Manila, Gontornews — Kelompok mioritas Muslim yang mendiami wilayah Mindanao (Mindanao Islamic Liberation Font/MILF) bersepakat dengan pemerintah Filipina untuk melaksanakan referendum untuk mengakhiri konflik separatis yang kerap terjadi puluhan tahun ke belakang.
Ketika referendum tersebut dilaksanakan, masyarakat diminta untuk memilih untuk mendukung rencana kelompok MILF atau menciptakan sebuah daerah baru yang dikenal dengan Bangsamoro. Kalimat ‘Bangsa Moro’ diambil dari penjajah yang diberikan Spanyol kepada wilayah Mindanao.
Dalam prosesi pemungutan suara referendum kali ini melibatkan 2,8 juta warga Mindanao. Pemerintah berharap masyarakat menggunakan hak suaranya agar memberikan kekuatan hukum bagi pemegang kuasa eksekutif, legislatif serta fiskal di salah satu wilayah termiskin di Asia serta berisiko terinfiltrasi dengan kelompok-kelompok radikal.
“Kami yakin bahwa kata ‘Ya’ akan menang,” ungkap ketua MILF, Murad Ibrahim sebagaimana dilansir Reuters.
“Andai tidak ada manipulasi dan intimidasi, maka kesepakatan tersebut akan sangat luar biasa,” tambah Murad Ibrahim.
Lebih lanjut, referendum ini juga akan menjadi dorongan penting bagi Presiden Filipina, Rodrigo Duterte khususnya untuk setiap terobosan kebijakan yang diterapkannya. Duterte pun mengajak setiap warga muslim di Mindanao agar menyetujui referendum tersebut demi menciptakan kondisi damai, percepatan pembangunan serta menepatkan kepemimpinan yang sesuai dengan kebutuhan warga Mindanao.
Tak hanya itu, persetujuan juga akan menghasilkan peningkatan akses pekerjaan, pendapatan, pendidikan serta pembangunan di Filipina. Pasalnya, selama ini, mereka terkendala oleh aksi para perompak, gerombolan penculik, serta kelompok bersenjata yang dituding berafiliasi dengan kelompok ISIS.
MILF dan Pemerintah Filipina pun berharap bahwa otonomi akan memberikan akses investasi untuk infrastruktur dan sumber daya alam yang lebih baik serta perluasa ekspor buah, nikel serta pengembangan industri minyak kelapa sawit yang selama ini menjadi andalan di Mindanao. [Mohamad Deny Irawan]





















