Ankara, Gontornews — Turki telah meminta masyarakat internasional untuk memulai penyusunan rencana internasional bagi Mosul setelah kota itu dikuasai Irak. Seorang pejabat senior Turki mengatakan, Mosul harus diatur oleh kelompok lokal (Sunni).
Menurutnya, Ankara siap mengambil langkah-langkah untuk menghindari pembersihan etnis di kota itu setelah daerah itu ‘dibersihkan’ dari para pejuang (jihadis).
“Mosul harus diatur oleh orang-orang dari Mosul sendiri. Rencana internasional untuk status Mosul ini harus dimulai sekarang. Menyerahkan kendali kota kepada kelompok-kelompok dari berbagai daerah akan menciptakan masalah lebih buruk,” kata Wakil Perdana Menteri Turki Numan Kurtulmus.
Berbicara pada pertemuan kepala biro surat kabar di Ankara, Rabu (19/10), Kurtulmus mengatakan, “Kami sangat berharap operasi Mosul akan berakhir sedemikian rupa sehingga daerah itu tidak akan lagi menghadapi risiko masalah apapun. Operasi ini harus dijalankan sesuai dengan sensitivitas yang telah kita buat.”
Turki sangat prihatin dengan kemungkinan partisipasi aktif milisi Syiah dalam operasi Mosul, takut mereka mencoba mengubah demografi kota yang sangat Sunni ini secara paksa. Milisi Syiah tidak termasuk dalam operasi ini sebagai hasil dari diskusi panjang antara Ankara dan Washington. Turki terus mengeluarkan peringatan yang kuat untuk Irak dan anggota koalisi Mosul mengenai kemungkinan terjadinya bentrokan sektarian baru.
“Mungkin ada beberapa hasil yang sangat buruk dari serangan potensial oleh al-Hashd al-Shaabi [milisi Syiah] di Mosul yang sangat Sunni. Turki akan mengambil langkah untuk mencegah hal ini terjadi,” kata Kurtulmus sebagaimana dikutip hurriyetdailynews.com.
Menurutnya, Turki akan mempertimbangkan aksi militer jika terjadi kasus pembersihan etnis kelompok Sunni. “Kami berharap tidak akan ada bahaya tersebut. Kami akan terus mengikuti perkembangan. Kami akan terjun ke lapangan jika diperlukan.” [Rusdiono Mukri]





















