Bandung, Gontornews — Bunda Literasi Depok Elly Farida berhasil menjuarai Festival Lierasi Jawa Barat 2019.
Elly Farida adalah istri Walikota Depok, Idris Abdul Shomad. Ketua Tim Penggerak PKK Kota Depok ini meraih peringkat pertama mengungguli Bunda Literasi Garut dan Bunda Literasi Cirebon.
“Lomba ini merupakan inovasi dari Bunda Literasi Jawa Barat, untuk menggaungkan budaya literasi. Karena literasi menjadi salah satu sarana untuk komunikasi, edukasi, dan sosialisasi mengenai berbagai hal kepada masyarakat,” tutur Elly Farida kepada depok.go.id, di Lapangan Balai Kota Depok, Senin (22/04/2019).
Wanita yang biasa disapa Bunda Elly ini menjelaskan, pada lomba tersebut dirinya membawakan dongeng berjudul, Aku Bisa Menjaga Diri. Menurutnya, tema dongeng yang dipilih berkaitan dengan fokus Pemerintah Kota (Pemkot) Depok yaitu mewujudkan Kota Depok sebagai Kota Layak Anak (KLA).
“Pesan yang disampaikan lewat dongeng untuk menghentikan berbagai tindak kekerasan terhadap anak. Hal ini berkaitan dengan salah satu konsen dari Pemkot Depok, yaitu menjadikan Depok sebagai kota yang ramah bagi anak-anak,” ujarnya.
Dengan penghargaan yang baru diraih, dirinya berharap dapat membudayakan literasi di Kota Depok. Sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Dengan penghargaan ini kita ingin meningkatkan pemahaman bagi Bunda Literasi Kecamatan dan kelurahan, literasi itu tidak sekadar dongeng atau puisi. Tetapi, memiliki makna yang lebih mendalam. Yaitu sebagai sarana komunikasi dan sosialisasi untuk menyejaterahkan masyarakat,” ucapnya.
Sebelumnya, bertempat di Halaman Gedung Sate, Lomba Mendongeng bagian dari rangkaian Festival Literasi 2019. Festival menghadirkan sejumlah stand dari OPD, Pemkab dan Pemkot se-Jawa Barat serta penerbit buku.
Dalam sanbutannya, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan kebiasaan membaca masyarakat saat ini bergeser pada gadget khsuusnya handphone. Namun sayangnya hanya membaca judul dan tidak mendalam.
“Pegang hape empat jam sehari, meninggalkan membaca buku. Inilah sebab banyak hoax karena kebiasaan membaca berkurang,” ujarnya Sabtu (20/4).
Namun demikian, menurutnya tidak perlu patah semangat untuk terus meningkatkan posisi literasi di Jawa Barat. Misalnya dengan membuat budaya membaca, dengan mewajibkan anak sekolah mulai dari TK/ Paud, SD dan SMP membaca terlebih dulu sebelum masuk kelas.
“Saya akan meminta semua kepala dinas untuk sebulan sekali membaca sebuah buku, nanti harus diresensi, saya akan minta secara acak,” ujarnya.
Ia juga menitipkan infrastruktur literasi yang sudah dibuat seperti Kolecer, perpustakaan desa, perpustakaan keliling untuk terus dipelihara.
Dalam kesempatan yang sama Bunda Literasi Atalia Kamil mengatakan festival ini sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan literasi di Jawa Barat.
“Terinspirasi dari Ibu Kartini yang suka membaca dana menulis, maka tema acara kita adalah Habis Gelap Terbitlah Terang. Dengan membaca dunia menjadi terang benderang,” tuturnya.[DJ]





















