Yangon, Gontornews — Sebuah kabar lokal yang dikelola media pemerintah Myanmar, The Global New Light of Myanmar, mengabarkan bahwa setidaknya seorang polisi penjaga perbatasan terluka akibat diserang oleh 30 orang yang membawa senjata berat dan kecil dekat Saytaung, Buthidaung, Myanmar, Selasa (1/1).
Juru bicara pasukan Arakan, Khine Thu Kha, membantah informasi tersebut meski mengakui bahwa kelompoknya telah menyerang pasukan keamanan pemerintah di Saytaung.
Akibat bentrokan tersebut, Pemerintah Myanmar menugaskan ratusan polisi penjaga di wilayah perbatasan langsung dengan Bangladesh untuk menghindari serangan militer yang lebih luas.
“Hari ini, pertempuran dimulai pukul 8 pagi di lokasi lain,” ungkap Khine Thu Kha sebagaimana dilansir Reuters.
Akan tetapi, juru bicara militer Myanmar, Mayor Jenderal Tun Tun Nyi menolak untuk berkomentar tentang bentrokan tersebut.
Sementara itu, Kantor Koordinasi urusan Kemanusiaan mengatakan bahwa pihaknya telah membawa sekitar 1.500 warga Rakhine yang terdampak serangan yang terjadi sejak hari Ahad (30/12) tersebut. Lebih jauh, bentrokan pertama yang terjadi pada 8 Desember telah menyebabkan sekitar 1000 warga Rakhine terlantar.
Pihak berwenang bekerjasama dengan kelompok penyalur bantuan kemanusiaan baik lokal maupun internasional telah memberikan bantuan kepada para pengungsi.
PBB bahkan menyebut sekitar 2.500 warga Rakhine telah diusir dari rumah mereka sejak bentrokan pertama kali, antara Militer Myanmar Tamtadaw dengan pasukan Arakan, pecah di awal Desember lalu. [Mohamad Deny Irawan]




















