Jakarta, Gontornews — Gerindra dan PKS mendesak penegak hukum segera memproses hukum kasus penistaan agama yang melibatkan Ahok. Tegakkan hukum secara objektif dan adil, jangan bermain-main lagi. Apalagi main politik.
Ketua Dewan Pertimbangan Partai Gerindra Prabowo Subianto menyayangkan kecenderungan lembaga pemerintah sibuk mengurusi demonstran. “Kenapa dipermasalahkan demonstran? Selesaikan penyebab munculnya aksi. Kenapa terjadi demonstrasi? KALAU LEMBAGA2 POLITIK DAN PEMERINTAHAN TIDAK BISA MENDENGAR ASPIRASI RAKYAT, YA RAKYAT AKAN TURUN KE JALAN. Kan begitu.”
Prabowo menambahkan, parlemen ada, tapi kadang-kadang parlemen tidak didengar. Anda tahu sendirilah! Ada yang anggap dengan uang bisa dibeli, ketua Partai bisa dibeli, anggota DPR bisa dibeli, mungkin ustadz-ustadz juga bisa dibeli. “Kalau sudah menyangkut perasaan hati, ini harus dijawab dengan kesejukan dan kearifan,” tambahnya.
Pemimpin Gerindra mengakui,”Situasi yg berkembang sudah seperti ini. Partai saya bukan totaliter, jadi saya tidak bisa memutuskan sendiri. Dalam hal ini Partai Gerindra belum memutuskan untuk turun ke jalan. Tapi jika ada kader Gerindra yg akan ikut aksi, itu adalah hak mereka sebagai rakyat, itu adalah masalah hati nurani yang harus dihargai.”
Sementara itu Presiden PKS Sohibul Iman mengatakan, Basuki sudah minta maaf, secara etis sudah bagus. Tapi secara yuridis tetap harus diproses.
“KAMI BERSAMA PAK PRABOWO MENDESAK PENEGAK HUKUM UNTUK MEMPROSES ITU.
Disitulah nanti akan muncul Trust dari masyarakat kepada penegak hukum.”
Sohibul Iman mengungkapkan, ini bukan persoalan hari ini saja. Penegakan hukum terkait masalah ini, kalo ini bertele-tele dan menciptakan Distrust, rasa tidak percaya dari masyarakat, rugi kita akan berkepanjangan. Jika dibiarkan,
akan terjadi ketidakpercayaan masyarakat kepada negara hukum.
Sebagai pimpinan partai politik, kami sangat berhati2, karena takut ini kemudian dibawa2 kepada aspek politik.
Kalau ini sudah bercampur dengan aspek politik, ini akan semakin semrawut lagi.
KAMI MENGIMBAU PENEGAK HUKUM, JANGAN BERMAIN-MAIN POLITIK…!”
Jika melihat isi pernyataan tegas kedua pimpinan partai, kita bisa menebak bagaimana diskusi yang terjadi antara Prabowo dengan Jokowi Senin lalu, dan apa saja pandangan yang disampaikan Mantan Danjen Kopassus dan Pangkostrad itu kepada Presiden.
Adalah menarik untuk dicermati.
Menghadapi situasi genting saat ini, Jokowi mendatangi Prabowo ke Hambalang, untuk mencari dukungan dan solusi. Setelah itu, Prabowo pun datang kepada sahabatnya Presiden PKS, untuk berdiskusi soal kunjungan Jokowi kepadanya dan tentang situasi panas terkait Aksi Akbar Umat Islam 4 Nov lusa.
Rasa saling percaya dan saling membutuhkan telah tumbuh kuat diantara Gerindra dengan PKS. Persahabatan yang terjadi antara kedua Partai Besar yang memiliki kader-kader militan ini.




















