam praktik keagamaan maupun dalam ruang politik. Peran ini memperlihatkan agensi Oloh Salam dalam menciptakan kohesi sosial lintas etnis dan agama.

Kontribusi akademik dari penelitian ini signifikan dalam diskursus antropologi Islam. Dengan menekankan identitas sebagai kerja artikulatif, penelitian ini menggeser pemahaman tentang Islam di Nusantara dari sekadar “agama luar” menjadi sesuatu yang dinegosiasikan dalam konteks lokal. Oloh Salam menjadi bukti bahwa Islam tidak hanya datang sebagai kekuatan homogenisasi, tetapi juga sebagai unsur yang mampu berdialog dengan budaya lokal. Hal ini memperkaya diskursus tentang hibriditas dalam antropologi agama.

Lebih jauh, penelitian ini menawarkan kebaruan dalam kajian identitas Dayak. Jika sebelumnya identitas sering dipahami sebagai konstruksi kolonial atau proyek negara, penelitian ini menegaskan adanya agensi komunitas lokal. Oloh Salam menampilkan kemampuan untuk mengartikulasikan identitas mereka sendiri, tidak hanya menyesuaikan diri, tetapi juga mengubah wacana dominan. Kontribusi ini penting untuk memperluas horizon studi antropologi Islam dan memberi ruang pada suara-suara dari pinggiran.

Pada akhirnya, penelitian ini menyimpulkan bahwa identitas Oloh Salam merupakan identitas hibrida yang cair, dinamis, dan kontekstual. Ia lahir dari negosiasi berlapis antara adat, agama, dan kekuasaan, sekaligus menjadi ruang perjumpaan yang produktif. Identitas ini memperlihatkan bahwa Dayak Islam bukanlah kategori yang kontradiktif, melainkan bentuk integrasi kreatif yang khas.

“Disertasi ini menegaskan pentingnya melihat identitas bukan sebagai label kaku, melainkan sebagai proses yang terus bergerak dan terbuka,” tutup Irfan, peraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,79 dan predikat Sangat Memuaskan dalam penelitian yang dipromotori oleh Prof Dr Zulkifli MA (sekaligus ketua sidang promosi), Prof Dr H Yusron Razak MA, dan lainnya itu. [Edithya Miranti]

 

Biodata Singkat Peneliti

Nama                          : Dr M. Irfan Wahid Lc MSi

Tempat Tanggal Lahir  : Palangka Raya, 2 Juli 1987

Alumni                         : Pondok Modern Gontor 2006

Pekerjaan                    : Dosen Tetap UIN Palangka Raya

Pendidikan                  :

  1. S1 Teologi dan Filsafat Islam, Universitas Al-Azhar Kairo, 2011.
  2. S2 Kajian Timur Tengah dan Islam, Universitas Indonesia, 2015.
  3. S3 Antropologi dan Sosiologi Agama, Sekolah Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, 2025.

Karya Tulis                   :

  1. Folklore of Plague: Traditional Dayak Rituals as a Medium for Social Resilience and Conflict Resolution (AICIS 2022).
  2. Dari Tradisional Menuju Digital: Adopsi Internet oleh Nahdlatul Ulama Selama Pandemi Covid-19 (2020).
  3. Investigating the Credibility of Online Fatwas (2019).
Tags: Dayak IslamDr M Irfan Wahid Lc MSi.Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah JakartaPerjalanan Identitas Oloh Salam
Share47Tweet29Send
Previous Post

Yayasan Raudhah Al-Gontory Siap Muliakan Seratus Ribu Yatim Dhuafa

Next Post

Dosen UNIDA Gontor Realisasikan Riset Fundamental Kemdiktisaintek 2025: Game 3D Inovatif

Edithya Miranti

Edithya Miranti

Redaksi Majalah Gontor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Al-‘Afwu dan Al-Maghfirah: Hierarki Ampunan dalam Perspektif Spiritual Islam di Akhir Ramadhan

Kiat-Kiat Agar Anak Betah di Pesantren: Sebuah Rangkuman Pidato Masyayikh Gontor

3 May 2026
kh fauzi tidjani djauhari

Pesantren Al-Amien Prenduan akan Gelar Idul Khotmi Nasional Tarekat Tijaniyah Ke-234

13 July 2026
Akhlak dan Adab sebagai Fondasi Peradaban: Perspektif Imam Al-Ghazali, Ibn Miskawaih, Syed Muhammad Naquib Al-Attas, dan KH Imam Zarkasyi untuk Menyongsong Abad Kedua Gontor

Akhlak dan Adab sebagai Fondasi Peradaban: Perspektif Imam Al-Ghazali, Ibn Miskawaih, Syed Muhammad Naquib Al-Attas, dan KH Imam Zarkasyi untuk Menyongsong Abad Kedua Gontor

12 July 2026
Raker SDIT Insantama Leuwiliang 2026/2027 Fokus Perkuat Kolaborasi dan Inovasi Pembelajaran Berbasis Teknologi

Raker SDIT Insantama Leuwiliang 2026/2027 Fokus Perkuat Kolaborasi dan Inovasi Pembelajaran Berbasis Teknologi

12 July 2026
Tetap Jujur Meski Berhadapan dengan Kepentingan

Tetap Jujur Meski Berhadapan dengan Kepentingan

13 July 2026
Bentengi Generasi Sejak Dini: Siswa Kelas VI SDIT Insantama Leuwiliang Ikuti Penyuluhan Bahaya Narkoba

Bentengi Generasi Sejak Dini: Siswa Kelas VI SDIT Insantama Leuwiliang Ikuti Penyuluhan Bahaya Narkoba

0
Waka BAZNAS Apresiasi Kepedulian Pemkab Pasaman Barat terhadap Zakat

Waka BAZNAS Apresiasi Kepedulian Pemkab Pasaman Barat terhadap Zakat

0
FORBIS Isi Pembekalan Mental Wirausaha di Muaskar Wisuda Ke-46 UNIDA Gontor

FORBIS Isi Pembekalan Mental Wirausaha di Muaskar Wisuda Ke-46 UNIDA Gontor

0
200 Lebih Alumni Angkatan 2005 Ramaikan Reuni Akbar Gontor Putri

200 Lebih Alumni Angkatan 2005 Ramaikan Reuni Akbar Gontor Putri

0
Sarasehan Guru Besar Alumni UNIDA Gontor Bukti Penguatan Misi Menuju World Class University

Sarasehan Guru Besar Alumni UNIDA Gontor Bukti Penguatan Misi Menuju World Class University

0
Waka BAZNAS Apresiasi Kepedulian Pemkab Pasaman Barat terhadap Zakat

Waka BAZNAS Apresiasi Kepedulian Pemkab Pasaman Barat terhadap Zakat

17 July 2026
Bentengi Generasi Sejak Dini: Siswa Kelas VI SDIT Insantama Leuwiliang Ikuti Penyuluhan Bahaya Narkoba

Bentengi Generasi Sejak Dini: Siswa Kelas VI SDIT Insantama Leuwiliang Ikuti Penyuluhan Bahaya Narkoba

17 July 2026
200 Lebih Alumni Angkatan 2005 Ramaikan Reuni Akbar Gontor Putri

200 Lebih Alumni Angakatan 2005 Ramaikan Reuni Akbar Gontor Putri

16 July 2026
FORBIS Isi Pembekalan Mental Wirausaha di Muaskar Wisuda Ke-46 UNIDA Gontor

FORBIS Isi Pembekalan Mental Wirausaha di Muaskar Wisuda Ke-46 UNIDA Gontor

16 July 2026
Sambut Tahun Baru Islam 1448 H, PC IKPM Gontor Lampung Gelar Silaturahmi Perdana Bersama Alumni

Sambut Tahun Baru Islam 1448 H, PC IKPM Gontor Lampung Gelar Silaturahmi Perdana Bersama Alumni

16 July 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Miliki Majalah Gontor Edisi Khusus 100 Tahun Gontor sebelum kehabisan.📖 Edisi Juli ✅
📖 Edisi Agustus ✅
📖 Edisi September 🔜🔥 Jangan sampai orang lain sudah punya, sementara Anda kehabisan.📲 Pesan sekarang:
👉 https://bit.ly/pesan-majalah#100tahungontor #majalahgontor #gontornews #gontormendunia #unidagontor #mediaperekatumat #koleksibersejarah #edisikhusus #pesansekarang #jangansampaikehabisan
  • Stok terbatas!
Sudah punya Edisi Agustus?Edisi spesial ini mengupas perjalanan UNIDA Gontor Mendunia dan hanya hadir dalam rangka 100 Tahun Gontor.Banyak yang sudah memesan. Jangan sampai Anda tertinggal.Pesan sekarang:
https://bit.ly/pesan-majalah#100TahunGontor #unidagontor #majalahgontor #gontornews
  • 100 Tahun Gontor bukan sekadar peringatan, tetapi sejarah yang layak disimpan.Miliki Majalah Gontor Edisi Khusus 100 Tahun Gontor yang terbit selama Juli–September 2026.📚 Koleksi terbatas.
⏳ Jangan menunggu sampai kehabisan.📲 Pesan sekarang:
https://bit.ly/pesan-majalah#100TahunGontor #MajalahGontor #Gontor #PondokModern #DarussalamGontor #MediaPerekatUmat #GontorMendunia #KoleksiBersejarah #alumnigontor #gontornews #majalahgontor
  • Jangan sampai koleksi Majalah Gontor Edisi Khusus 100 Tahun Gontor Anda kehabisan.Pre-Order telah dibuka!💰 Harga: Hanya Rp 15.000 / eksemplarMengingat kuota cetak yang terbatas, amankan eksemplar Anda sekarang juga sebelum sistem tertutup otomatis.Amankan Pemesanan Anda di sini:
👉 https://bit.ly/pesan-majalah
  • Repost from @ikpmmadiun
Bagi keluarga besar Gontor, setiap nasihat Pimpinan adalah bekal sepanjang perjalanan hidup. 🤍Kali ini, mari kita luangkan waktu sejenak untuk kembali mendengarkan petuah dari K.H.Hasan Abdullah Sahal (Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor)Insya Allah apa yang kita dengar bukan hanya menambah ilmu, tetapi juga menguatkan niat untuk terus berkhidmat kepada umat.🤲 Jangan berhenti di kita. Bagikan agar semakin banyak yang memperoleh manfaat.💬 Antum Alumni Gontor angkatan berapa? Share di kolom komentar.
  • Jangan sampai koleksi Majalah Gontor Edisi Khusus 100 Tahun Gontor Anda kehabisan.Menuju Peringatan 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor, Majalah Majalah Gontor menerbitkan Edisi Spesial 100 Tahun Gontor.Mumpung BELUM terlambat, Pre-Order Edisi Agustus & September resmi dibuka!💰 Harga: Hanya Rp 15.000 / eks eksemplar
⏳ Batas Waktu PO Edisi Agustus: 10 Juli 2026, Pukul 11:59 WIB (Tinggal menghitung hari!)Mengingat kuota cetak yang sangat ketat, amankan eksemplar Anda sekarang juga sebelum sistem tertutup otomatis.Amankan Slot Pemesanan Anda di Sini:
👉 https://bit.ly/pesan-majalah
  • Repost from @unida.gontor and @miladunidagontor
Bismillahirrahmanirrahim
👋Sampai jumpa di Kampus UNIDA Gontor!
Tabligh Akbar bersama Ustadz Dr. (H.C.) Adi Hidayat, Lc., M.A.Dalam rangka memperingati Milad UNIDA Gontor ke-63, Hadirilah Tabligh Akbar Universitas Darussalam Gontor:✨ Tema: Pentingnya Pesantren
👤 Bersama: Al Ustadz Dr. (H.C.) Adi Hidayat, Lc., M.A.
🗓️ Hari/Tanggal: Kamis, 9 Juli 2026
🕗 Waktu: 20:00 WIB – Selesai
🏛️ Tempat: Universitas Darussalam Gontor (Jl. Raya Siman, Ponorogo, Jawa Timur)Link Pendaftaran:
bit.ly/tablighakbar_unidagontorAcara ini terbuka untuk umum dan menyediakan doorprize menarik bagi jemaah yang beruntung.Mari jadikan momentum ini sebagai sarana memperkuat ukhuwah serta meningkatkan kapasitas keilmuan kita.#MiladUNIDAGontor63 #UstadzAdiHidayat #PesantrenPerekatUmat #TablighAkbarPonorogo #unidagontor
#majalahgontor #gontornews
  • Repost from @irengsepur Dirgahayu 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor.Merupakan sebuah kebanggaan dan kehormatan sebagai salah satu alumni Pondok Modern Darussalam Gontor dapat turut menyemarakkan Milad Satu Abad ini. Meskipun belum dapat hadir secara langsung, Alhamdulillah di sela-sela kegiatan latihan saya diberikan izin oleh kesatuan untuk mengibarkan bendera Pondok Modern Darussalam Gontor di ketinggian  500 ft di atas langit Majalengka. Bagi saya, ini bukan sekadar sebuah penerjunan, tetapi bentuk penghormatan, rasa syukur, dan kecintaan kepada almamater yang telah membentuk karakter dan perjalanan hidup saya.Salam takzim kepada seluruh Bapak Kiai dan para Asatidz atas segala ilmu, doa, dan keteladanan yang telah diberikan. Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan kesehatan, keberkahan, dan membalas setiap pengabdian dengan pahala yang berlipat.Dirgahayu 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor.Semoga Gontor senantiasa menjadi mercusuar peradaban Islam, terus melahirkan generasi pemimpin yang berilmu, berakhlak, dan bermanfaat bagi umat. Semoga Allah SWT senantiasa menjaga dan memberkahi Gontor sepanjang masa. Aamiin ya Rabbal
  • 🎓BEASISWA JALUR RAPOR✨Kabar gembira bagi alumni Pondok Modern Darussalam
Gontor & Pondok Pesantren Alumni Gontor!Dapatkan beasiswa Free Uang gedung dan Potongn UKT
50% disetiap semester sampai lulus kuliah di Universitas
Ary Ginanjar (UAG) dan wujudkan impianmu menjadi
profesional unggul di berbagai bidang!✍️Syarat Pendaftaran:
✅Lulusan Gontor dan rekanan Gontor tahun
2022-2025
✅Memiliki Hafalan Qur

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
▲
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result