Hamam al-Alil, Gontornews — Kamis (27/10), tentara Irak berusaha mencapai sebuah kota di selatan Mosul di mana ISIS dilaporkan telah mengeksekusi puluhan warga sipil demi mencegah dukungan bagi serangan militer untuk merebut kembali benteng kelompok itu.
Sebelas hari operasi darat terbesar di Irak sejak invasi pimpinan AS tahun 2003, tentara dan polisi federal melawan serangan penembak Β jitu dan bom mobil bunuh diri di Hamam al-Alil, lokasi eksekusi yang dilaporkan.
ISIS menewaskan puluhan tahanan di sana, kebanyakan dari mereka mantan anggota polisi Irak dan tentara, yang diambil dari desa-desa yang mereka kuasai. Mereka dipaksa meninggalkan rumahnya ketika pasukan koalisi bergerak maju ke Mosul.
Seperti dirilis Al Jazeera, Jumat (28/10), koresponden Reuters mengaku bertemu dengan keluarga sandera di selatan Mosul. Salah satunya adalah seorang polisi yang kembali bertemu keluarganya, yang ia tinggalkan ketika desanya jatuh ke tangan ISIS dua tahun lalu.
“Aku takut ISIS akan tetap mengambil mereka dari desa-desa, dan kemudian mereka akan hilang,” katanya tak mau menyebutkan namanya untuk melindungi anggota keluarganya yang masih di tangan para pejuang ISIS.
Eksekusi dimaksudkan “untuk meneror orang lain, khususnya mereka yang berada di Mosul”, dan juga untuk menyingkirkan para tahanan, kata Abdul Rahman al-Waggaa, anggota dewan Provinsi Nineveh. Beberapa keluarga mereka juga dieksekusi di Hamam al-Alil, katanya.
Jurubicara HAM PBB Rupert Colville, Selasa (25/10) mengatakan ISIS sempat dikabarkan menewaskan sejumlah orang di sekitar Mosul pada minggu terakhir. [Rusdiono Mukri]





















