Tuban, Gontornews — Lembaga Zakat Infak dan Sedekah Nahdlatul Ulama (Lazisnu/NU Care) Jawa Timur menyalurkan 1.000 ekor ayam petelur bagi 100 keluarga yang tergolong dhuafa dan sangat miskin di Kecamatan Plumpang, Kabupaten Tuban. Penyaluran bantuan ini merupakan bagian dari program NU Care Berdaya dalam rangka menyalurkan bantuan ekonomi bantuan ekonomi produktif.
Manajer Area Unit Pengumpul Zakat, Infak dan Sedekah Majelis Wakil Cabang NU (UPZIS MWC-NU) Plumpang, M Syafi’i menjelaskan program ini dirancang agar hasilnya bertahan lama. Ia menambahkan, telur yang dihasilkan ayam petelur bisa dikonsumsi sehari-hari atau dijadikan tambahan penghasilan oleh penerima bantuan.
Sebagai informasi, UPZIS MWC-NU Plumpang menyalurkan bantuan di 26 ranting NU di Kecamatan Plumpang, Tuban. Setiap keluarga penerima bantuan, memperoleh 10 ekor ayam petelur.
“Dalam program NU Care Berdaya, LAZISNU tidak hanya memberikan bantuan untuk kebutuhan pokok, tetapi juga memberikan sarana usaha agar penerima bisa memperoleh penghasilan sendiri,” ungkap keterangan NU Care-LAZISNU pada NU Online.
Sementara itu, Sekretaris LAZISNU PCNU Tuban, M Ihsan Hadi, menyatakan bahwa penyaluran bantuan ini merupakan bentuk komitmen lembaganya dalam mengelola zakat, infak, dan sedekah untuk mengurangi kemiskinan ekstrem.
Dalam kegiatan yang diselenggarakan dalam rangka peringatan Hari Santri 2026 dan Sumpah Pemuda itu, Ihsan menegaskan semangat kepedulian LAZISNU dalam memberdayakan masyarakat. Ia pun memastikan dana dari masyarakat bisa langsung membantu mengatasi masalah kemiskinan di Tuban.
Salah satu penerima bantuan, Warisih, yang tinggal di Ranting NU Desa Klotok, Kecamatan Plumpang, menyampaikan rasa terima kasih atas bantuan ini. Ia berharap ayam petelur tersebut bisa membantu memenuhi kebutuhan keluarganya sehari-hari. Ia juga mendoakan agar para donatur dan pengurus NU selalu diberkahi.
Pendekatan pemberdayaan ini membuat penerima bukan hanya menjadi penerima bantuan, tapi juga menjadi pelaku usaha mandiri. Dengan memelihara ayam petelur, keluarga penerima diajak untuk belajar merawat dan mengelola usaha kecil, mulai dari perawatan hingga pemasaran hasilnya.
Dengan program ini, LAZISNU PCNU Tuban berharap bantuan yang bersifat produktif ini bisa memberi manfaat jangka panjang. Bantuan ini tidak hanya membantu kebutuhan pangan, tetapi juga meningkatkan pendapatan keluarga. Inisiatif ini menunjukkan bahwa dana zakat, infak, dan sedekah bisa dikelola dengan cara yang nyata dan bermanfaat bagi masyarakat. [Rayhana Camila/Mohamad Deny Irawan]

























