Mosul, Gontornews — Militer Irak mengatakan, pasukannya telah bergerak maju ke pinggiran timur Mosul untuk pertama kalinya sejak ISIS menyerbu kota itu lebih dari dua tahun silam.
Komando Operasi Gabungan negara itu mengatakan dalam sebuah pernyataan pada hari Selasa (2/10), pasukannya telah memasuki Judaydat al-Mufti, daerah di pinggiran Mosul dan 3 km dari bandara.
Sementara itu TV Irak melaporkan, brigade lapis baja 9 telah memasuki distrik Dweikhlah, dalam upaya untuk membuka front terpisah dalam pertempuran melawan kelompok bersenjata, ISIS.
Pasukan Irak telah menguasai kembali sebagian besar wilayah dalam satu tahun terakhir. Karena itu merebut kembali Mosul dianggap penting dalam pertempuran untuk mengalahkan ISIS.
Pertempuran juga menghebat pada Selasa di distrik timur Gogjali. Serangan udara oleh pasukan koalisi pimpinan AS menyebabkan gumpalan asap hitam tebal naik tinggi ke langit.
Stefanie Dekker dari Al Jazeera melaporkan dari timur Mosul, pertempuran berlangsung sengit karena ISIS memberikan perlawanan ketat terhadap pasukan Irak yang mendekat.
“Kami diberitahu oleh pasukan Peshmerga bahwa langit hitam karena ISIS membakar sumur minyak dan ban dalam dan di sekitar Mosul,” katanya.
“Sekarang kita tahu ini adalah salah satu taktik mereka, mencoba untuk mengaburkan posisi mereka dari serangan udara koalisi. Asap ini sangat tebal, menandakan pertempuran yang intens.” [Rusdiono Mukri]





















