Jakarta, Gontornews — Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) masih terus melakukan respon tanggap darurat terhadap bencana di Lombok Nusa Tenggara Barat. Kegiatan yang dilakukan MDMC ini telah berlangsung sejak terjadinya dua kali gempa yakni pada 29 Juli 2018 dan 5 Agustus 2018.
Kegiatan yang dilakukan MDMC tersebut antara lain dengan memberikan layanan kesehatan, logistik, water and sanitation hygiene (WASH), hunian sementara (huntara), psikososial, pendidikan darurat, serta pembangunan amal usaha Muhammadiyah berupa sekolah-sekolah yang rusak akibat gempa.
Dilansir muhammadiyah.or.id Ketua MDMC Pimpinan Wilayah NTB, Muslimin, mengatakan bahwa Muhammadiyah telah menurunkan 1.116 relawan selama penanganan gempa bumi NTB. Juga tercatat 691 Kepala Keluarga yang mendapatkan hunian.
Sementara 3.550 jiwa menerima water dan sanitation hygiene (WASH), 1.864 jiwa penerima manfaat Balai Kampong, 11.153 jiwa menerima layanan kesehatan, 6.213 jiwa menerima distribusi makanan dan non makanan, dan 17.374 jiwa mendapat layanan psikososial.
“Setelah melalui tahapan-tahapan dalam upaya memulihkan kondisi Lombok seperti kehidupan sebelum terjadi bencana, kami MDMC akan melakukan penutupan layanan yang selama lima bulan ini memberikan layanan transisi dari tanggap darurat ke pemulihan pasca bencana,”katanya.
Perwakilan MDMC PP Muhammadiyah Chairil Anam dari Divisi Tanggap Darurat Rehabilitasi & Rekonstruksi menyampaikan upaya penanganan gempa Lombok Sumbawa yang dilakukan MDMC dan LazisMu akan terus berkesinambungan.
“Selanjutnya, program pemulihan Lombok akan bermitra dengan pemerintah daerah, baik Kabupaten Lombok Utara, Lombok Timur, Lombok Tengah, dan Pemerintah Provinsi NTB,”jelasnya.
Dikatakannya, gerakan ini dimaknai dalam rangka ta’awun untuk negeri. “Sekaligus memberikan semangat menuju Lombok Sumbawa bangkit dan berkemajuan,” katanya. [Muhammad Khaerul Muttaqien]


















