pesanan-majalah-edisi-khusus
31 °c
Pecenongan
Sun
Mon
Saturday, 5 September, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Pendidikan Risalah

Pembaharuan Pemikiran Keagamaan Menurut al-Qaradawi dan Relevansinya bagi Rekonstruksi Peradaban Islam (Kajian Filsafat)

Disertasi Dr Imroatul Istiqomah SFilI MPI, Universitas Darussalam Gontor

Edithya Miranti by Edithya Miranti
15 January 2026
in Risalah
0
Pembaharuan Pemikiran Keagamaan Menurut al-Qaradawi dan Relevansinya bagi Rekonstruksi Peradaban Islam (Kajian Filsafat)

Pada era globalisasi dewasa ini, umat mulai menyimpang dari ajaran agama karena berbagai faktor. Penyebab tersebut datang dari tantangan eksternal—mulai dari agresi kaum Yahudi yang licik, tipu daya kalangan Kristiani tertentu, hingga tekanan ideologi komunis, dan dari tantangan internal berupa problem besar yang berakar dalam jiwa kaum beriman sendiri.

Sebagaimana al-Qaradawi menyebutkan inti persoalan terletak pada kondisi batin kaum beriman itu sendiri. Keseluruhan faktor di atas pun menimbulkan akibat paling serius yakni munculnya gejala atheisme dan pengingkaran terhadap agama.

Persoalan tajdīd (pembaharuan) merupakan sebuah keniscayaan bagi umat Islam, khususnya pembaharuan dalam ranah pemikiran keagamaan. Upaya menelusuri makna tajdīd menunjukkan bahwa ulama memiliki pandangan yang beragam. Sebagian mengartikannya sebagai proses ta’ṣīl (penguatan kembali fondasi asli agama), sementara sebagian lain memahami tajdīd sebagai bentuk pelepasan tanpa batas.

Tujuan dari pembaharuan model ini adalah membentuk “Islam baru”, yakni mengubah Islam menjadi entitas lain yang memiliki syariat baru, konsep keberagamaan baru, bahkan mendorong lahirnya inovasi-inovasi dalam agama (ibtidā‘). Penyebab munculnya gagasan semacam itu antara lain karena ketidakpahaman terhadap makna tajdīd yang benar, pengaruh pemikiran Barat, atau karena mereka tidak mengikuti prinsip-prinsip baku dalam pembaharuan yang benar.

BACA JUGA

Pendidikan Inklusif Membentuk Sikap Toleransi (Kajian Etnografi di Pondok Modern Darussalam Gontor)

Bahtsul Masail dalam Perspektif Pembelajaran Berbasis Masalah

Implementasi Birokrasi terhadap Peningkatan Budaya Mutu Guru Madrasah Ibtidaiyyah Kabupaten Bogor

Menjadi Dayak dan Muslim: Perjalanan Identitas Oloh Salam

Integrasi Zakat dan Wakaf untuk Pemberdayaan Masyarakat di Wilayah Perdesaan

Dalam penelitian ini, Dr Imroatul Istiqomah kemudian menjelaskan tentang pembaharuan pemikiran keagamaan menurut al-Qaradawi yang berarti menjaga esensi agama, ciri-ciri dan prinsip-prinsip dasarnya, serta memperbaiki cara penyajiannya, memahaminya dengan pemahaman baru berdasarkan nash-nash qath‘i dan berdasarkan tujuan-tujuan umum syariat.

“Maka pembaharuan pemikiran keagamaan menurutnya adalah pemikiran yang percaya pada ijtihad, mengadopsi pembaharuan, serta menolak taqlid dan ketergantungan,” terang doktor yang biasa disapa Iis tersebut.

Pembaharuan pemikiran keagamaan ini ia sebut sebagai “fiqh baru”. Bidang ilmu ini -meskipun sangat penting- bukanlah makna fiqh yang dimaksud al-Qaradawi, dan bukan pula makna kata fiqh sebagaimana disebutkan dalam al-Qur’an dan al-Hadis. “Ia termasuk bagian dari perubahan istilah dan konsep sebagaimana dijelaskan oleh Imam al-Ghazali dalam kitab ilmu dari ensiklopedia terkenalnya Ihya’ ‘Ulum al-Din,” sambung Dr Iis.

Jenis-jenis fiqh baru itu adalah Fiqh Sunnah, Fiqh Tingkatan Amal, Fiqh Perbedaan, Fiqh Pertimbangan, dan Fiqh Prioritas. Adapun karakter-karakter utamanya menggabungkan antara salafiyah dan pembaharuan, menyeimbangkan antara hal-hal yang tetap dan yang berubah, memberi peringatan dari pembekuan, pengaburan dan pengkotakan Islam, serta memahami Islam secara komprehensif.

Peraih Program Beasiswa Institute for the Study of Islamic Thought and Civilizations (INSISTS) Pesantren Lir Ilir Solo (2013-2015) ini juga menjelaskan bahwa pembaharuan pemikiran keagamaan menurut al-Qaradawi terwujud dalam membangun kembali peradaban Islam melalui dua aspek, pertama, memahami realitas umat yang sedang sakit dan mengobatinya, lalu kedua, membangun kembali peradaban. “Proses ini mencakup manusia sebagai poros utama dan strategi perubahan melalui kebangkitan Islam serta gerakan Islam,” terang dosen UNIDA Gontor tersebut.

Pertama, mewujudkan pembaharuan pemikiran keagamaan dalam memahami realitas umat yang sakit. Menurut Fiqh Sunnah yakni reformasi membutuhkan perencanaan matang, visi jelas tentang penyakit umat dan sebab-sebabnya, serta persiapan untuk masa depan dengan mengambil pelajaran dari masa lalu dan memanfaatkan potensi masa kini.

Berdasarkan Fiqh Tingkatan Amal yaitu memberi prioritas pada penyakit umat yang paling besar mudharatnya, yang paling banyak dampak material dan moralnya. Dilihat dari Fiqh Perbedaan ialah bekerjasama dalam hal-hal yang disepakati. Sedangkan dari Fiqh Pertimbangan yaitu mengorbankan kepentingan pribadi demi kepentingan umum. Kemudian dari sisi Fiqh Prioritas yakni mengetahui persoalan mana yang paling layak mendapat perhatian. Sehingga diberikan porsi usaha dan waktu lebih banyak dibanding yang lain.

Kedua, mewujudkan pembaharuan pemikiran keagamaan dalam pembangunan kembali peradaban. Satu, manusia sebagai poros utama. Berdasarkan Fiqh Sunnah yaitu membangun manusia dan melakukan perubahan membutuhkan kerja jangka panjang, arahan yang multidimensi, beragam metode, serta pendidikan yang mendalam dan bertahap.

Menurut Fiqh Tingkatan Amal yakni memberi perhatian besar pada “dimensi internal” manusia. Lalu berdasarkan Fiqh Perbedaan ialah membuat seorang Muslim sibuk dengan persoalan besar umatnya.

Sedangkan dari Fiqh Pertimbangan menghilangkan kemaslahatan sementara demi meraih kemaslahatan yang permanen atau jangka panjang, meninggalkan kemaslahatan yang bersifat formal demi kemaslahatan substansial, juga mengutamakan kemaslahatan yang pasti dibanding yang masih diragukan atau semu. Terakhir dari Fiqh Prioritas yaitu mengetahui kewajiban zaman, lalu mendahulukannya, dan memberinya hak yang seharusnya tanpa menundanya.

Dua, mewujudkan pembaharuan pemikiran keagamaan dalam strategi perubahan. Menurut Fiqh Sunnah yaitu bersabar dan optimis dalam segala tahapan pembangunan dan perubahan.

Dilihat dari Fiqh Tingkatan Amal yakni mengetahui nilai amal dan tingkatannya secara syar‘i, serta menempatkan masing-masing pekerjaan pada levelnya dalam urutan perintah dan larangan tanpa mencampuradukkan, tidak merusak proporsi, tidak memisahkan hal yang setara, dan tidak menyamakan hal yang berbeda.

Berdasarkan Fiqh Perbedaan ialah menentukan konsep dan istilah secara jelas. Lalu dari sisi Fiqh Pertimbangan yakni fiqh syariat dan fiqh realitas harus saling melengkapi agar dapat dilakukan pertimbangan yang ilmiah, seimbang, jauh dari sikap ekstrem maupun kendor.

Kemudian dari Fiqh Prioritas yakni prioritas gerakan dimulai dari bidang pemikiran terlebih dahulu, kemudian dakwah, lalu pendidikan, disusul bidang politik, ekonomi, sosial, dan terakhir jihad.

Berdasarkan kesimpulan di atas, peneliti melihat masih terdapat kekurangan dalam penulisan penelitian ini. Untuk melengkapinya, peneliti ingin memberikan beberapa rekomendasi dan saran bagi peneliti selanjutnya yang ingin memanfaatkan pemikiran al-Qaradawi dalam bidang ini: Pertama, menjelaskan konsep pembaharuan agama menurut al-Qaradawi dari sisi spiritual dan praktis, serta bagaimana realisasi konsep tersebut dalam upaya membangun kembali peradaban. Kedua, menonjolkan peran al-Qaradawi dalam proses rekonstruksi atau pembangunan kembali peradaban Islam.

“Ketiga, menampilkan peran arus Wasathiyah Islami (moderasi Islam) ala al-Qaradawi dalam menyebarkan dakwah Islam, memperbaiki masyarakat Muslim, dan menghidupkan kembali pembaharuan agama di berbagai bidang,” tutup Iis dalam penelitian dengan nilai 95 yang dibimbing oleh Prof Dr KH Amal Fathullah Zarkasyi MA dan Prof Dr KH Hamid Fahmy Zarkasi MAEd MPhil itu. [Edithya Miranti]

 

Biodata Peneliti

Nama Lengkap            : Dr Imroatul Istiqomah SFilI MPI

Tempat Tanggal Lahir : Madiun, 08 Februari 1990

Alumni                         : Gontor Putri 2008

Suami                          : Mas’ud Nahrowi SPdI

Anak                            : Muhammad Nur Zayyan Izzul Wafa

Ziyana Izzatul Husna

Riwayat Pendidikan                 :

  1. S1, Jurusan Aqidah Filsafat Islam, Institut Studi Islam Darussalam (ISID) Gontor, 2012.
  2. S2, Magister Pemikiran Islam, Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), 2015.
  3. S3, Doktoral Aqidah Filsafat Islam, UNIDA Gontor, 2023.
Tags: Dr Imroatul Istiqomah SFilI MPIPembaharuan Pemikiran Keagamaan Menurut al-QaradawiUnida Gontor
Share8Tweet5Send
Previous Post

KH Salman Al-Farisi: Cahaya dari Cilengsi Nyalakan Lentera Qur’aniy

Next Post

Implementasi Birokrasi terhadap Peningkatan Budaya Mutu Guru Madrasah Ibtidaiyyah Kabupaten Bogor

Edithya Miranti

Edithya Miranti

Redaksi Majalah Gontor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
YMI Peduli Wakafkan 100 Sepeda kepada Gontor

YMI Peduli Wakafkan 100 Sepeda kepada Gontor

3 September 2026
Kasih Sayang Rasulullah SAW kepada Umatnya

Kasih Sayang Rasulullah SAW kepada Umatnya

30 August 2026
Wakil Bupati Lebak Hadiri Panggung Gembira Spektakuler Smart Generation 627 Darel Azhar

Wakil Bupati Lebak Hadiri Panggung Gembira Spektakuler Smart Generation 627 Darel Azhar

30 August 2026
Rekonstruksi Pendidikan Akhlak: Dari Generasi Stroberi Menuju Generasi Kemiri untuk Mewujudkan Indonesia Emas yang Berkeadaban 2045

Rekonstruksi Pendidikan Akhlak: Dari Generasi Stroberi Menuju Generasi Kemiri untuk Mewujudkan Indonesia Emas yang Berkeadaban 2045

2 September 2026
Gontor Gelar GIHES 2026 di Jakarta

Gontor Gelar GIHES 2026 di Jakarta

30 August 2026
Nyali Kemandirian ala Pesantren

Nyali Kemandirian ala Pesantren

0
Rasa Malu*

Rasa Malu*

0
Kapolri Listyo Dukung Pramuka PUI Perkuat Karakter Kebangsaan Generasi Muda

Kapolri Listyo Dukung Pramuka PUI Perkuat Karakter Kebangsaan Generasi Muda

0
Asah Jiwa Kepemimpinan Santri, Gontor Kampus 12 Riau Buka Agenda Kepramukaan

Asah Jiwa Kepemimpinan Santri, Gontor Kampus 12 Riau Buka Agenda Kepramukaan

0
Gontor Putri Kampus 3 Resmi Buka Kegiatan Pramuka

Gontor Putri Kampus 3 Resmi Buka Kegiatan Pramuka

0
Nyali Kemandirian ala Pesantren

Nyali Kemandirian ala Pesantren

5 September 2026
Rasa Malu*

Rasa Malu*

4 September 2026
Gontor Kampus 12 Riau Resmi Buka Pembelajaran Semester Kedua

Gontor Kampus 12 Riau Resmi Buka Pembelajaran Semester Kedua

4 September 2026
Kapolri Listyo Dukung Pramuka PUI Perkuat Karakter Kebangsaan Generasi Muda

Kapolri Listyo Dukung Pramuka PUI Perkuat Karakter Kebangsaan Generasi Muda

4 September 2026
Gontor Putri Kampus 3 Resmi Buka Kegiatan Pramuka

Gontor Putri Kampus 3 Resmi Buka Kegiatan Pramuka

4 September 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Edisi Khusus Bulan September 2026 spsial 100 tahun .Pesan sekarang
https://bit.ly/pesan-majalah#majalahgontor
#gontornews
  • Bismillah, kami kembali membuka kesempatan kepada Alumni Gontor ataupun Pondok Alumni yang memiliki usaha yang ingin diperkenalkan melalui Majalah Gontor pada bulan oktiober ini.
Kami membuka 3 paket pilihan :
1. 1/4
2. 1/6
3. Iklan MiniLink pendaftaran : https://bit.ly/pasang-iklan-mgatau bisa lihat di link Bio.#majalahgontor #gontornews
  • Alhamdulillah Majalah Gontor Edisi Khusus Bulan September spesial100 tahun Gontor telah tersedia. Stok edisi khusus semakin menipis pula (Juli - September). Bagi yang belum memiliki bisa Langsung pesan melalui link berikut :
https://bit.ly/pesan-majalahJangan sampai kehabisan.Untuk Baju kaos bisa juga pesan melalui link ini : https://tinyurl.com/pesan-bajukontak bagian penjualan :
0812-3416-0133
#majalahgontor #gontornews #gontor #alumnigontor
  • Tersedia Ukuran:
S, M, L, XL, XXLWarna : Hitam dan Putih
Sablon : DTF
  • Kumpul-kumpul alumni di acara puncak 100 Tahun gontor boleh juga ini. Silahkan yang mau pesan bisa langsung ke link berikut : https://tinyurl.com/pesan-kaos
atau bisa pesan ke nomor yang ada pada flyer.Bahan : Cotton Combed 24s
Warna tersedia : Hitam dan Putih
Tersedia lengan pendek dan lengan panjang.
Ukuran : S, M, L, XL, XXL.Catatan:
Gambar yang ada pada katalog ini mungkin tidak 100% akurat dengan aslinya. Hal tersebut disebabkan adanya faktor perbedaan cahaya dan tampilan pada media elektronik yang digunakan.#gontornews #majalahgontor
  • Bismillah, PRE-ORDER
Limited Edition
Tersedia Warna Hitam dan Putih
Ukuran yang tersedia : S, M, L, XL, XXL
Bahan : Cotton Combed 24s
Sablon : DTFLink Pemesanan : https://tinyurl.com/pesan-baju#majalahgontor
#gontornews
  • Bismillah.  Alumni Gontor 2007 wakaf 100 unit sepeda untuk guru-guru di Gontor
Insya Allah akan diserahkan secara simbolis pada acara peringatan 100 tahun Gontor.#majalahgontor #gontornews #gontor #pondokmoderngontor @risang.wijanarko @pondok.modern.gontor
  • Global Islamic Holistic Education Summit.
Lokasi : Hotel Borobudur Jakarta, Indonesia
Tanggal : 5 - 6 September 2026Akhir Pendaftaran : 27 Agustus 2026Dalam rangka Peringatan 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor, kami mengundang Bapak/Ibu untuk berpartisipasi dalam Global Islamic Holistic Education Summit (GIHES) 2026.GIHES 2026 merupakan forum Internasional yang mempertemukan pimpinan pesantren, lembaga pendidikan Islam, akademisi, pembuat kebijakan, dan tokoh pendidikan untuk berbagi perspektif, membahas tantangan strategis, serta membangun sinergi dan kolaborasi bagi kemajuan pendidikan dan generasi mendatang.#gontornews #majalahgontor #gihes
  • Dari Los Angeles, California, Amerika Serikat, tepatnya di Hollywood Sign dengan jarak kurang lebih 14.000 kilometer dari pondok Modern Darussalam Gontor. Doa-doa kebaikan disampaikan kepada Pondok Modern Darussalam Gontor dan Keluarga Besar Gontor.#majalahgontor #gontornews #100tahungontor #gontorponorogo

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
▲
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result