Blora, Gontornews — Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Provinsi Jawa Tengah bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Blora mulai Senin (1/11) hingga Kamis (3/11) menggelar Musabaqah Hifdzil Quran (MHQ) Pesantren XII.
MHQ Pesantren XII diikuti 350 orang dari 35 kabupaten/kota se-Jawa Tengah.
Mengusung tema “Dengan Musabaqah Hifdzil Quran Kita Persiapkan Generasi Qurani yang Mampu Memahami dan Mengamalkan al-Qur’an dalam Kehidupan Menuju Jawa Tengah yang Berprestasi“, musabaqah ini menggelar tiga cabang lomba.
Ketiga lomba itu adalah: 1) Hifdzil Qur’an 20 juz putra/putri, 2) Hifdzil Qur’an 30 juz putra/putri, dan 3) Hifdzil Qur’an 30 juz & Tafsir Bahasa Arab putra/putri.
Bertempat di Alun Alun Blora, MHQ dibuka secara resmi oleh Gubernur Jawa Tengah yang diwakili oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah, Farhani.
Dalam sambutan tertulisnya, Gubernur Jawa Tengah menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini karena selain meningkatkan kualitas iman dan takwa kepada Allah SWT, kegiatan ini juga menjadi wahana untuk mencintai, mendalami, menghayati dan mengamalkan al-Qur’an dalam rangka mewujudkan bangsa Indonesia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
“Kegiatan keagamaan seperti ini sangat positif untuk membangun mental dan spiritual generasi muda, baik dari segi sosial maupun peningkatan kualitas moral dalam memahami nilai-nilai ajaran agama Islam, sekaligus sebagai sarana berlatih untuk mencapai prestasi yang lebih tinggi,” papar gubernur.
Ia berharap, MHQ mampu menciptakan generasi unggulan yang menjadi teladan dan pelopor peradaban yang tidak hanya hafal al-Qur’an tapi juga mampu mempraktikkannya serta menjunjung tinggi etika dan moral. MHQ juga sebagai ajang silaturahmi, bertukar pikiran, pengalaman dan meningkatkan solidaritas persaudaraan dalam rangka membangun rasa persatuan dan kesatuan.
Pembukaan MHQ XII Pesantren dihadiri Bupati Blora Joko Nugroho, Kepala SKPD, Ketua LPTQ Jawa Tengah, Komisi E DPRD Jawa Tengah, Ketua MUI Jawa Tengah, para Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota se-Jawa Tengah dan masyarakat umum. [Fathurroji/Rus]






















