Bogor, Gontornews — Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) bekerjasama dengan Universitas Kyoto, Jepang, sepakat untuk melakukan penelitian tentang pengembangan teknologi untuk mengembalikan lahan marjinal menjadi lahan produktif. Keduanya bersepakat untuk menjadikan tanaman sorgum dalam produksi energi dan material terbarukan.
Kepala Pusat Konservasi Tumbuhan Kebun Raya LIPI, Didik Widyatmoko, mengatakan tanaman sorgum merupakan tanaman multimanfaat dan terbukti dapat memperbaiki lahan yang cenderung tidak produktif seperti lahan-lahan yang ditanami alang-alang.
“Lahan (marjinal) perlu diproduktifkan sehingga bisa ditanami sorgum dan tanaman tumpang sari lainnya,” ungkap Didik sebagaimana dilansir lipi.go.id.
“Kandungan Lignoselulosa pada sorgum bisa untuk etanol sumber bahan bakar atau energi terbarukan. Bagian sorgum lainnya seperti batang bisa untuk jus sorgum penghasil gula yang cocok untuk penderita diabetes,” jelas Didik tentang sorgum dan segudang manfaatnya.
Ada sejumlah daerah yang dipersiapkan LIPI sebagai pilot project penanaman sorgum yaitu di Ecopark Cibinong milik LIPI di Cibinong-Bogor, Kebun Raya Katingan di Kalimantan Tengah serta di Kupang, Nusa Tenggara Timur.
Sementara itu, peneliti dari Pusat Penelitian Biologi LIPI, I Made Sudiana, menambahkan jika pelet dari sorgum tengah merambah pasar ekspor ke Jepang atau Korea. Di kedua negara tersebut, pelet sorgum diubah menjadi bahan bakar etanol dan energi terbarukan.
“Di Jepang, pasokan listrik dari batubara diubah ke sorgum karena rendah emisi,” kata I Made Sudiana.
Ia menjelaskan meski sorgum merupakan tanaman yang berasal dari Afrika, sorgum dapat bertahan dangan iklim tropis di Indonesia. Ia berharap sorgum mampu menanggulangi 10 hektare lahan marjinal agar bisa kembali menjadi lahan produktif.
“Diperkirakan Indonesia memiliki luas padang alang-alang mencapai 10 juta hektare. Keberadaan sorgum di lahan marjinal. Keberadaan padang alang-alang seringkali dianggap sebagai lahan marginal yang memberikan sedikit manfaat bagi masyarakat,” pungkas I Made Sudiana. [Mohamad Deny Irawan]




















