Moskow, Gontornews — Rusia menyita tiga kapal angkatan laut Ukraina di lepas pantai Krimea setelah melepaskan tembakan ke arah kapal-kapal itu. Sejumlah pelaut terluka. Insiden berisiko memicu krisis baru yang berbahaya antara kedua negara.
Dinas keamanan Rusia FSB mengatakan, pada Senin (26/11) pagi bahwa kapal patroli perbatasannya menangkap kapal angkatan laut Ukraina di Laut Hitam dan menggunakan senjata untuk memaksa mereka berhenti, lapor kantor berita Rusia, seperti dirilis Aljazeera.
FSB mengatakan telah dipaksa untuk bertindak karena kapal-kapal itu – dua kapal kecil lapis baja dan sebuah kapal tunda – secara ilegal memasuki perairan teritorialnya, berusaha melakukan tindakan ilegal, dan mengabaikan peringatan untuk berhenti ketika melakukan manuver dengan berbahaya.
“Senjata digunakan dengan tujuan menghentikan secara paksa kapal perang Ukraina,” kata FSB dalam sebuah pernyataan.
“Akibatnya, ketiga kapal angkatan laut Ukraina ditangkap di perairan teritorial Federasi Rusia di Laut Hitam.”
Presiden Ukraina Petro Poroshenko bertemu dengan para pembantu militernya pada awal Senin setelah insiden itu. Poroshenko mengatakan, dia akan mengusulkan agar parlemen memberlakukan darurat militer.
Dewan Keamanan PBB akan membahas perkembangan itu atas permintaan Rusia, kata Wakil Duta Besar Rusia untuk PBB Dmitry Polyanskiy.
Sementara itu Angkatan Laut Ukraina mengatakan, enam pelautnya terluka ketika sebuah kapal Rusia menembaki kapal Ukraina di dekat Selat Kerch, sebuah jalur laut sempit dekat Semenanjung Krimea yang memisahkan Laut Hitam dan Laut Azov.
“Kapal lapis baja kecil, Beryansk dan Nicopol telah rusak oleh tembakan musuh dan tidak bisa bergerak,” kata Angkatan Laut Ukraina di Facebook. [Rusdiono Mukri]


















