Jakarta, Gontornews — Total utang Indonesia hingga akhir Januari 2019 telah mencapai Rp4.498,56 triliun setara dengan rasio utang 30,1 persen dari PDB. Jumlah utang tersebut meningkat Rp80,2 triliun dari jumlah utang pada akhir Desember 2018 lalu.
Posisi utang pada awal 2019 ini juga lebih tinggi Rp539 triliun dari posisi utang awal tahun 2018 yang berjumlah sebesar Rp3.958,66 triliun. Demikian keterangan dari Kementerian Keuangan seperti dikutip Anadolu Agency pada (21/2) kemarin.
Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, untuk mengantisipasi kondisi ekonomi global yang penuh ketidakpastian, pemerintah melakukan pembiayaan yang berasal dari utang dengan jumlah Rp122,46 triliun pada awal Januari lalu.
“Karena adanya front loading dalam rangka antisipasi pasar dan melihat adanya kesempatan yang cukup preferable pada Februari ini,” ungkap Sri Mulyani dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu.
Menurut Sri Mulyani selain bertumpu pada penerbitan SBN, pembiayaan utang juga melibatkan pinjaman dalam dan luar negeri. Dalam hal ini pembiayaan utang tersebut berasal dari penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) sebesar Rp119,5 triliun dan pinjaman luar negeri sebesar Rp2 triliun.
Disebutkan Kementerian Keuangan pembiayaan yang berasal dari utang tersebut digunakan untuk membiayai 634 proyek pada 7 kementerian dan lembaga di 34 provinsi. Adapun proyek yang dibiayai dari utang tersebut antara lain dialokasikan untuk:
1. Membiayai 15 proyek infrastruktur transportasi pada Kementerian Perhubungan senilai Rp7,99 triliun dan 82 proyek infrastruktur jalan dan jembatan pada Ditjen Bina Marga Kementerian PUPR senilai Rp7,84 triliun.
2. Membiayai 80 proyek infrastruktur pengendalian banjir dan lahar, pengelolaan bendungan dan embung, serta drainase utama perkotaan pada Ditjen Sumber Daya Air Kementerian PUPR senilai Rp9 triliun.
3. Membiayai 14 proyek embarkasi haji dan 16 proyek pusat pelayanan haji terpadu pada Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama senilai Rp342 miliar.
4. Membangun 41 sarana dan fasilitas gedung Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri dan 125 madrasah di Ditjen Pendidikan Islam Kementerian Agama senilai Rp2,02 triliun, serta 128 proyek pembangunan dan rehabilitasi gedung balai nikah dan manasik haji Ditjan Binmas Islam senilai Rp189,3 miliar.
5. Membiayai 6 proyek pembangunan taman nasional dan 1 pembangunan laboratorium pada Kementerian LHK senilai Rp106,23 miliar dan 7 proyek pembangunan gedung perguruan tinggi pada Kemenristekdikti senilai Rp498,08 miliar.
6. Membiayai 1 proyek pengembangan laboratorium Badan Standardisasi Nasional senilai Rp50 miliar serta 3 proyek pembangunan laboratorium LIPI senilai Rp240 miliar. [Muhammad Khaerul Muttaqien]





















