pesanan-majalah-edisi-khusus
28 °c
Pecenongan
Thu
Fri
Thursday, 3 September, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Values Kolom

Menakar Urgensitas Debat Capres

M Khaerul Muttaqien by M Khaerul Muttaqien
19 February 2019
in Kolom
0
Menakar Urgensitas Debat Capres

BACA JUGA

Rekonstruksi Pendidikan Akhlak: Dari Generasi Stroberi Menuju Generasi Kemiri untuk Mewujudkan Indonesia Emas yang Berkeadaban 2045

Ketika Rhoma Irama ‘Hadir’ di Gontor

Qismul Amn dan Pembicaraan yang Tiada Henti

Mengubah Hafalan Menjadi Pembelajaran Bermakna

100 Tahun Gontor: Kembali ke Gontor untuk Mengisi Baterai Batin

Oleh : Ahmad Sastra, Cendekiawan Muslim

Debat capres putaran kedua segera digelar dan dipertontonkan kepada rakyat. Para pendukung masing-masing capres mulai panas dingin dan ketegangan makin meninggi. Sejauhmana urgensitas debat capres?

Memperdebatkan debat capres pemilu sangat relatif, sebab perdebatan capres seringkali hanya terjebak kepada seremonial, bukan tentang sesuatu yang haq dan batil. Apalagi jika kisi-kisi soal debatnya saja sudah dibocorkan dan justru meributkan pula siapa yang harus menyampaikan visi misi saat debat. Kondisi ini sebenarnya memprihatinkan yang menjadikan negeri ini miskin narasi. 
Secara filosofis, debat adalah bertukar dan beradu gagasan sebagai solusi atas permasalahan yang didiskusikan. Gagasan adalah semacam postulat yang mengakar pada sebuah bangunan epistemologi. Karena itu gagasan harus sarat dengan pemahaman masalah dan argumentasi rasional yang mampu mencerdaskan dan mencerahkan. Adalah sebuah kegagalan, jika perdebatan justru mendungukan dan minus solusi. Dalam Islam istilah debat atau diskusi disebut Al Jadal yakni at tahawur (berdsikusi atau berdialog). Al Jadal adalah penyampaian hujjah atau yang diduga sebagai hujjah oleh dua orang yang berbeda pendapat.Tujuan berdebat adalah membela pendapat atau mazhabnya, membatalkan hujjah lawan, dan mengubahnya pada pendapat yang tepat dan benar menurut pandangannya.  
Berdebat dalam rangka berdakwah adalah perkara yang diperintahkan syara’ untuk menetapkan kebenaran dan membatalkan kebatilan. Al Qur’an adalah mu’jizat Rasulullah berupa hujjah Allah tentang kebenaran dan kebatilan  (postulat). Postulat kebatilan dahulu sering dilontarkan oleh orang-orang kafir, musyrik dan munafik yang langsung mendapat bantahan dari Allah sebagai cara mengalahkan hujjah mereka. 
Serulah (manusia) kepada ajalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik  dan bantahlah (wajadilhum) mereka dengan cara yang baik (QS an Nahl [16] : 125). Katakanlah, “ tunjukkanlah bukti kebenaranmu (burhanakum) jika kamu adalah orang yang benar “. (QS al Baqarah [2] : 111). 
Rasulullah pernah mendebat kaum musryik Mekkah, Nasrani Najran, dan Yahudi Madinah. Pengemban dakwah akan selalu menyeru kepada kebaikan (Islam), amar ma’ruf nahi munkar dan memerangi pemikiran yang sesat (isme). Karena berdebat telah ditentukan sebagai uslub (cara) dalam semua aktivitas yang wajib itu, maka berdebat menjadi kewajiban pula. Kaidah : suatu kewajiban yang tidak sempurna (pelaksanaannya) tanpa sesuatu, maka sesuatu itu (hukumnya) wajib.  
 Meski demikian, diantara perdebatan ada satu jenis perdebatan yang dilarang/dicela secara syar’i, sehingga termasuk bentuk kekufuran, seperti mendebat Allah dan ayat-ayatNya. Dan mereka berbantah-bantahan tentang Allah, dan Dialah Tuhan yang maha keras siksaan Nya (QS ar Ra’du [13] : 13). Tidak ada yang memperdabkan ayat-ayat Allah, kecuali orang-orang kafir (QS Ghafir [40] : 4).  Gagasan atau hujjah dalam perdebatan mesti fundamental dan ideologis, bukan sekedar seremonial dan kepura-puraan. Terlebih jika perdebatan itu menyangkut politik dan ketatanegaraan. Sebab semua negara dibangun diatas landasan ideologi paradigmatik, bukan sekedar retorika tanpa makna. Tradisi intelektual ini biasanya akan hilang seiring meningkatnya pragmatisme. Perdebatan harus berujung kepada determinasi yakni kebenaran dan solusi, bukan kompromi dan keraguan.  Perdebatan yang dilakukan oleh Rasulullah melalui dakwah intelektual adalah menawarkan ideologi Islam kepada masyarakat Arab yang jahiliah. Sayangnya masyarakat jahiliyah saat itu mayoritas dalam belenggu mitos dan kesyirikan yang irasional. Akibatnya banyak yang menentang gagasan Islam Rasulullah dengan cara-cara yang tidak beradab. Meski banyak juga kaumm intelektual yang menerima gagasan Rasulullah dan masuk Islam. 
Perdebatan ideologi dan paradigmatik juga pernah dilakukan oleh Mohammad Natsir melawan Soekarna tentang dasar negara ini. Natsir kontra demokrasi liberal, sementara Soekarno memuja sekulerisme ala Kemal At Taturk. Buku Kapita Selekta M Natsir membuktikan perdebatan bergengsi itu. Keduanya adalah bersahabat, meski berbeda secara fundamental dari sisi pemikirannya. 
Sayangnya partai Masyumi dibubarkan rezim orde lama. Pembubaran partai masyumi dalam perspektif diskursus pemikiran merupakan kekalahan intelektual rezim berkuasa saat itu. Semestinya gagasan dilawan dengan gagasan, bukan dengan persekusi. Begitupun pembubaran ormas yang menawarkan Islam ideologi merupakan kekalahan intelektual rezim ini. 
Dalam membangun argumen dakwah, Nabi Ibrahim mengedepankan intelektualitas rasional saat menolak penyembahan terhadap patung. Sementara kaumnya saat itu justru tengah terjebak dalam pemikiran dungu akibat mitos dari nenek moyang mereka. Secara rasional, mereka percaya akan argumentasi Musa, namun gengsi dan harga diri (yang sebenarnya tak berharga) telah menutup intelektualitas mereka. Pada akhirnya Ibrahim harus dipersekusi dengan cara dibakar hidup-hidup. Itulah karakter kaum jahiliah. 
Begitupun argumentasi Musa melawan fir’aun. Sejak awal Musa telah menggunakan kekuatan logika dalam berdakwah, tapi sayangnya fir’aun menggunakan logika kekuatan (kekuasaan). Fir’aun sendiri hanya berfikir bahwa argumentasi Musa meski benar, namun akan mengancam kekuasaan yang telah dinikmatinya. Apalagi setelah beberapa tukang sihir fir’aun sadar dan menjadi pengikut Musa, maka fir’aun tambah panik. Sebelumnya bahkan fir’aun membunuh semua bayi laki-laki karena dianggap ancaman atas kekuasaan dia. Akhirnya Musa dipersekusi  oleh fir’aun dengan kekuatan kekuasaan. Fir’aun kalah secara intelektual berdebat dengan Musa. Mestinya Fir’aun mengakui kekalahannya dan masuk Islam sebagai pengikut Musa. Tapi begitulah karakter rezim jahiliah, menyalahgunakan kekuasaan (abuse of power) untuk memberangus kekuatan kebenaran. 
Bagaimana dengan di Indonesia hari ini ?. Apakah kekuasaan demokrasi menghargai kebenaran ideologi Islam. Secara genealogi, demokrasi adalah produk filsafat sekuleristik yang pasti akan menolak Islam politik. Karena itu demokrasi akan terus melawan Islam. Kekuatan gagasan Islam politik ternyata telah meruntuhkan logika demokrasi. 
Tapi sayangnya, demokrasi bukannya menyerah dan mengakui kebenaran Islam, tapi justru mempersekusinya. Demokrasi tak ubahnya seperti sistem jahiliah, dimana kekalahan argumentasi tapi diwujudkan dengan persekusi. Inilah paradok demokrasi yang berteriak dengan jargon kebebasan berfikir. Persekusi dakwah ideologi Islam oleh demokrasi adalah bukti kekalahan intelektual. 
Begitupun dengan ideologi komunisme yang ateis. Ideologi ini bahkan lebih kejam lagi. Ketika kalah argumentasi, tak segan-segan ideologi ini justru menghabisi para pengemban dakwah Islam.  Komunisme sebagai gagasan busuk yang meniadakan eksistensi tuhan adalah gagasan absurd yang sangat lemah. Namun karena diadobsi oleh sebuah negara, maka negara komunis biasanya memberangus para pejuang Islam yang ideologis. 
Baik ideologi kapitalisme demokrasi maupun komunisme ateis adalah dua ideologi usang yang lemah secara epistemologi. Gagasan Islam ideologi telah mampu menyadarkan banyak bangsa sepanjang sejarah. Saat inipun kebangkitan Islam makin terasa di seantero dunia. Ideologi kapitalisme dan komunisme kini sedang sekarat dan sebentar lagi akan ambruk. 
Nah, tradisi perdebatan ideologis paradigmatik ini harus terus dihidupkan, agar rakyat makin cerdas dan tercerahkan dalam mencari solusi terbaik atas krisis multidimensi negeri ini. Perdebatan harus radikal dan paradigmatis, jika tidak hanya akan menjadi semacam panggung sandiwara semata. Jika demikian, maka perdebatan politik tidak ada gunanya, hanya akan menambah masalah sosial dan negeri ini tidak akan beranjak dari keterpurukan peradaban. 
Maka bagi para calon pemimpin negeri ini, berdebatlah secara ideologis paradigmatis. Tunjukkan jati dirimu, apakah berideologi kapitalis sekuler, apakah berideologi komunis ateis dan atau berideologi Islam. Berdiskusilah secara rasional dan argumentatif, jika kalah akuilah, jangan marah dan mempersekusi lawan debat, seperti fir’aun terhadap Musa dan abu jahal terhadap Rasulullah.  
Meskipun semestinya ideologi busuk kapitalisme dan komunisme yang jelas batil dan sekarat tak lagi perlu diperdebatkan, tinggal rame-rame kita rubuhkan saja.  Sepakat !!!!. 

Tags: Debat capres
Share21Tweet13Send
Previous Post

Pangeran Arab Saudi Tertarik Akuisisi Manchester United?

Next Post

Penilaian Kesehatan Barometer Investasi di BTM

M Khaerul Muttaqien

M Khaerul Muttaqien

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Kasih Sayang Rasulullah SAW kepada Umatnya

Kasih Sayang Rasulullah SAW kepada Umatnya

30 August 2026
Ketika Rhoma Irama ‘Hadir’ di Gontor

Ketika Rhoma Irama ‘Hadir’ di Gontor

29 August 2026
Wakil Bupati Lebak Hadiri Panggung Gembira Spektakuler Smart Generation 627 Darel Azhar

Wakil Bupati Lebak Hadiri Panggung Gembira Spektakuler Smart Generation 627 Darel Azhar

30 August 2026
Pondok Modern Al-Imtinan Putri Gelar Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan Perpulangan Santriwati

Pondok Modern Al-Imtinan Putri Gelar Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan Perpulangan Santriwati

29 August 2026
Torehkan Prestasi, Pesantren Madinatul Qur’an Depok Sukses Cetak 121 Hafizh Qur’an

Torehkan Prestasi, Pesantren Madinatul Qur’an Depok Sukses Cetak 121 Hafizh Qur’an

29 August 2026
UNIDA Ingin Duduk Bersama Universitas-universitas Kelas Dunia

UNIDA Ingin Duduk Bersama Universitas-universitas Kelas Dunia

0
Tanamkan Disiplin Sejak Dini, SDIT Insantama Leuwiliang Gelar Latihan PBB Bersama TNI

Tanamkan Disiplin Sejak Dini, SDIT Insantama Leuwiliang Gelar Latihan PBB Bersama TNI

0
Rekonstruksi Pendidikan Akhlak: Dari Generasi Stroberi Menuju Generasi Kemiri untuk Mewujudkan Indonesia Emas yang Berkeadaban 2045

Rekonstruksi Pendidikan Akhlak: Dari Generasi Stroberi Menuju Generasi Kemiri untuk Mewujudkan Indonesia Emas yang Berkeadaban 2045

0
Perebutkan Piala Rektor dan Hadiah Jutaan Rupiah:  INAIS Bogor Gelar Festival Hadrah dan Qasidah 2026

Perebutkan Piala Rektor dan Hadiah Jutaan Rupiah:  INAIS Bogor Gelar Festival Hadrah dan Qasidah 2026

0
IKPM Banten Gelar Silaturahmi dan Pelepasan Santriwati Gontor

IKPM Banten Gelar Silaturahmi dan Pelepasan Santriwati Gontor

0
UNIDA Ingin Duduk Bersama Universitas-universitas Kelas Dunia

UNIDA Ingin Duduk Bersama Universitas-universitas Kelas Dunia

2 September 2026
Tanamkan Disiplin Sejak Dini, SDIT Insantama Leuwiliang Gelar Latihan PBB Bersama TNI

Tanamkan Disiplin Sejak Dini, SDIT Insantama Leuwiliang Gelar Latihan PBB Bersama TNI

2 September 2026
Rekonstruksi Pendidikan Akhlak: Dari Generasi Stroberi Menuju Generasi Kemiri untuk Mewujudkan Indonesia Emas yang Berkeadaban 2045

Rekonstruksi Pendidikan Akhlak: Dari Generasi Stroberi Menuju Generasi Kemiri untuk Mewujudkan Indonesia Emas yang Berkeadaban 2045

2 September 2026
IKPM Banten Gelar Silaturahmi dan Pelepasan Santriwati Gontor

IKPM Banten Gelar Silaturahmi dan Pelepasan Santriwati Gontor

1 September 2026
Dosen FEBI IDAQU Jadi Pemateri Webinar Internasional IFPA Bahas Perencanaan Keuangan Pernikahan Berbasis Maqashid Syariah

Dosen FEBI IDAQU Jadi Pemateri Webinar Internasional IFPA Bahas Perencanaan Keuangan Pernikahan Berbasis Maqashid Syariah

1 September 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Alhamdulillah Majalah Gontor Edisi Khusus Bulan September spesial100 tahun Gontor telah tersedia. Stok edisi khusus semakin menipis pula (Juli - September). Bagi yang belum memiliki bisa Langsung pesan melalui link berikut :
https://bit.ly/pesan-majalahJangan sampai kehabisan.Untuk Baju kaos bisa juga pesan melalui link ini : https://tinyurl.com/pesan-bajukontak bagian penjualan :
0812-3416-0133
#majalahgontor #gontornews #gontor #alumnigontor
  • Tersedia Ukuran:
S, M, L, XL, XXLWarna : Hitam dan Putih
Sablon : DTF
  • Kumpul-kumpul alumni di acara puncak 100 Tahun gontor boleh juga ini. Silahkan yang mau pesan bisa langsung ke link berikut : https://tinyurl.com/pesan-kaos
atau bisa pesan ke nomor yang ada pada flyer.Bahan : Cotton Combed 24s
Warna tersedia : Hitam dan Putih
Tersedia lengan pendek dan lengan panjang.
Ukuran : S, M, L, XL, XXL.Catatan:
Gambar yang ada pada katalog ini mungkin tidak 100% akurat dengan aslinya. Hal tersebut disebabkan adanya faktor perbedaan cahaya dan tampilan pada media elektronik yang digunakan.#gontornews #majalahgontor
  • Bismillah, PRE-ORDER
Limited Edition
Tersedia Warna Hitam dan Putih
Ukuran yang tersedia : S, M, L, XL, XXL
Bahan : Cotton Combed 24s
Sablon : DTFLink Pemesanan : https://tinyurl.com/pesan-baju#majalahgontor
#gontornews
  • Bismillah.  Alumni Gontor 2007 wakaf 100 unit sepeda untuk guru-guru di Gontor
Insya Allah akan diserahkan secara simbolis pada acara peringatan 100 tahun Gontor.#majalahgontor #gontornews #gontor #pondokmoderngontor @risang.wijanarko @pondok.modern.gontor
  • Global Islamic Holistic Education Summit.
Lokasi : Hotel Borobudur Jakarta, Indonesia
Tanggal : 5 - 6 September 2026Akhir Pendaftaran : 27 Agustus 2026Dalam rangka Peringatan 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor, kami mengundang Bapak/Ibu untuk berpartisipasi dalam Global Islamic Holistic Education Summit (GIHES) 2026.GIHES 2026 merupakan forum Internasional yang mempertemukan pimpinan pesantren, lembaga pendidikan Islam, akademisi, pembuat kebijakan, dan tokoh pendidikan untuk berbagi perspektif, membahas tantangan strategis, serta membangun sinergi dan kolaborasi bagi kemajuan pendidikan dan generasi mendatang.#gontornews #majalahgontor #gihes
  • Dari Los Angeles, California, Amerika Serikat, tepatnya di Hollywood Sign dengan jarak kurang lebih 14.000 kilometer dari pondok Modern Darussalam Gontor. Doa-doa kebaikan disampaikan kepada Pondok Modern Darussalam Gontor dan Keluarga Besar Gontor.#majalahgontor #gontornews #100tahungontor #gontorponorogo
  • Yang di Wakafkan Pondok Ini Bukan Harta Bendanya Saja, Bukan Gedungnya Saja, Bukan Tanahnya Saja, Tetapi Nilai-Nilai Yang Ada di Pondok Ini, Ide Yang Ada di Pondok Ini, Sistem Yang Ada di Pondok Ini Adalah Wakaf Bagi Kita Semua.KH Hasan Abdullah Sahal Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor.#gontornews #majalahgontor #gontor #pondokmoderngontor #gontorponorogo
  • Repost from @hilabiyus Keluarga Besar Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Jeddah, Arab Saudi, mengucapkan:Selamat dan Sukses atas Peringatan Satu Abad (100 Tahun) Pondok Modern Darussalam Gontor (1926–2026).Apresiasi setinggi-tingginya atas dedikasi dan kontribusi tanpa henti Gontor dalam mencetak generasi emas Islam yang berakhlak mulia, berwawasan global, dan bergerak sebagai perekat umat. Semoga momentum satu abad ini semakin mengokohkan peran Gontor dalam syiar pendidikan Islam yang moderat, tidak hanya di Indonesia tetapi juga di kancah internasional, termasuk melahirkan alumni-alumni unggul yang berkiprah di wilayah Arab Saudi dan Timur Tengah."Gontor Membawa Nilai Islam, Menginspirasi Dunia."#gontor #gontor.putra #majalahgontor #gontornews

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
â–²
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result