Jakarta, Gontornews — Selama 18 tahun ini Sekolah Tinggi Ekonomi Islam Tazkia menawarkan program ekonomi syariah yang dimulai dengan pengkhususan mencetak ahli perbankan dan keuangan syariah. Seiring waktu STEI Tazkia juga menawarkan program studi hukum ekonomi syariah, keuangan mikro syariah dan pendidikan ekonomi syariah.
Dengan tekad memastikan kualitas pendidikan, Kampus Tazkia selalu serius dalam menjalankan proses akreditasi. Hasilnya semua program studi sudah terakreditasi B (Baik) dan satu di antaranya yaitu Program Studi Akuntansi Syariah berpredikat Akreditasi A (Sangat Baik).
Tidak heran, prestasi nasional dan internasional banyak diraih dosen dan mahasiswa STEI Tazkia. Ketua STEI Tazkia, Murniati Mukhlisin menyatakan bahwa dirinya masih belum puas dengan pencapaian selama ini.
“Sesuai dengan visi-misi Kampus Tazkia, akreditasi nasional perlu ditingkatkan menjadi akreditasi internasional karena pada tahun 2025, Kampus Tazkia berazam ingin menjadi rujukan global,” ujar Murniati.
Tahun 2018 ini adalah tahun visitasi BAN-PT terbanyak bagi kampus yang berlokasi di Sentul City ini. Dimulai dengan proses akreditasi Program Studi Bisnis Manajemen Islam bulan Juli disusul dengan visitasi ahli status dari sekolah tinggi menjadi institut bulan Agustus.
Kemudian 4-6 Desember yang lalu telah diadakan visitasi untuk akreditasi ulang Program Studi Ekonomi Islam dan tanggal 10-11 Desember kemarin baru saja berlangsung akreditasi institusi.
“Kami semua berharap hasil dari proses akreditasi ini akan memberikan nilai terbaik untuk kampus kami, tentu saja kami berharap nilainya A” disampaikan Andang Heryahya selaku Wakil Ketua yang juga bertanggung jawab atas proses akreditasi di STEI Tazkia.
Banyak kelebihan yang dimiliki STEI Tazkia dari segi Tridharma pendidikan dimulai dari kualitas dosen pengajar, sistem pengajaran yang sudah mengarah ke kurikulum internasional penelitian dan publikasi di jurnal nasional dan internasional pengabdian masyarakat baik di sekitar lingkungan kampus hibgga ke mancanegara.
Namun kekurangannya masih juga ada yaitu belum adanya dosen berstatus guru besar yang dinobatkan oleh kampus Tazkia, terbatasnya dosen yang menguasai ilmu ekonomi dan pengetahuan fiqh yang kuat serta terbatasnya lahan kampus untuk asrama mahasiswa.
“Kami berterima kasih atas dukungan dari segenap stakeholders baik itu dari internal yayasan, orangtua mahasiswa, alumni, para mitra dan pengguna alumni di dalam maupun luar negeri, badan otoritas negara serta pemerintah daerah yang senantiasa mendukung program-program Tazkia” tutup Murniati.[Muhammad Khaerul Muttaqien]






















