Roma, Gontornews — Buntut dari penutupan lima masjid di Italia, umat Islam menggelar demonstrasi dan melaksanakan shalat Jumat di dekat Roma Colosseum. Aksi ini akan terus dilakukan sampai adanya keadilan dan kebebasan melaksanakan ibadah di negara tersebut.
Koordinator demonstan menyebut, penutupan lima masjid karena alasan administrasi. Umat Islam di Italia menduga pemerintah menanggapi ketidakpercayaan karena serangan-serangan yang terjadi di Eropa. Beberapa demonstran berunjukrasa sambil membentangkan spanduk bertuliskan “Perdamaian” dan “Buka masjid”.
“Kami merasa orang menunjuk jari pada kami,” kata Francesco Tieri, seorang mualaf yang bertindak sebagai koordinator aksi.
Politikus Barbara Saltamartini dari Partai Liga Utara mengecam para demonstran yang mengambil tempat di Roma. Sedangkan polisi Italia mengatakan, pihak berwenang akan menjamin kebebasan berpikir selama dalam kerangka hukum.
Islam di Italia memiliki tantangan berat karena tidak diakui sebagai agama resmi. Menurut angka resmi, ada lebih dari 800 ribu Muslim yang tinggal di Italia secara hukum, dan para pejabat memperkirakan 100 ribu lainnya hidup di sana secara permanen tanpa surat-surat resmi.
Dengan kata lain komunitas Muslim di Italia mencapai lebih dari 1,5 persen dari populasi negeri itu dan Islam merupakan agama yang paling banyak diikuti, kedua setelah Katolik.
Di samping itu, Menteri Dalam Negeri Italia Angelino Alfano pernah mengatakan bahwa umat Islam tak boleh membangun masjid mini di garasi. Partai-partai sayap kanan juga menyerukan larangan pada setiap masjid yang dibangun dari dana donor di luar Italia.
Sementara usulan untuk membangun masjid bergaya tradisional di beberapa tempat banyak ditentang oleh anggota dewan. [Ahmad Muhajir/Rus]



















