10
Tonton Selengkapnya
25 °c
Pecenongan
Tue
Wed
Monday, 13 July, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Wawancara

Kamuflase Politik Dinasti

Rusdiono Mukri by Rusdiono Mukri
7 February 2019
in Wawancara
0
Kamuflase Politik Dinasti

Dr Mohamad Latief, Pemerhati Politik Universitas Darussalam Gontor

Ada yang menilai politik dinasti sebagai penyelewengan pelaksanaan demokrasi. Fenomena negatif yang kerap melibatkan ayah-anak, kakek-cucu, hingga saudara dekat ataupun jauh dalam kancah politik, khususnya dalam jabatan fungsional pemerintahan, itu telah membuat banyak orang mengernyitkan dahi seraya bertanya dalam hati, “Andai saya punya keluarga pemimpin daerah, mungkin saja, saya akan mendapatkan jatah (pejabat publik).”

Tapi apakah benar demikian? Dalam sejarah kekhalifahan seperti di era khilafah Bani Umayyah maupun khilafah Bani Abbasiyah, pilihan untuk menerapkan politik dinasti bisa menjadi penopang stabilitas pemerintahan.

Pemerhati politik dari Universitas Darussalam (UNIDA), Pondok Modern Darussalam Gontor, Dr Mohamad Latief, mengatakan politik dinasti sebagai sesuatu yang lumrah di era demokrasi seperti saat ini. Apa maksudnya?

BACA JUGA

Titik Terang Kembalikan Lunturnya Adab dalam Dunia Pendidikan  

Kembali ke Fitrah: Apa yang Berubah Setelah Ramadhan?

Ekopesantren: Gagasan Merancang Pesantren Ramah Lingkungan

Masyarakat Indonesia Ingin Awali-Akhiri Ramadhan Bersama

Pentingnya Deep Literasi di Era Digital

Wartawan Majalah Gontor, Mohamad Deny Irawan, berkesempatan mewawancarai doktor ilmu politik lulusan Universitas Malaya, Malaysia, itu. Berikut petikan wawancaranya:

Apa yang Anda pahami tentang politik dinasti?

Secara sederhana politik dinasti dapat dilekatkan dengan politik keluarga atau jabatan-jabatan dan fungsi politik yang diperebutkan dan dikuasai oleh individu-individu tertentu yang berasal dari satu keluarga yang sama. Istri, anak, kakak-adik, keponakan atau sepupu dari seorang pemegang kekuasaan politik berlomba-lomba masuk ke pentas politik bukan karena faktor kompetensi (competence) dan kepantasan (merit) namun semata-mata karena faktor kedekatan keluarga.

Apa yang diharapkan dari politik dinasti?

Tentu saja untuk kepentingan individu atau kepentingan keluarga. Memang benar, ada kalanya politik dinasti membawa kebaikan untuk masyarakat luas. Namun, hal tersebut perlu dipahami dalam konteks merawat dukungan masyarakat dan mengekalkan status quo. Artinya kebaikan yang ditebarkan oleh politik dinasti kepada masyarakat luas hanyalah kamuflase untuk mencapai keuntungan yang lebih besar yaitu kekuasaan politik yang langgeng.

Siapa saja contoh pelaku politik dinasti?

Sangat banyak kasus yang menunjukkan terjadi politik dinasti ini. Dari dalam negeri ada kasus Bupati Kutai Kertanegara Rita Widyasari dan mantan Bupati Kutai Kertanegara sebelumnya yaitu, Syaukani Hassan Rais. Selain itu ada juga WaliKota Cimahi periode 2012-2017 Atty Suharti bersama suaminya, Itoc Tochija. Mantan Bupati Bangkalan periode 2003-2013, Fuad Amin Imron, Bupati Klaten periode 2016–2021, Sri Hartini, Bupati Banyuasin periode 2013-2018, Yan Anton Ferdian, dan lain-lain.

Kapan pertama kali istilah politik dinasti muncul?

Boleh jadi, praktik politik dinasti telah bermula sejak dulu ketika manusia mulai hidup berkelompok dan membuat koloni-koloni kecil hingga kemudian mengenal peradaban. Jika ditarik ke masa kini dan dalam konteks negara kita, istilah politik dinasti atau politik kekerabatan dapat ditelusuri dari zaman Orde Baru yang ditandai dengan terbentuknya patrimonial state, di mana negara berperan besar melahirkan kepentingan bisnis tertentu dengan memanfaatkan fasilitas negara termasuk akses terhadap kapital. 

Bagaimana Anda melihat perkembangan politik dinasti di Indonesia?

Indonesia adalah negara yang didirikan di atas prinsip demokrasi. Nilai-nilai persamaan, keadilan dan persatuan dalam kebhinekaan ditegakkan. Sebagai negara demokratis, Indonesia secara konsisten menjamin terselenggaranya sistem pemerintahan yang bertanggung jawab, keberadaan lembaga perwakilan rakyat, partai-partai politik, kebebasan pers dan sistem peradilan yang transparan serta konstitusional.

Meski demikian, keadaan seperti ini belum menjadi jaminan hilangnya politik dinasti. Tidak hanya di Indonesia, politik dinasti juga terjadi di beberapa negara demokratis lainnya seperti India, Brazil, Jepang, Pakistan, Filipina dan bahkan Amerika Serikat.

Dalam konteks Indonesia, praktik politik dinasti ini, secara umum, bermula sejak masa kepemimpinan Soeharto dan terus berlangsung hingga hari ini. Menurut saya, politik dinasti akan selalu ada dan terus terjadi karena hampir setiap bentuk kepemimpinan, baik individu maupun kelompok, memiliki kecenderungan untuk bersikap mewariskan/turun temurun (hereditary).

Bagaimana potret politik dinasti di negara-negara lain?

Sebagaimana disebutkan di atas, politik dinasti terjadi hampir di seluruh negara di dunia. Tidak hanya terjadi di negara-negara komunis seperti Korea Utara, Kuba dan Cina, praktik-praktik politik dinasti juga dapat ditemukan di negara-negara demokratis seperti Nehru-Ghandi di India, keluarga Bhutto di Pakistan, keluarga Bandranaike di Sri Lanka dan bahkan Keluarga Kennedy di Amerika Serikat. Kenyataan ini membuktikan bahwa demokrasi belum menjamin terhapusnya praktik politik dinasti di dalam suatu negara.

Apa hambatan politik dinasti?

Boleh jadi, di antara penyebab terjadinya praktik politik dinasti adalah lemahnya institusionalisasi partai politik. Dalam hal ini, partai politik tidak memiliki aturan yang tegas terkait, misalnya, perekrutan calon anggota dewan yang berkualitas. Atau kalaupun memiliki aturan tersebut, inkonsistensi acapkali terjadi; idealisme dikalahkan oleh pragmatisme. Selain itu, sistem perundang-undangan pemilihan umum yang kurang baik juga dapat menimbulkan praktik-praktik politik dinasti.

Selain kedua hal di atas, faktor mindset masyarakat ketika pemilihan umum terhadap personalitas seorang tokoh juga dapat mempengaruhi terjadinya politik dinasti. Di sinilah letak keberuntungan seorang calon anggota dewan yang berasal dari keluarga penguasa; menisbatkan dirinya terhadap personalitas sang penguasa demi meraup suara.

Tentu masih banyak sekali faktor-faktor lainnya yang dapat menjelaskan mengapa politik dinasti itu terjadi. Namun menurut saya, jika ketiga hal di atas dapat diperbaiki dan dioptimalkan sedemikian rupa, sedikit banyak akan meminimalisasi terjadinya praktik-praktik politik dinasti tersebut.

Apa kekurangan politik dinasti?  

Secara umum, politik dinasti memiliki konotasi negatif. Pertama dapat dikatakan bahwa politik dinasti dapat mencederai prinsip demokrasi yaitu persamaan (equality). Di dalam suatu negara yang menjunjung tinggi prinsip-prinsip demokrasi setiap warga negara adalah sama dan berhak untuk mendapatkan jabatan-jabatan publik/politik. Perbedaan agama, suku, keluarga tidak menghalangi mereka untuk memperebutkan jabatan-jabatan tersebut secara adil dan merata.

Pertama, politik dinasti merusak tatanan demokratis seperti ini. Jabatan-jabatan publik tidak diperebutkan dalam suasana kontestasi politik yang fair atau berdasar pada landasan meritokrasi namun semata-mata karena pertimbagan kedekatan garis keturunan (lineage) saja. Kedua, biasanya politik dinasti ini terkait rapat dengan praktik-praktik grafting, korupsi, nepotisme, dan beberapa praktik penyalahgunaan kekuasaan (abuse of power) lainnya yang dapat merusak tatanan kehidupan masyarakat yang adil.

Terkait penyalahgunaan kekuasaan mungkin kita bisa meninjau kasus yang menjerat mantan Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah. Terpilihnya Atut, sapaan akrab Gubernur Banten, tentu tidak dapat dilepaskan dari jasa sang ayah yaitu Tubagus Chasan Sochib yang semasa hidupnya memiliki kedekatan dengan penguasa Orde Baru sekaligus mantan presiden RI kedua yaitu Soeharto. Melalui kedekatan inilah, sedikit demi sedikit terbangun infrastrutur yang mapan bagi Atut untuk menggapai kursi kepemimpinan di Propvinsi Banten. Tidak hanya berhasil memimpin Banten dalam satu periode kepemimpinan, Atut bahkan mampu mempertahankan jabatannya selama dua periode yaitu tahun 2007-20012 dan 2012-2017.

Dominasi politik keluarga Atut di Banten semakin kuat manakala beberapa anggota keluarga lainnya seperti Hikmat Tomet, Andika Hazrumi, Ade Rossi Khoerunnisa, Tubagus Chaeri Wardana, Airin Rachmi Diany dan lainnya juga masuk atau terpilih sebagai anggota dewan. Mekanisme formal demokrasi digunakan sebagai instrumen untuk meraih dan mempertahankan politik dinasti mereka dengan cara menguasai dan mengontrol jabatan eksekutif-legislatif serta beberapa institusi sosial atau perusahan-perusahaan tertentu. Dengan begitu, akses untuk menguasai dan kemudian memonopoli sumber-sumber pendapatan daerah menjadi terbuka.

Apa kelebihan politik Dinasti?

Meski demikian, politik dinasti juga dapat mendatangkan kebaikan khususnya bagi anggota keluarga dinasti tersebut. Dengan bermodalkan nama besar keluarga serta dukungan jaringan pertemanan yang kuat, para anggota keluarga ini dapat memanfaatkannya sebagai alat atau daya tarik untuk meraup suara atau dukungan dari masyarakat ketika pemilihan umum diselenggarakan. Selain itu politik dinasti juga dapat memberikan keuntungan tidak saja untuk anggota keluarga namun juga untuk masyarakat luas yaitu program dan capaian kerja yang berkelanjutan (sustainable).

Umumnya, politik dinasti memiliki rancangan atau program kerja jangka panjang (long-term planning) yang relatif lebih mapan dibandingkan para politisi lainnya yang menempati jabatan-jabatan tertentu dalam waktu tugas (tenure) yang lebih singkat. Tidak dapat dinafikan bahwa masyarakat cenderung memilih pemerintahan yang memiliki program kerja yang tetap (regular) dan jelas berbanding pemerintahan yang menawarkan program kerja yang baru namun belum teruji keberhasilannya. Program kerja yang berkelanjutan tentu akan menghasilkan stabilitas politik, ekonomi dan keamanan yang berkelanjutan juga.

Adakah contoh tokoh politik dinasti yang memberikan kebaikan bagi pemerintahannya?

Di Indonesia sendiri, politik dinasti ala Presiden Soeharto, sedikit banyak, membawa dampak yang baik untuk bangsa Indonesia. Pada zamannya, Indonesia pernah mengalami swasembada beras pada tahun 1984, program kesehatan masyarakat dengan mendirikan Posyandu, serta kemandirian ekonomi yang mengantarkan Indonesia dijuluki sebagai Macan Asia. 

Dalam konteks demokrasi, apakah jika seorang bapak berprofesi sebagai politisi, anak tidak boleh berpartisipasi di dunia politik dengan dalih politik dinasti?

Mengapa tidak? Akses terhadap dunia politik dan hak untuk berkompetisi dalam ranah tersebut adalah hak seluruh bangsa Indonesia. Semuanya boleh dan berhak untuk memilih dan dipilih sebagai wakil rakyat. Tentu saja, yang terpilih adalah orang yang terbaik, berkualitas dan amanah. Politik dinasti akan menimbulkan resistensi dari masyarakat jika jabatan-jabatan publik diamanahkan kepada anggota keluarga yang tidak memiliki kredibilitas dan kapabilitas politik yang mumpuni.

Apakah politik dinasti dapat menjamin dominasi kekuatan pemerintahan untuk kepentingan keluarga?

Saya meyakini bahwa politik dinasti tidak dapat menopang dominasi kekuasaan suatu pemerintah dalam jangka waktu yang lama. Pertama,ketika beberapa anggota keluarga yang sama menempati beberapa jabatan atau fungsi tertentu, maka terjadilah konsolidasi kekuatan ala pseudo kerajaan. Ketika itu, kesejahteraan rakyat tidak akan pernah menjadi prioritas utama pemerintahan melainkan upaya untuk melanggengkan kekuasaan (preservation of power). Dalam keadaan seperti ini, konflik antara pemerintah dan masyarakat akan selalu terjadi.

Kedua,faktor-faktor kapabilitas, nilai, militansi dan sebagainya yang dimiliki oleh generasi pertama tidak mudah diwariskan kepada generasi kedua atau ketiga dan seterusnya. Umumnya, generasi kedua dan ketiga adalah generasi yang terlahir di tengah kesenangan dan kenyamanan hidup hasil perjuangan generasi pertama. Dengan keadaan seperti ini, maka boleh jadi generasi baru tersebut hanya akan menjadi generasi yang lemah dari sisi ideologi atau mandul dari sisi kreativitas.

Apakah dalam sejarah politik Islam, politik dinasti dibenarkan? Apa alasannya?

Dalam sejarah politik Islam, terdapat beberapa preseden historis yang menunjukkan praktik politik dinasti. Di antaranya adalah Khalifah Utsman ibn Affan yang mengangkat beberapa kerabatnya untuk memangku jabatan-jabatan tinggi negara; Abdullah ibn Sa’ad diangkat sebagai Gubernur Mesir, Walid ibn ‘Uqbah sebagai Gubernur Kūfah, Abdullah ibn Amir di Basrah dan sebagainya. Kebijakan ini dipandang oleh sebagian orang sebagai bentuk politik dinasti. Meskipun sebenarnya terdapat penjelasan-penjelasan lain terkait kepentingan strategis-politik, namun kebijakan tersebut di atas sering dilekatkan dengan pemihakan Utsman yang besar terhadap keluarganya. Selain Khalifah Utsman, praktik-praktik politik dinasti dilakukan oleh sebagian besar, kalau bukan keseluruhan, khalifah dari bani Umayyah, Abbasiyyah dan beberapa dinasti yang muncul setelahnya.

Apakah seorang politisi bisa terlahir karena faktor nasab?

Seorang pemimpin bisa jadi lahir dari kalangan keluarga pemimpin. Seorang anak manusia dibentuk oleh didikan keluarganya. Demikian juga seorang pemimpin, meskipun tentu saja dengan beberapa pengecualian; dia menjadi pemimpin karena didikan keluarga pemimpin. Dari seorang ayah pemimpin, si anak akan berinteraksi dan belajar langsung tentang kepemimpinan. Si anak cukup beruntung karena belajar kepemimpinan dari sumber utamanya (primary source) sendiri yaitu ayahnya. 

Apa pesan Anda kepada para politisi yang mencoba memanfaatkan politik dinasti?

Silakan gunakan hak Anda untuk berpartisipasi secara langsung dalam proses pengambilan kebijakan negara. Belajarlah secara langsung bagaimana cara berpolitik yang baik dari keluarga Anda, bergaullah dengan jaringan mereka dan hayati nilai-nilai perjuangan mereka. Tanamkan niat yang tulus untuk menjadi pelayan rakyat dan berkhidmat untuk meninggikan agama Islam.

Apa pesan Anda kepada para pemilih?

Pilihlah calon pemimpin yang baik, berkualitas dan berani membela agama Allah. []

Tags: DinastiPemiluPilpresPolitik
Share74Tweet43Send
Previous Post

Taliban: Setengah Pasukan AS akan Tinggalkan Afghanistan pada 1 Mei

Next Post

Sri Lanka akan Kembali Hukum Mati Terpidana Narkoba

Rusdiono Mukri

Rusdiono Mukri

Redaksi Majalah Gontor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pondok Gontor Putri Siap Sambut Ribuan Alumni di Reuni Akbar Gontor Putri 2026

Pondok Gontor Putri Siap Sambut Ribuan Alumni di Reuni Akbar Gontor Putri 2026

2 July 2026
Reuni Akbar Alumni PTD, IPD, ISID, dan UNIDA: Merancang Abad Kedua Gontor

Reuni Akbar Alumni PTD, IPD, ISID, dan UNIDA: Merancang Abad Kedua Gontor

4 July 2026
Alumni Gontor 2003 Serahkan Wakaf 203 Juta untuk Syukuran 100 Tahun Gontor  ‎

Alumni Gontor 2003 Serahkan Wakaf 203 Juta untuk Syukuran 100 Tahun Gontor ‎

8 July 2026
Rumah di Negeri Samurai (Bagian 3-Selesai)

Rumah di Negeri Samurai (Bagian 3-Selesai)

1 July 2026
Generasi Yahanu Abad Kedua Gontor: Berkualitas, Menginspirasi, dan Membangun Peradaban*

Generasi Yahanu Abad Kedua Gontor: Berkualitas, Menginspirasi, dan Membangun Peradaban*

7 July 2026
SMP Islam Miftahussa’adah Jakarta Gelar Capacity Building dan Rapat Kerja 2026

SMP Islam Miftahussa’adah Jakarta Gelar Capacity Building dan Rapat Kerja 2026

0
Raker Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago Tahun Ajaran 2026-2027 Lead with Excellence: Menyatukan Langkah Menguatkan Manajemen Menuju SDM Primago yang Solid

Raker Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago Tahun Ajaran 2026-2027 Lead with Excellence: Menyatukan Langkah Menguatkan Manajemen Menuju SDM Primago yang Solid

0
Universitas Darunnajah Perkuat Kolaborasi Strategis di Launching Sekolah Wakaf dan Desa Binaan UNIDA Gontor

Universitas Darunnajah Perkuat Kolaborasi Strategis di Launching Sekolah Wakaf dan Desa Binaan UNIDA Gontor

0
Ketua DSN MUI Ajak Perusahaan Tunaikan Zakat Melalui BAZNAS

Ketua DSN MUI Ajak Perusahaan Tunaikan Zakat Melalui BAZNAS

0
Membangun Manusia Menyalakan Peradaban: Membaca Posisi Perempuan dalam Falsafah Pendidikan Gontor

Membangun Manusia Menyalakan Peradaban: Membaca Posisi Perempuan dalam Falsafah Pendidikan Gontor

0
Ketua DSN MUI Ajak Perusahaan Tunaikan Zakat Melalui BAZNAS

Ketua DSN MUI Ajak Perusahaan Tunaikan Zakat Melalui BAZNAS

9 July 2026
SMP Islam Miftahussa’adah Jakarta Gelar Capacity Building dan Rapat Kerja 2026

SMP Islam Miftahussa’adah Jakarta Gelar Capacity Building dan Rapat Kerja 2026

9 July 2026
Raker Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago Tahun Ajaran 2026-2027 Lead with Excellence: Menyatukan Langkah Menguatkan Manajemen Menuju SDM Primago yang Solid

Raker Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago Tahun Ajaran 2026-2027 Lead with Excellence: Menyatukan Langkah Menguatkan Manajemen Menuju SDM Primago yang Solid

9 July 2026
Universitas Darunnajah Perkuat Kolaborasi Strategis di Launching Sekolah Wakaf dan Desa Binaan UNIDA Gontor

Universitas Darunnajah Perkuat Kolaborasi Strategis di Launching Sekolah Wakaf dan Desa Binaan UNIDA Gontor

9 July 2026
Membangun Manusia Menyalakan Peradaban: Membaca Posisi Perempuan dalam Falsafah Pendidikan Gontor

Membangun Manusia Menyalakan Peradaban: Membaca Posisi Perempuan dalam Falsafah Pendidikan Gontor

8 July 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Repost from @ikpmmadiun
Bagi keluarga besar Gontor, setiap nasihat Pimpinan adalah bekal sepanjang perjalanan hidup. 🤍Kali ini, mari kita luangkan waktu sejenak untuk kembali mendengarkan petuah dari K.H.Hasan Abdullah Sahal (Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor)Insya Allah apa yang kita dengar bukan hanya menambah ilmu, tetapi juga menguatkan niat untuk terus berkhidmat kepada umat.🤲 Jangan berhenti di kita. Bagikan agar semakin banyak yang memperoleh manfaat.💬 Antum Alumni Gontor angkatan berapa? Share di kolom komentar.
  • Jangan sampai koleksi Majalah Gontor Edisi Khusus 100 Tahun Gontor Anda kehabisan.Menuju Peringatan 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor, Majalah Majalah Gontor menerbitkan Edisi Spesial 100 Tahun Gontor.Mumpung BELUM terlambat, Pre-Order Edisi Agustus & September resmi dibuka!💰 Harga: Hanya Rp 15.000 / eks eksemplar
⏳ Batas Waktu PO Edisi Agustus: 10 Juli 2026, Pukul 11:59 WIB (Tinggal menghitung hari!)Mengingat kuota cetak yang sangat ketat, amankan eksemplar Anda sekarang juga sebelum sistem tertutup otomatis.Amankan Slot Pemesanan Anda di Sini:
👉 https://bit.ly/pesan-majalah
  • Repost from @unida.gontor and @miladunidagontor
Bismillahirrahmanirrahim
👋Sampai jumpa di Kampus UNIDA Gontor!
Tabligh Akbar bersama Ustadz Dr. (H.C.) Adi Hidayat, Lc., M.A.Dalam rangka memperingati Milad UNIDA Gontor ke-63, Hadirilah Tabligh Akbar Universitas Darussalam Gontor:✨ Tema: Pentingnya Pesantren
👤 Bersama: Al Ustadz Dr. (H.C.) Adi Hidayat, Lc., M.A.
🗓️ Hari/Tanggal: Kamis, 9 Juli 2026
🕗 Waktu: 20:00 WIB – Selesai
🏛️ Tempat: Universitas Darussalam Gontor (Jl. Raya Siman, Ponorogo, Jawa Timur)Link Pendaftaran:
bit.ly/tablighakbar_unidagontorAcara ini terbuka untuk umum dan menyediakan doorprize menarik bagi jemaah yang beruntung.Mari jadikan momentum ini sebagai sarana memperkuat ukhuwah serta meningkatkan kapasitas keilmuan kita.#MiladUNIDAGontor63 #UstadzAdiHidayat #PesantrenPerekatUmat #TablighAkbarPonorogo #unidagontor
#majalahgontor #gontornews
  • Repost from @irengsepur Dirgahayu 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor.Merupakan sebuah kebanggaan dan kehormatan sebagai salah satu alumni Pondok Modern Darussalam Gontor dapat turut menyemarakkan Milad Satu Abad ini. Meskipun belum dapat hadir secara langsung, Alhamdulillah di sela-sela kegiatan latihan saya diberikan izin oleh kesatuan untuk mengibarkan bendera Pondok Modern Darussalam Gontor di ketinggian  500 ft di atas langit Majalengka. Bagi saya, ini bukan sekadar sebuah penerjunan, tetapi bentuk penghormatan, rasa syukur, dan kecintaan kepada almamater yang telah membentuk karakter dan perjalanan hidup saya.Salam takzim kepada seluruh Bapak Kiai dan para Asatidz atas segala ilmu, doa, dan keteladanan yang telah diberikan. Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan kesehatan, keberkahan, dan membalas setiap pengabdian dengan pahala yang berlipat.Dirgahayu 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor.Semoga Gontor senantiasa menjadi mercusuar peradaban Islam, terus melahirkan generasi pemimpin yang berilmu, berakhlak, dan bermanfaat bagi umat. Semoga Allah SWT senantiasa menjaga dan memberkahi Gontor sepanjang masa. Aamiin ya Rabbal
  • 🎓BEASISWA JALUR RAPOR✨Kabar gembira bagi alumni Pondok Modern Darussalam
Gontor & Pondok Pesantren Alumni Gontor!Dapatkan beasiswa Free Uang gedung dan Potongn UKT
50% disetiap semester sampai lulus kuliah di Universitas
Ary Ginanjar (UAG) dan wujudkan impianmu menjadi
profesional unggul di berbagai bidang!✍️Syarat Pendaftaran:
✅Lulusan Gontor dan rekanan Gontor tahun
2022-2025
✅Memiliki Hafalan Qur
  • Pre-Order Majalah Gontor Edisi Bulan Juli 2026.1 ABAD GONTOR DALAM SATU GENGGAMAN!
Edisi Paling Bersejarah yang Tak Akan Dicetak Ulang.Menyambut 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor, miliki Majalah Gontor Edisi Spesial bulan Juli - September 2026.KUOTA CETAK SANGAT TERBATAS!
Sistem otomatis ditutup jika stok ludes. Jangan sampai Anda menyesal karena melewatkan edisi bersejarah ini!
Siapa cepat, dia dapat.AMANKAN STOK ANDA SEKARANG!
Kunjungi: https://bit.ly/keranjang-buku
Pengiriman Majalah di tanggal 10 juli 2026.
  • Alur Pendaftaran Program Persiapan Calon Pelajar Pondok Modern Darussalam GontorSource: gontortv
https://youtu.be/cUA3pvD43i8Video ini menjelaskan alur pendaftaran Program Persiapan Calon Pelajar Kulliyatu-l-Mu’allimin Al-Islamiyah (KMI) Pondok Modern Darussalam Gontor secara lengkap dan sistematis.Informasi lengkap terkait pendaftaran Program Persiapan Calon Pelajar KMI Pondok Modern Darussalam Gontor dapat diakses melalui:
https://gontor.ac.id/persiapanPendaftaran online dilakukan melalui halaman resmi:
https://capel.gontor.ac.id
  • Kunjungan Tim Redaksi Majalah Gontor ke Pondok Pesantren Modern Darel Azhar RangkasbitungIntip momen seru kunjungan Tim Redaksi Majalah Gontor saat berkeliling melihat fasilitas, unit ekonomi, hingga suasana belajar di Pondok Pesantren Modern Darel Azhar Rangkasbitung.#DarelAzhar #MajalahGontor #KunjunganMahabbah #PondokModern #Rangkasbitung #SantriIndonesia #UkhuwahIslamiyah #DuniaPesantren #Gontor #LiterasiSantri
#majalahgontor
#gontornews
  • Tujuan dari sains Islam adalah meletakkan kembali jejak Tuhan di dalam kausalitas alam, agar manusia tidak arogan dan menganggap alam bekerja tanpa pencipta.Prof. Dr. KH. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A.Ed., M.Phil.#nasehat
#motivasionline
#belajarbaik
#hidupislami
#kehidupanislam
#majalahgontor
#gontornews
#kiaiku
#memperbaikidiri
#ilmupengetahuan

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
▲
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result